Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 152


__ADS_3

Hari itu Adriano pergi menemui Marcelo dan Aira di penjara. Pertama


dia menemui Aira terlebih dahulu.


“Untuk apa kamu datang kesini? Kamu pasti akan menertawakanku kan?”


Tanya Aira.


“Apakah ibu yang memiliki ide busuk seperti ini? Apakah ibu dalang


dibalik semua ini?” Tanya Adriano.


“Jangan salahkan anakku, tapi salahkan ayah dan ibumu. Kalau bukan


karena mereka pasti aku tidak akan sampai sejauh ini.” Kata Aira.


“Jangan menyalahkan orang lain, sebaiknya ibu menyalahkan diri ibu


sendiri. Jawab pertanyaanku apakah ibu dalang dibalik ini semua? Apakah ibu


juga yang menyuruh Marcelo untuk operasi plastic agar terlihat sangat mirip


denganku?” Tanya Adriano.


“Iya, jika kamu marah pada Marcelo salahkan aku. Jika kamu bahkan


ingin membunuh Marcelo maka bunuhlah aku.” Kata Aira.


“Tidak, aku tidak akan menggunakan tanganku untuk melakukan hal itu.


Tapi aku akan membuat ibu dan anak ibu menderita. Jika ibu ingin aku cabut


tuntutan ibu, ibu harus melakukan satu hal untukku.” Kata Adriano.


“Apa maksud kamu?” Tanya Aira.


“Aku bisa mencabut tuntutan ibu maupun anak ibu lalu mengirim kalian


berdua ke Singapore kembali jika ibu melakukan satu hal untukku.” Kata Adriano.


“Apa yang bisa aku lakukan? Aku akan melakukannya.” Kata Aira.


“Rusaklah wajah Marcelo, aku sangat jijik melihatnya memiliki wajah


yang sangat mirip denganku. Dengan begitu, aku bisa memaafkan kalian berdua.”


Kata Adriano.


“Apa kamu bilang? Lebih baik kamu bunuh saja aku.” Kata Aira.


“Aku akan membuat dia menderita didalam penjara seumur hidup dan aku


bisa membuat dia babak belur didalam penjara. Jadi pikirkan dengan baik


tawaranku.” Kata Adriano.


“Baiklah, aku akan melakukannya yang penting anakku bisa lolos dari


penjara.” Kata Aira.


**

__ADS_1


Aira menyetujui tawaran Adriano yaitu dengan merusak wajah anaknya


agar tidak lagi mirip dengan wajah Adriano.


“Apakah dengan aku melakukan hal ini, kamu akan membebaskanku dan


anakku?” Tanya Aira.


“Tentu saja. Gunakan ini untuk merusak wajah anakmu.” Kata Adriano


sambil memberikan dua kotak.


“Apa isinya?” Tanya Aira.


“Silahkan pilih.” Kata Adriano.


“Aku akan memilih kotak nomor 2.” Kata Aira.


Kemudian Aira membuka kotak tersebut dan isinya adalah sebotol


minuman keras.


“Astaga apa ini, mana mungkin aku tega melakukan ini pada anakku?”


Kata Aira.


“Itu pilihanmu, kalau tidak mau tidak apa-apa, aku tidak akan


mencabut gugatan kalian jadi kalian akan mendekam didalam penjara selamanya.”


Kata Adriano.


“Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu.” Kata Aira.


adalah kalian memanfaatkan anak dan istriku. Istriku hampir saja tertipu oleh


si Marcelo. Jadi bagaimana apakah ibu akan melakukannya atau tidak?” Tanya


Adriano.


“Aku akan melakukannya.” Kata Aira.


“Baiklah, semua pilihan memang ada di tangan ibu.” Kata Adriano.


**


Keesokan harinya, Adriano, Aira dan juga Marcelo saling bertemu. Aira


segera mengambil minuman keras tersebut untuk ditumpahkan ke wajah anaknya


sendiri yaitu Marcelo.


“Ma, tumpahkan saja padaku. Anggap saja ini caraku membayar semua


dosaku.” Kata Marcelo.


“Maafkan mama sayang, mama benar-benar bodoh karena memilih jalan


ini. Mama pikir kita akan hidup bahagia setelah ini namun kita justru harus


menuai ini semua.” Kata Aira sambil menangis karena tidak tega dengan anaknya.

__ADS_1


“Adriano aku mohon, jangan lakukan hal ini padaku dan ibuku. Tolong


berpikirlah kembali dengan semua tindakanmu, tolong maafkan kamu.” Kata Marcelo


sambil berlutut di hadapan Adriano.


“Apakah kamu memikirkan bagaimana rasanya disekap seperti yang kamu


lakukan padaku? Kamu mengikatku dengan rantai bahkan kamu tidak memberiku makan


dan minum beberapa hari lalu kamu mencambukku, meludahiku dan masih banyak


lagi. Aku bahkan kehilangan lisensiku sebagai pilot karena ulahmu. Inilah


saatnya aku melakukan hal yang pantas untuk kalian terima.” Kata Adriano.


“Ini semua salahku dan aku khilaf saat itu, aku akan melakukan


operasi plastic kalau begitu untuk merubah wajahku agar tidak lagi mirip


denganmu.” Kata Marcelo.


Tiba-tiba Aira menyiramkan minuman tersebut ke wajahnya sendiri, dan


dia mengalami rasa sakit yang sangat mendalam hingga dia berteriak sekencang


mungkin. Hal ini membuat Marcelo sangat marah dan kecewa.


“Aaaaaaaaa mama kenapa kamu melakukan itu? Seharusnya tumpahkan saja


padaku ma, mama jangan tinggalkan aku. Apakah kamu sudah puas sekarang melihat


ibuku seperti ini.” Kata Marcelo.


“Ibumu menanggung semuanya demi anak sepertimu, seharusnya kamu


merasa bersalah padanya.” Kata Adriano.


**


Aira mengalami luka yang sangat serius di wajah dan tubuhnya sehingga


nyawa Aira tidak dapat tertolong lagi. Marcelo sangat menyesali semua


perbuatannya dan sangat merasa bersalah pada ibunya.


Di pemakaman Aira.


“Istirahatlah dengan tenang ma, Marcelo janji akan berbuat baik


setelah ini.” Kata Marcelo sambil menangis di atas pusara Aira.


“Aku telah mencabut semua gugatanmu dan ibumu.” Kata Adriano.


“Kenapa kamu harus melakukannya melalui ibuku? Kenapa kamu tidak


langsung saja melakukannya padaku?” Tanya Marcelo.


“Kenapa juga kamu harus melibatkan aku, anak dan istriku? Kenapa kamu


tidak langsung saja membalas kepada orang tuaku?” Tanya Adriano.

__ADS_1


“Maafkan aku, setelah ini aku akan pergi.” Kata Marcelo.


“Jaga dirimu dan bersikaplah baik seperti janjimu pada ibumu.” Kata Adriano.


__ADS_2