
Dava menjambak rambut Abella
sehingga Abella kesakitan, Abella pun berusaha kabur dengan menendang kaki
Dava. Kemudian dia segera berlari sambil menelfon suaminya namun sayang sekali
karena Dava berhasil menangkap Abella.
“Lepaskan aku.” Bentak Abella.
“Aku tidak akan kasar padamu jika
kamu menurut padaku. Ikut aku.” Kata Dava paksa, Abella pun menurutinya.
“Cepat masuk mobil.” Kata Dava.
“Sebenarnya mau kemana sih?”
Tanya Abella.
“Sudah cepat masuk saja.” Kata
Dava.
Dava pun melanjutkan
perjalanannya hingga tiba di villa.
“Mau apa kamu mengajakku ke vila?
Pulangkan aku sekarang juga.” Kata Abella.
“Cepat turun.” Kata Dava.
“Dasar Dava brengsek, bagaimana
caraku kabur.” Kata Abella dalam hati. Kemudian dia diam-diam mengambil sebuah
tali yang ia temukan di pinggir jalan. Kemudian dengan cepat dia menendang Dava
dengan keras lalu mengikat tangan dan kaki Dava.
“Kamu pikir aku tidak bisa
berbuat kasar denganmu? Kamu salah jika melawanku.” Kata Abella sambil mengikat
tangan dan kaki Dava.
“Lepaskan aku, kamu tega
melakukan ini padaku?” Tanya Dava.
“Jangan berani macam-macam dengan
mengajakku ke villa.” Kata Abella.
“Aku hanya ingin menikmati waktu
berdua denganmu saja sayang.” Kata Dava.
__ADS_1
“Nikmati saja waktumu berdua
dengan istrimu dasar bodoh. Selamat tinggal, aku masih baik hati ya jadi aku
akan mengirim fotomu terikat seperti ini kepada istrimu.” Kata Abella, kemudian
dia segera pergi meninggalkan Dava. Dan tepat sekali karena Adriano datang,
Abella pun segera berlari ke pelukan suaminya.
“Kenapa kamu sangat lama dasar
bodoh.” Kata Abella sambil menitikkan air mata.
“Maafkan aku sayang, kamu tidak
apa-apa kan?” Tanya Adriano sambil mengusap air matanya.
“Tidak apa-apa, ayo kita pergi
sekarang juga.” Kata Abella.
“Dava bagaimana? Dia tidak
macam-macam denganmu kan?” Tanya Adriano.
“Aku tadi menendangnya lalu
mengikat tangan kakinya dengan tali.” Kata Abella.
“Haruskah aku melaporkan ke
“Tidak perlu, lebih baik kita
pulang sekarang saja.” Kata Abella.
“Baiklah, maafkan aku karena
telat menjemputmu. Kurang ajar si Dava, aku ingin menghajarnya sampai babak
belur.” Kata Adriano.
“Lupakan, kamu tidak perlu
menghajarnya, aku sudah menendangnya hingga dia kesakitan. Kalau kamu ingin
membalasnya buat dia cemburu dan malu saja, aku pikir itu adalah cara balas
dendam yang sangat ampuh mas.” Kata Abella.
“Ide bagus, kalau gitu kita
sekarang pulang ya, makan dulu ya pasti kamu kelaparan.” Kata Adriano.
“Aku ingin makan steak.” Kata Abella.
“Iya, aku akan membelikanmu.” Kata
Adriano.
__ADS_1
“Makan di restoran hotel dong
mas.” Kata Abella.
“Iya aku akan menurutimu.” Kata Adriano.
“Jadi kapan kita berangkat ke
korea mas?” Tanya Abella.
“Aku masih mengajukan cuti libur,
semoga saja atasanku bisa memberikan ijin cuti.” Kata Adriano.
“Yes, korea im coming.” Kata Abella
sangat bahagia.
“Kamu pasti tadi sangat ketakutan
ya saat bersama Dava?” Tanya Adriano.
“Tentu saja, namun aku berusaha
untuk tenang dan memikirkan bagaimana caraku untuk kabur.” Kata Abella.
“Aku minta maaf yak arena datang
terlambat.” Kata Adriano.
“Yang penting aku selamat dan
baik-baik saja. Ayo cepat mas aku sangat lapar dan ingin segera makan steak.” Kata
Abella.
“Ok, enaknya kita makan di
restoran mana ya?” Tanya Adriano.
“Bagaimana kalau di hotel excel? Tapi
sepertinya makanan disana sangat mahal sih, bagaimana?” Tanya Abella.
“Tidak masalah, untuk apa uang
banyak kalau tidak dibelanjakan haha.” Kata Adriano.
“Wah mulai sombong nih, untung
saja aku minta pergi ke korea. Pokoknya aku akan jalan-jalan sepuasnya selama
di korea.” Kata Abella.
“Yang penting bagiku adalah
***-*** denganmu, aku tidak sabar ingin unboxing kamu lagi haha.” Kata Adriano.
“Hmmmm iya iya.” Gerutu Abella.
__ADS_1