
Hari itu Adriano pergi menemui Marcelo dan Aira di penjara. Pertama
dia menemui Aira terlebih dahulu.
“Untuk apa kamu datang kesini? Kamu pasti akan menertawakanku kan?”
Tanya Aira.
“Apakah ibu yang memiliki ide busuk seperti ini? Apakah ibu dalang
dibalik semua ini?” Tanya Adriano.
“Jangan salahkan anakku, tapi salahkan ayah dan ibumu. Kalau bukan
karena mereka pasti aku tidak akan sampai sejauh ini.” Kata Aira.
“Jangan menyalahkan orang lain, sebaiknya ibu menyalahkan diri ibu
sendiri. Jawab pertanyaanku apakah ibu dalang dibalik ini semua? Apakah ibu
juga yang menyuruh Marcelo untuk operasi plastic agar terlihat sangat mirip
denganku?” Tanya Adriano.
“Iya, jika kamu marah pada Marcelo salahkan aku. Jika kamu bahkan
ingin membunuh Marcelo maka bunuhlah aku.” Kata Aira.
“Tidak, aku tidak akan menggunakan tanganku untuk melakukan hal itu.
Tapi aku akan membuat ibu dan anak ibu menderita. Jika ibu ingin aku cabut
tuntutan ibu, ibu harus melakukan satu hal untukku.” Kata Adriano.
“Apa maksud kamu?” Tanya Aira.
“Aku bisa mencabut tuntutan ibu maupun anak ibu lalu mengirim kalian
berdua ke Singapore kembali jika ibu melakukan satu hal untukku.” Kata Adriano.
“Apa yang bisa aku lakukan? Aku akan melakukannya.” Kata Aira.
“Rusaklah wajah Marcelo, aku sangat jijik melihatnya memiliki wajah
yang sangat mirip denganku. Dengan begitu, aku bisa memaafkan kalian berdua.”
Kata Adriano.
“Apa kamu bilang? Lebih baik kamu bunuh saja aku.” Kata Aira.
“Aku akan membuat dia menderita didalam penjara seumur hidup dan aku
bisa membuat dia babak belur didalam penjara. Jadi pikirkan dengan baik
tawaranku.” Kata Adriano.
“Baiklah, aku akan melakukannya yang penting anakku bisa lolos dari
penjara.” Kata Aira.
**
__ADS_1
Aira menyetujui tawaran Adriano yaitu dengan merusak wajah anaknya
agar tidak lagi mirip dengan wajah Adriano.
“Apakah dengan aku melakukan hal ini, kamu akan membebaskanku dan
anakku?” Tanya Aira.
“Tentu saja. Gunakan ini untuk merusak wajah anakmu.” Kata Adriano
sambil memberikan dua kotak.
“Apa isinya?” Tanya Aira.
“Silahkan pilih.” Kata Adriano.
“Aku akan memilih kotak nomor 2.” Kata Aira.
Kemudian Aira membuka kotak tersebut dan isinya adalah sebotol
minuman keras.
“Astaga apa ini, mana mungkin aku tega melakukan ini pada anakku?”
Kata Aira.
“Itu pilihanmu, kalau tidak mau tidak apa-apa, aku tidak akan
mencabut gugatan kalian jadi kalian akan mendekam didalam penjara selamanya.”
Kata Adriano.
“Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu.” Kata Aira.
adalah kalian memanfaatkan anak dan istriku. Istriku hampir saja tertipu oleh
si Marcelo. Jadi bagaimana apakah ibu akan melakukannya atau tidak?” Tanya
Adriano.
“Aku akan melakukannya.” Kata Aira.
“Baiklah, semua pilihan memang ada di tangan ibu.” Kata Adriano.
**
Keesokan harinya, Adriano, Aira dan juga Marcelo saling bertemu. Aira
segera mengambil minuman keras tersebut untuk ditumpahkan ke wajah anaknya
sendiri yaitu Marcelo.
“Ma, tumpahkan saja padaku. Anggap saja ini caraku membayar semua
dosaku.” Kata Marcelo.
“Maafkan mama sayang, mama benar-benar bodoh karena memilih jalan
ini. Mama pikir kita akan hidup bahagia setelah ini namun kita justru harus
menuai ini semua.” Kata Aira sambil menangis karena tidak tega dengan anaknya.
__ADS_1
“Adriano aku mohon, jangan lakukan hal ini padaku dan ibuku. Tolong
berpikirlah kembali dengan semua tindakanmu, tolong maafkan kamu.” Kata Marcelo
sambil berlutut di hadapan Adriano.
“Apakah kamu memikirkan bagaimana rasanya disekap seperti yang kamu
lakukan padaku? Kamu mengikatku dengan rantai bahkan kamu tidak memberiku makan
dan minum beberapa hari lalu kamu mencambukku, meludahiku dan masih banyak
lagi. Aku bahkan kehilangan lisensiku sebagai pilot karena ulahmu. Inilah
saatnya aku melakukan hal yang pantas untuk kalian terima.” Kata Adriano.
“Ini semua salahku dan aku khilaf saat itu, aku akan melakukan
operasi plastic kalau begitu untuk merubah wajahku agar tidak lagi mirip
denganmu.” Kata Marcelo.
Tiba-tiba Aira menyiramkan minuman tersebut ke wajahnya sendiri, dan
dia mengalami rasa sakit yang sangat mendalam hingga dia berteriak sekencang
mungkin. Hal ini membuat Marcelo sangat marah dan kecewa.
“Aaaaaaaaa mama kenapa kamu melakukan itu? Seharusnya tumpahkan saja
padaku ma, mama jangan tinggalkan aku. Apakah kamu sudah puas sekarang melihat
ibuku seperti ini.” Kata Marcelo.
“Ibumu menanggung semuanya demi anak sepertimu, seharusnya kamu
merasa bersalah padanya.” Kata Adriano.
**
Aira mengalami luka yang sangat serius di wajah dan tubuhnya sehingga
nyawa Aira tidak dapat tertolong lagi. Marcelo sangat menyesali semua
perbuatannya dan sangat merasa bersalah pada ibunya.
Di pemakaman Aira.
“Istirahatlah dengan tenang ma, Marcelo janji akan berbuat baik
setelah ini.” Kata Marcelo sambil menangis di atas pusara Aira.
“Aku telah mencabut semua gugatanmu dan ibumu.” Kata Adriano.
“Kenapa kamu harus melakukannya melalui ibuku? Kenapa kamu tidak
langsung saja melakukannya padaku?” Tanya Marcelo.
“Kenapa juga kamu harus melibatkan aku, anak dan istriku? Kenapa kamu
tidak langsung saja membalas kepada orang tuaku?” Tanya Adriano.
__ADS_1
“Maafkan aku, setelah ini aku akan pergi.” Kata Marcelo.
“Jaga dirimu dan bersikaplah baik seperti janjimu pada ibumu.” Kata Adriano.