Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 85


__ADS_3

Dava menjambak rambut Abella


sehingga Abella kesakitan, Abella pun berusaha kabur dengan menendang kaki


Dava. Kemudian dia segera berlari sambil menelfon suaminya namun sayang sekali


karena  Dava berhasil menangkap Abella.


“Lepaskan aku.” Bentak Abella.


“Aku tidak akan kasar padamu jika


kamu menurut padaku. Ikut aku.” Kata Dava paksa, Abella pun menurutinya.


“Cepat masuk mobil.” Kata Dava.


“Sebenarnya mau kemana sih?”


Tanya Abella.


“Sudah cepat masuk saja.” Kata


Dava.


Dava pun melanjutkan


perjalanannya hingga tiba di villa.


“Mau apa kamu mengajakku ke vila?


Pulangkan aku sekarang juga.” Kata Abella.


“Cepat turun.” Kata Dava.


“Dasar Dava brengsek, bagaimana


caraku kabur.” Kata Abella dalam hati. Kemudian dia diam-diam mengambil sebuah


tali yang ia temukan di pinggir jalan. Kemudian dengan cepat dia menendang Dava


dengan keras lalu mengikat tangan dan kaki Dava.


“Kamu pikir aku tidak bisa


berbuat kasar denganmu? Kamu salah jika melawanku.” Kata Abella sambil mengikat


tangan dan kaki Dava.


“Lepaskan aku, kamu tega


melakukan ini padaku?” Tanya Dava.


“Jangan berani macam-macam dengan


mengajakku ke villa.” Kata Abella.


“Aku hanya ingin menikmati waktu


berdua denganmu saja sayang.” Kata Dava.

__ADS_1


“Nikmati saja waktumu berdua


dengan istrimu dasar bodoh. Selamat tinggal, aku masih baik hati ya jadi aku


akan mengirim fotomu terikat seperti ini kepada istrimu.” Kata Abella, kemudian


dia segera pergi meninggalkan Dava. Dan tepat sekali karena Adriano datang,


Abella pun segera berlari ke pelukan suaminya.


“Kenapa kamu sangat lama dasar


bodoh.” Kata Abella sambil menitikkan air mata.


“Maafkan aku sayang, kamu tidak


apa-apa kan?” Tanya Adriano sambil mengusap air matanya.


“Tidak apa-apa, ayo kita pergi


sekarang juga.” Kata Abella.


“Dava bagaimana? Dia tidak


macam-macam denganmu kan?” Tanya Adriano.


“Aku tadi menendangnya lalu


mengikat tangan kakinya dengan tali.” Kata Abella.


“Haruskah aku melaporkan ke


“Tidak perlu, lebih baik kita


pulang sekarang saja.” Kata Abella.


“Baiklah, maafkan aku karena


telat menjemputmu. Kurang ajar si Dava, aku ingin menghajarnya sampai babak


belur.” Kata Adriano.


“Lupakan, kamu tidak perlu


menghajarnya, aku sudah menendangnya hingga dia kesakitan. Kalau kamu ingin


membalasnya buat dia cemburu dan malu saja, aku pikir itu adalah cara balas


dendam yang sangat ampuh mas.” Kata Abella.


“Ide bagus, kalau gitu kita


sekarang pulang ya, makan dulu ya pasti kamu kelaparan.” Kata Adriano.


“Aku ingin makan steak.” Kata Abella.


“Iya, aku akan membelikanmu.” Kata


Adriano.

__ADS_1


“Makan di restoran hotel dong


mas.” Kata Abella.


“Iya aku akan menurutimu.” Kata Adriano.


“Jadi kapan kita berangkat ke


korea mas?” Tanya Abella.


“Aku masih mengajukan cuti libur,


semoga saja atasanku bisa memberikan ijin cuti.” Kata Adriano.


“Yes, korea im coming.” Kata Abella


sangat bahagia.


“Kamu pasti tadi sangat ketakutan


ya saat bersama Dava?” Tanya Adriano.


“Tentu saja, namun aku berusaha


untuk tenang dan memikirkan bagaimana caraku untuk kabur.” Kata Abella.


“Aku minta maaf yak arena datang


terlambat.” Kata Adriano.


“Yang penting aku selamat dan


baik-baik saja. Ayo cepat mas aku sangat lapar dan ingin segera makan steak.” Kata


Abella.


“Ok, enaknya kita makan di


restoran mana ya?” Tanya Adriano.


“Bagaimana kalau di hotel excel? Tapi


sepertinya makanan disana sangat mahal sih, bagaimana?” Tanya Abella.


“Tidak masalah, untuk apa uang


banyak kalau tidak dibelanjakan haha.” Kata Adriano.


“Wah mulai sombong nih, untung


saja aku minta pergi ke korea. Pokoknya aku akan jalan-jalan sepuasnya selama


di korea.” Kata Abella.


“Yang penting bagiku adalah


***-*** denganmu, aku tidak sabar ingin unboxing kamu lagi haha.” Kata Adriano.


“Hmmmm iya iya.” Gerutu Abella.

__ADS_1


__ADS_2