Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 155


__ADS_3

Keesokan harinya, Abella sedang menyiapkan makanan untuk suami dan


anaknya.


“Selamat pagi sayang.” Kata Adriano.


“Selamat pagi juga suamiku, tunggu sebentar ya aku sedang menyiapkan


makanan untuk kalian.” Kata Abella.


“Iya, oh iya ada kabar bagus dari Marcelo.” Kata Adriano.


“Ada apa memangnya mas?” Tanya Abella.


“Minggu depan kita harus terbang ke Surabaya, Marcelo akan menikah


minggu depan.” Kata Adriano.


“Kamu yakin kita harus datang? Sepertinya aku tidak akan datang.”


Kata Abella.


“Datang saja, lagipula dia sudah berubah baik dan tidak seperti dulu.


Kamu akan kaget jika melihat penampilannya nanti.” Kata Adriano.


“Kaget kenapa?” Tanya Abella.


“Dia tidak lagi mirip denganku, dia melakukan operasi plastik. Aku


sangat lega dengan keputusannya. Dia melakukan hal itu karena dia merasa


bersalah padaku dan pada ibunya.” Kata Adriano.


“Baguslah kalau begitu.” Kata Abella.


“Kamu datanglah ya, aku tidak akan datang kalau kamu tidak mau datang


juga.” Kata Adriano.


“Baiklah aku akan datang, nanti Darel biar sama mbak Ayu saja.” Kata


Abella.


“Di ajak juga tidak apa-apa kok sayang. Ya sekalian sama berlibur


lah.” Kata Adriano.


“Kamu ya yang mengurus Darel? Dia lagi aktif-aktifnya sayang, aku


lelah sekali kalau bepergian jauh sambil mengajak Darel.” Kata Abella.

__ADS_1


“Iya aku yang mengurus dan menjaganya.” Kata Adriano.


“Tolong bangunkan Darel ya, makanannya sudah siap.” Kata Abella.


“Iya sayang.” Kata Adriano sambil mencium istrinya.


**


Abella dan Adriano serta anaknya menuju bandara untuk terbang ke


Surabaya.


“Pa kita mau kemana?” Tanya Darel.


“Kita mau ke Surabaya, kita mau bertemu dengan om Marcelo, dia mau


menikah. Kamu belum pernah bertemu dengan om Marcelo kan?” Tanya Adriano.


“Om Marcelo itu siapa pa?” Tanya Darel.


“Dia adalah kakaknya papa.” Kata Adriano.


“Papa punya kakak? Mama bilang kalau papa adalah anak satu-satunya


oma dan opa.” Kata Darel.


“Hehe maaf sayang, aku memberitahu Darel seperti itu.” Kata Abella


“Hmmmmm belum cukup ya dandan dirumah tadi?” Tanya Adriano.


“Tadi kamu buru-buru sih mas, Darel juga rewel jadi tidak sempat


memakai alis.” Kata Abella.


“Jangan terlalu tebal, aku lebih suka make up kamu yang tipis dan


terlihat natural.” Kata Adriano.


“Alisku ini super tipis mas, sudahlah jangan menggangguku. Nanti bisa


tidak sama antara yang kiri dan kanan.” Kata Abella.


Setibanya di bandara.


“Lets go, kita terbang ke Surabaya.” Kata Adriano sambil menggendong


anaknya.


“Ma ayo cepat.” Teriak Darel.


“Tunggu sebentar, poni mama berantakan dek. Mas tolong bawakan kopernya.”

__ADS_1


Kata Abella.


“Mana bisa sayang, aku menggendong Darel. Kamu saja yang membawa


kopernya, lagipula itu barang milikmu, aku hanya membawa baju sedikit saja


sisanya milikmu.” Kata Adriano.


“Tapi kan berat mas, kamu tega sekali padaku.” Kata Abella cemberut.


“Baiklah, biar aku yang bawa dorong kopernya.” Kata Adriano.


“Darel turun dek, kamu sudah besar bisa jalan sendiri kan.” Kata Abella.


“Iya ma.” Kata Darel.


“Nurut sekali Darel sama kamu.” Kata Adriano.


“Tentu saja, ayo mas cepat bawa kopernya.” Kata Abella sambil


menggandeng anaknya.


“Ma, Darel ingin beli es krim, boleh tidak?” Tanya Darel.


“Boleh makan es krim setelah makan siang, sekarang sudah waktunya


makan siang belum?” Tanya Abella.


“Belum, tapi Darel pingin sekarang ma. Boleh ya ma, please.” Kata


Darel.


“Hanya sekali saja ya, kalau mau makan es krim jangan sampai bajunya


kotor. Kalau bajunya kotor, kamu tidak boleh ikut naik pesawat, mengerti?” Kata


Abella.


“Siap mama.” Kata Darel bersemangat.


“Tunggu disini, mama belikan dulu ya.” Kata Abella.


“Aku ikut juga ya ma.” Kata Darel.


“Hanya beli satu saja ya, tidak boleh lebih. Karena yang berlebihan


adalah?” Kata Abella.


“Yang berlebihan adalah tidak baik.” Kata Darel.


“Good boy.” Kata Abella.

__ADS_1


__ADS_2