
Satu bulan kemudian, hari ini
adalah hari pertama Abella masuk kuliah sebagai mahasiswa baru.
“Aku sangat deg-degan sekali mas,
bagaimana ini?” Tanya Abella sangat gugup. Kemudian Adriano memeluk istrinya.
“Kamu pasti bisa, semangat. Hari ini
aku akan mengantarmu ke kampus.” Kata Adriano.
“Terima kasih suamiku.” Kata Abella.
“Makanlah terlebih dahulu.” Kata Adriano.
“Aku tidak nafsu makan mas, aku
sangat gugup.” Kata Abella.
“Aku akan menyuapimu. Aku tadi
membuatkanmu sarapan.” Kata Adriano.
“Kamu membuat apa memangnya?”
Tanya Abella.
“Aku membuat sandwich, hari ini
aku tidak ada penerbangan jadi aku akan mengantar dan menjemputmu.” Kata Adriano.
“Yes, im a queen today hahahaha. Thank
u my king haha.” Kata Abella.
“Ayo cepat sarapan dulu.” Kata
Adriano.
“Kapan kamu membuatnya mas?”
Tanya Abella.
“Tadi waktu kamu sedang mandi.” Kata
Adriano sambil menyuapi istrinya.
“Sebentar, aku mau mengambil
foto.” Kata Abella.
“Mau kamu unggah di social media?”
__ADS_1
Tanya Adriano.
“Tentu saja, caption of the day
adalah sarapan buatan suami tercinta hahaha.” Kata Abella.
“Dasar berlebihan, kuliahmu jam
berapa?” Tanya Adriano.
“Jam 10 mas.” Kata Abella.
“Jam 8 kita berangkat ya, kamu
kan belum tau ruang kelasmu.” Kata Adriano.
“Iya mas.” Kata Abella.
**
Setibanya di kampus.
“Terima kasih sudah mengantarku
mas, aku berangkat dulu ya.” kata Abella. Kemudian Adriano mencium kening
istrinya.
“Kabari aku ya kalau sudah
selesai kelas.” Kata Adriano.
sedangkan Abella menuju ke kelasnya. Namun dia bertemu dengan Anggi.
“Pamer banget sih pakai di antar suami
dan bermesraan di depan umum lagi. Jalang banget jadi cewek.” Kata Anggi.
“Memang apa urusannya denganmu? Jangan
bilang suamimu tidak pernah memperlakukanmu seperti itu ya? Sepertinya Dava
tidak pernah mengantarmu ya apalagi menciummu dengan mesra hahahaha.” Kata
Abella.
“Jaga mulutmu kalau bicara,
jangan sembarangan. Kamu tidak tau apa-apa tentang aku dan suamiku.” Kata Anggi.
“Aku berpacaran dengan Dava itu
sudah lama tentu saja aku mengerti dia dengan baik sebelum kamu merebutnya. Tapi
tidak apa-apa, lagipula aku tidak butuh Dava. Berkat Dava, aku jadi memiliki
suami yang tajir seperti mas Adriano. Dava kalah jauh dibandingkan dengan
__ADS_1
suamiku. Aku kira kamu perempuan baik-baik karena penampilanmu tapi aku salah.”
Kata Anggi. Karena kesal, Anggi pun menjambak rambut Abella hingga Abella
kesakitan dan terjatuh.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya
Dava tiba-tiba.
“Mas, sedang apa kamu disini?”
Tanya Anggi.
“Aku berniat untuk menghampirimu
tapi aku kaget melihat kelakuanmu yang kasar.” Kata Dava sambil membantu
Abella.
“Lepaskan aku, lebih baik kamu
urus istrimu itu. Dia yang memulainya terlebih dahulu.” Kata Abella, kemudian
dia pergi. Dava kemudian menyeret istrinya dan membawanya ke suatu tempat.
“Mas aku bisa menjelaskan
semuanya kepadamu. Aku tidak bersalah, dia yang memulainya terlebih dahulu
dengan mengejekku.” Kata Anggi.
“Kamu kira aku bisa dengan mudah
mempercayaimu? Aku tau kok Abella itu seperti apa, dia tidak akan marah apalagi
mengejek seseorang jika tidak ada yang memulainya terlebih dahulu. Apa sih
salah dia sehingga kamu membuat malu dengan menjambaknya seperti itu?” Tanya
Dava.
“Kenapa kamu jadi membela Abella?
Aku ini istrimu mas.” Kata Anggi.
“Aku membela siapa yang benar,
dan sudah jelas bahwa kamu bersalah. Aku minta kamu meminta maaf padanya.” Kata
Dava.
“Apa? Tidak mau, aku tidak mau
meminta maaf padanya karena aku tidak bersalah.” Kata Anggi.
“Baiklah, kalau begitu biar aku
__ADS_1
yang meminta maaf padanya.” Kata Dava, kemudian Dava pergi menemui Abella.