Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 97


__ADS_3

Satu bulan kemudian, hari ini


adalah hari pertama Abella masuk kuliah sebagai mahasiswa baru.


“Aku sangat deg-degan sekali mas,


bagaimana ini?” Tanya Abella sangat gugup. Kemudian Adriano memeluk istrinya.


“Kamu pasti bisa, semangat. Hari ini


aku akan mengantarmu ke kampus.” Kata Adriano.


“Terima kasih suamiku.” Kata Abella.



“Makanlah terlebih dahulu.” Kata Adriano.


“Aku tidak nafsu makan mas, aku


sangat gugup.” Kata Abella.


“Aku akan menyuapimu. Aku tadi


membuatkanmu sarapan.” Kata Adriano.


“Kamu membuat apa memangnya?”


Tanya Abella.


“Aku membuat sandwich, hari ini


aku tidak ada penerbangan jadi aku akan mengantar dan menjemputmu.” Kata Adriano.



“Yes, im a queen today hahahaha. Thank


u my king haha.” Kata Abella.


“Ayo cepat sarapan dulu.” Kata


Adriano.


“Kapan kamu membuatnya mas?”


Tanya Abella.


“Tadi waktu kamu sedang mandi.” Kata


Adriano sambil menyuapi istrinya.


“Sebentar, aku mau mengambil


foto.” Kata Abella.


“Mau kamu unggah di social media?”

__ADS_1


Tanya Adriano.


“Tentu saja, caption of the day


adalah sarapan buatan suami tercinta hahaha.” Kata Abella.


“Dasar berlebihan, kuliahmu jam


berapa?” Tanya Adriano.


“Jam 10 mas.” Kata Abella.


“Jam 8 kita berangkat ya, kamu


kan belum tau ruang kelasmu.” Kata Adriano.


“Iya mas.” Kata Abella.


**


Setibanya di kampus.


“Terima kasih sudah mengantarku


mas, aku berangkat dulu ya.” kata Abella. Kemudian Adriano mencium kening


istrinya.


“Kabari aku ya kalau sudah


selesai kelas.” Kata Adriano.


sedangkan Abella menuju ke kelasnya. Namun dia bertemu dengan Anggi.


“Pamer banget sih pakai di antar suami


dan bermesraan di depan umum lagi. Jalang banget jadi cewek.” Kata Anggi.


“Memang apa urusannya denganmu? Jangan


bilang suamimu tidak pernah memperlakukanmu seperti itu ya? Sepertinya Dava


tidak pernah mengantarmu ya apalagi menciummu dengan mesra hahahaha.” Kata


Abella.


“Jaga mulutmu kalau bicara,


jangan sembarangan. Kamu tidak tau apa-apa tentang aku dan suamiku.” Kata Anggi.


“Aku berpacaran dengan Dava itu


sudah lama tentu saja aku mengerti dia dengan baik sebelum kamu merebutnya. Tapi


tidak apa-apa, lagipula aku tidak butuh Dava. Berkat Dava, aku jadi memiliki


suami yang tajir seperti mas Adriano. Dava kalah jauh dibandingkan dengan

__ADS_1


suamiku. Aku kira kamu perempuan baik-baik karena penampilanmu tapi aku salah.”


Kata Anggi. Karena kesal, Anggi pun menjambak rambut Abella hingga Abella


kesakitan dan terjatuh.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya


Dava tiba-tiba.


“Mas, sedang apa kamu disini?”


Tanya Anggi.


“Aku berniat untuk menghampirimu


tapi aku kaget melihat kelakuanmu yang kasar.” Kata Dava sambil membantu


Abella.


“Lepaskan aku, lebih baik kamu


urus istrimu itu. Dia yang memulainya terlebih dahulu.” Kata Abella, kemudian


dia pergi. Dava kemudian menyeret istrinya dan membawanya ke suatu tempat.


“Mas aku bisa menjelaskan


semuanya kepadamu. Aku tidak bersalah, dia yang memulainya terlebih dahulu


dengan mengejekku.” Kata Anggi.


“Kamu kira aku bisa dengan mudah


mempercayaimu? Aku tau kok Abella itu seperti apa, dia tidak akan marah apalagi


mengejek seseorang jika tidak ada yang memulainya terlebih dahulu. Apa sih


salah dia sehingga kamu membuat malu dengan menjambaknya seperti itu?” Tanya


Dava.


“Kenapa kamu jadi membela Abella?


Aku ini istrimu mas.” Kata Anggi.


“Aku membela siapa yang benar,


dan sudah jelas bahwa kamu bersalah. Aku minta kamu meminta maaf padanya.” Kata


Dava.


“Apa? Tidak mau, aku tidak mau


meminta maaf padanya karena aku tidak bersalah.” Kata Anggi.


“Baiklah, kalau begitu biar aku

__ADS_1


yang meminta maaf padanya.” Kata Dava, kemudian Dava pergi menemui Abella.


__ADS_2