
Hari itu, Abella akan pergi ke
salon bersama teman-temannya, sehingga dia menitipkan Darel kepada suaminya.
“Mau kemana kok cantik sekali?”
Tanya Adriano palsu.
“Mau ke salon sama teman-temanku,
waktunya perawatan mas. Setelah itu, aku juga mau makan siang sama mereka.” Kata
Abella.
“Ajak anakmu, aku sibuk.” Kata Adriano
palsu.
“Tidak bisa, gantian mas. Setelah
seharian aku mengurus Darel, sekarang mumpung kamu libur jadi kamu yang jaga
Darel. Biasanya juga begitu kan mas. Aku berangkat dulu, oh iya makanan untuk
Darel sudah aku buatkan jadi nanti tinggal di hangatkan sebentar.” Kata Abella.
“Anak itu tanggung jawabmu. Aku tidak
bisa.” Kata Adriano palsu.
“Hei asal kamu tau ya, menjaga
anak itu tugas suami dan istri jadi tidak bisa semuanya dilimpahkan ke istri
semua. Bikinnya saja berdua jadi menjaganya juga berdua. Aku pergi dulu.” Kata
Abella.
“Dasar kurang ajar, enak saja aku
menjaga anaknya Adriano. Untuk apa aku menjaganya, lebih baik pembantu saja
yang menjaganya.” Kata Adriano palsu dalam hati.
**
Abella bertemu dengan
teman-temannya yaitu Melisa dan Jesica.
“Hai semuanya, maaf ya aku sedikit
terlambat.” Kata Abella.
“Bukan kamu kalau tidak
terlambat.” Gerutu Melisa.
__ADS_1
“Eh kapan hari aku melihat
suamimu di sebuah vila begitu, tapi disana banyak orang seperti penjaga begitu
sih. Apakah ada kamu juga?” Tanya Jesica.
“Hah? Vila? Vila dimana
memangnya? Aku tidak pergi kemana-mana kok sama suamiku, dirumah saja. Mungkin
kamu salah lihat kali.” Kata Abella.
“Mana mungkin salah lihat, coba
lihat foto ini. Ini benar suami kamu kan?” Tanya Jesica.
“Loh sedang apa dia di Vila? Bukannya
ini bu Aira ibu kandungnya Marcelo?” Tanya Abella dalam hati.
“Rumah tangga kamu baik-baik saja
kan Bell?” Tanya Melisa.
“Baik-baik saja kok, memangnya
ini vila di daerah mana?” Tanya Abella.
“Di daerah puncak, ya lumayan
pemandangannya. Dan kebanyakan itu villa milik pribadi dan bukan untuk di
sewakan. Itu villa milik suami kamu ya?” Tanya Jesica.
“Oh mungkin itu villa milik
ibunya, mungkin dia bersama ibunya waktu itu. Kita langsung spa yuk, badanku
lelah semua.” Kata Abella.
“Ok, nanti kita makan siang
dimana enaknya?” Tanya Melisa.
“Bagaimana kalau di resto jepang
saja, sudah lama aku tidak makan makanan khas jepang.” Kata Jesica.
“Boleh, pokoknya hari ini kita
puas-puasin waktu kita bersama.” Kata Abella.
**
Setelah Abella dan teman-temannya
selesai spa, mereka melanjutkan untuk makan siang di restoran jepang, namun
__ADS_1
Melisa tidak bisa ikut karena suaminya menelfon.
“Maaf ya, aku harus pulang dulu. Suamiku
menelfon katanya anakku menangis terus. Aku balik dulu ya.” Kata Melisa.
“Ok, hati-hati ya Mel.” Kata Abella.
Setelah Melisa pulang, tinggalah
Abella dan Jesica berdua.
“Eh kamu bisa antarkan aku ke
vila tadi nggak?” Tanya Abella.
“Kenapa tidak sama suami kamu
saja?” Tanya Jesica.
“Suamiku kan harus bekerja keluar
kota, entah kenapa aku sedikit curiga dengannya.” Kata Abella.
“Jangan curiga dengan suami
sendiri, coba kamu tanyakan padanya terlebuh dahulu.” Kata Jesica.
“Kamu keberatan ya kalau
mengantarku ke vila tadi? Kalau keberatan tidak apa-apa, tapi tolong kasih
alamatnya yang jelas.” Kata Abella.
“Aku bukan keberatan sih tapi kan
tempatnya jauh.” Kata Jesica.
“Kasih alamatnya yang jelas kalau
begitu, aku akan kesana sendiri.” Kata Abella.
“Jangan pergi sendiri, sebenarnya
aku mau mengantarmu tapi pasti suamiku melarangnya karena terlalu jauh.” Kata Jesica.
“Tidak apa-apa, aku berani kok
pergi sendiri. Diantara kita bertiga kan aku yang paling berani.” Kata Abella.
“Haha iya juga sih, nanti aku
kirimkan alamatnya ya. Kita makan dulu yuk, aku lapar.” Kata Jesica.
“Ok, wah sushi nya benar-benar
sangat lezat.” Kata Abella.
__ADS_1