Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 30


__ADS_3

Tiara dilarikan ke rumah sakit dan lagi-lagi Fardan yang membawa Tiara ke rumah sakit. Tiara harus menjalani operasi caesar, akhirnya Fardan yang menandatangani surat persetujuan menjalani operasi, bahkan Fardan mengaku sebagai suami dari Tiara.


Akhirnya Tiara masuk kedalam ruang operasi, Fardan dengan setia menunggu operasi Tiara sampai selesai.


Beberapa jam kemudian, operasi telah selesai. Setelah itu Tiara dipindahkan ke ruang pasca operasi sehingga terpisah dengan bayinya.


Fardan tampak sangat bahagia melihat bayi Tiara dan menangis saat mendengar suara tangisan bayi Tiara.


Setelah Tiara pulih, barulah Tiara dipindahkan ke ruang rawat inap. Fardan pun menghampiri Tiara.


“Sayang anak kita sudah lahir, terima kasih telah melahirkan anak kita, terima kasih sayang kamu telah memberiku gelar seorang ayah, aku pasti akan menyayanginya dengan sepenuh hati.” Kata Fardan.


“Dia sangat bahagia, dia yang membawaku ke rumah sakit. Dia bukan suamiku, suamiku bahkan tidak tau kalau aku sedang berjuang melahirkan anaknya.” Kata Tiara dalam hati.


“Aku ingin melihat bayiku.” Kata Tiara.


“Dia sangat lucu, tampan dan menggemaskan.” Kata Fardan.


“Antarkan aku melihat bayiku.” Kata Tiara.


Akhirnya suster membawa bayi Tiara kedalam kamar Tiara.


“Ini bayinya, dia lahir dengan sehat. Selamat ya untuk bapak dan ibu.” Kata suster tersebut.


“Terima kasih.” Jawab Tiara, lalu dia menggendong bayinya dengan sangat hati-hati, bahkan dia mencium lembut bayinya.


“Anak mama sangat tampan, kamu adalah segalanya. Mama sangat mencintaimu dan menyayangimu nak.” Kata Tiara.


“Dia mirip sekali denganmu.” Kata Fardan.


“Tapi matanya mirip denganmu.” Kata Tiara.


“Biar aku yang memberinya nama untuk anak kita.” Kata Fardan.

__ADS_1


“Jangan, ibu yang akan memberi nama bayi ini.” Kata Tiara.


“Tapi aku ayahnya jadi aku lebih berhak kan.” Kata Fardan.


“Aku mohon jangan.” Kata Tiara.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Fardan.


Kemudian Tiara menelfon suaminya.


“Aku mau menelfon suamiku.” Kata Tiara.


“Seharusnya dia ada disini menemanimu melahirkan tapi dia malah sibuk dengan pekerjaannya.” Kata Fardan.


Tiara menelfon suaminya.


“Hallo mas.” Kata Tiara.


“Bayi kita sudah lahir.” Kata Tiara.


“Apa? Apa apa aku tidak salah dengar? Jadi anak kedua kita sudah lahir? Aku akan memesan tiket kesana sekarang juga, tunggu aku ya sayang.” Kata Daniel.


“Iya mas, anak kita laki-laki dan dia lahir dengan sehat.” Kata Tiara.


“Pasti ibu akan menerimamu setelah ini sayang.” Kata Daniel.


“Ibu akan menerima dan menyayangi anak ini bukan aku mas, karena sampai kapanpun ibu tidak akan pernah berdamai denganku.” Kata Tiara.


“Jangan bicara seperti itu, aku akan bilang pada ibu bahwa kamu melahirkan anak laki-laki.” Kata Daniel.


**


Keesokan harinya.

__ADS_1


Daniel dan ibunya tiba di rumah sakit.


“Sayang.” Kata Daniel.


“Papa nenek.” Panggil Kevia.


“Cucuku, cucu laki-laki satu-satunya.” Kata Anggita lalu dia menggendong bayi Tiara.


“Adikku sangat lucu kan nek.” Kata Kevia, namun Anggita tidak mendnegarkan Kevia karena dia fokus menggendong cucu laki-lakinya tersebut.


“Tentu saja adik bayi sangat lucu.” Kata Tiara.


“Kenapa kamu tidak menelfonku saat akan melahirkan? Jadi kan aku bisa menemanimu saat melahirkan.” Kata Daniel.


“Aku sudah mencoba menelfonmu tapi tidak ada jawaban, lalu aku datang ke rumah sakit sendiri.” Kata Tiara.


“Maafkan aku sayang.” Kata Daniel.


“Ibu sudah menetapkan nama untuknya.” Kata Anggita.


“Biar aku dan Tiara yang memberi nama untuk anak kami bu.” Kata Daniel.


“Hanya ibu yang berhak memberi nama.” Kata Anggita.


“Tapi bu.” Kata Daniel.


“Sudahlah mas, tidak apa-apa.” Kata Tiara.


“Tapi kita orang tuanya jauh lebih berhak kan sayang.” Kata Daniel.


“Sudahlah mas biar ibu saja yang memberikan nama.” Kata Tiara.


“Ibu akan mengumumkan nama itu saat acara saja, ibu akan menggelar pesta penyambutan untuk anak kalian secara mewah.” Kata Anggita.

__ADS_1


__ADS_2