Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 139


__ADS_3

Hari itu, Abella akan pergi ke


salon bersama teman-temannya, sehingga dia menitipkan Darel kepada suaminya.


“Mau kemana kok cantik sekali?”


Tanya Adriano palsu.


“Mau ke salon sama teman-temanku,


waktunya perawatan mas. Setelah itu, aku juga mau makan siang sama mereka.” Kata


Abella.


“Ajak anakmu, aku sibuk.” Kata Adriano


palsu.


“Tidak bisa, gantian mas. Setelah


seharian aku mengurus Darel, sekarang mumpung kamu libur jadi kamu yang jaga


Darel. Biasanya juga begitu kan mas. Aku berangkat dulu, oh iya makanan untuk


Darel sudah aku buatkan jadi nanti tinggal di hangatkan sebentar.” Kata Abella.


“Anak itu tanggung jawabmu. Aku tidak


bisa.” Kata Adriano palsu.


“Hei asal kamu tau ya, menjaga


anak itu tugas suami dan istri jadi tidak bisa semuanya dilimpahkan ke istri


semua. Bikinnya saja berdua jadi menjaganya juga berdua. Aku pergi dulu.” Kata


Abella.


“Dasar kurang ajar, enak saja aku


menjaga anaknya Adriano. Untuk apa aku menjaganya, lebih baik pembantu saja


yang menjaganya.” Kata Adriano palsu dalam hati.


**


Abella bertemu dengan


teman-temannya yaitu Melisa dan Jesica.


“Hai semuanya, maaf ya aku sedikit


terlambat.” Kata Abella.


“Bukan kamu kalau tidak


terlambat.” Gerutu Melisa.

__ADS_1


“Eh kapan hari aku melihat


suamimu di sebuah vila begitu, tapi disana banyak orang seperti penjaga begitu


sih. Apakah ada kamu juga?” Tanya Jesica.


“Hah? Vila? Vila dimana


memangnya? Aku tidak pergi kemana-mana kok sama suamiku, dirumah saja. Mungkin


kamu salah lihat kali.” Kata Abella.


“Mana mungkin salah lihat, coba


lihat foto ini. Ini benar suami kamu kan?” Tanya Jesica.


“Loh sedang apa dia di Vila? Bukannya


ini bu Aira ibu kandungnya Marcelo?” Tanya Abella dalam hati.


“Rumah tangga kamu baik-baik saja


kan Bell?” Tanya Melisa.


“Baik-baik saja kok, memangnya


ini vila di daerah mana?” Tanya Abella.


“Di daerah puncak, ya lumayan


pemandangannya. Dan kebanyakan itu villa milik pribadi dan bukan untuk di


sewakan. Itu villa milik suami kamu ya?” Tanya Jesica.


“Oh mungkin itu villa milik


ibunya, mungkin dia bersama ibunya waktu itu. Kita langsung spa yuk, badanku


lelah semua.” Kata Abella.


“Ok, nanti kita makan siang


dimana enaknya?” Tanya Melisa.


“Bagaimana kalau di resto jepang


saja, sudah lama aku tidak makan makanan khas jepang.” Kata Jesica.


“Boleh, pokoknya hari ini kita


puas-puasin waktu kita bersama.” Kata Abella.


**


Setelah Abella dan teman-temannya


selesai spa, mereka melanjutkan untuk makan siang di restoran jepang, namun

__ADS_1


Melisa tidak bisa ikut karena suaminya menelfon.


“Maaf ya, aku harus pulang dulu. Suamiku


menelfon katanya anakku menangis terus. Aku balik dulu ya.” Kata Melisa.


“Ok, hati-hati ya Mel.” Kata Abella.


Setelah Melisa pulang, tinggalah


Abella dan Jesica berdua.


“Eh kamu bisa antarkan aku ke


vila tadi nggak?” Tanya Abella.


“Kenapa tidak sama suami kamu


saja?” Tanya Jesica.


“Suamiku kan harus bekerja keluar


kota, entah kenapa aku sedikit curiga dengannya.” Kata Abella.


“Jangan curiga dengan suami


sendiri, coba kamu tanyakan padanya terlebuh dahulu.” Kata Jesica.


“Kamu keberatan ya kalau


mengantarku ke vila tadi? Kalau keberatan tidak apa-apa, tapi tolong kasih


alamatnya yang jelas.” Kata Abella.


“Aku bukan keberatan sih tapi kan


tempatnya jauh.” Kata Jesica.


“Kasih alamatnya yang jelas kalau


begitu, aku akan kesana sendiri.” Kata Abella.


“Jangan pergi sendiri, sebenarnya


aku mau mengantarmu tapi pasti suamiku melarangnya karena terlalu jauh.” Kata Jesica.


“Tidak apa-apa, aku berani kok


pergi sendiri. Diantara kita bertiga kan aku yang paling berani.” Kata Abella.


“Haha iya juga sih, nanti aku


kirimkan alamatnya ya. Kita makan dulu yuk, aku lapar.” Kata Jesica.


“Ok, wah sushi nya benar-benar


sangat lezat.” Kata Abella.

__ADS_1


__ADS_2