Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 21


__ADS_3

Abella dan Adriano kembali pulang ke rumah.


“Besok aku ada jadwal terbang selama empat hari, jangan sampai kamu


merindukanku ya.” Kata Adriano.


“Apa? Merindukanmu? Tidak akan, sekalian saja pergi yang jauh.” Kata Abella.


“Hei hati-hati kamu ya kalau bicara.” Bentak Adriano dengan sangat kesal,


Abella pun ketakutan sambil menunduk tanpa memandang suaminya.


“Maafkan aku.” Kata Abella, lalu dia masuk kedalam kamar.


“Astaga, sepertinya aku terlalu terbawa emosi hingga tanpa sadar


memarahinya, padahal neneknya bilang kalau dia tidak bisa dikasar apalagi


dibentak. Aduh bagaimana ini, tapi aku gengsi dan malu kalau harus meminta


maaf, biarkan saja deh pasti besok juga sudah lupa.” Kata Adriano. Tiba-tiba


terjadi pemadaman listrik mendadak di kompleks mereka, Arabella pun berteriak


sambil menangis ketakutan. Adriano pun segera berlari menuju kamar Abella.


“Aaaaaaaaaa.” Teriak Abella sambil menangis histeris.


“Hei tenanglah, aku disampingmu. Sepertinya ada pemadaman mendadak di


kompleks kita.” Kata Adriano berusaha menenangkan Abella.


“A a ku ta kut gelap. Tolong aku, keluarkan aku dari sini, tolong aku.” Teriak


Abella karena teringat kejadian di masa lalunya.


“Tennaglah, tidak ada apa-apa kok. Aku ada disampingmu, pegang tanganku.” Kata


Adriano. Lalu Abella memeluk suaminya.


“Tolong aku, selamatkan aku hu hu hu.” Kata Abella.


“Tidak apa-apa, tidak ada hal buruk padamu. Semua akan baik-baik saja, aku


akan menemanimu.” Kata Adriano sambil menggenggam tangan Abella. Akhirnya Abella


sedikit lebih tenang.


“Sekarang tarik napasmu lalu keluarkan, ulangi berkali-kali.” Kata Adriano,


namun Abella justru kentut dengan mengeluarkan suara yang sangat kencang.


“Astaga kenapa kamu harus kentut sih, aduh bau banget lagi dasar jorok.” Gerutu


Adriano, Abella justru semakin kencang menangis.


“Hu hu hu aku bukan jorok tapi perutku sepertinya bermasalah, ini gara-gara


kamu yang menyuruhku makan makanan pedas.” Gerutu Abella.


“Astaga ada-ada saja kamu. Bisa-bisanya disaat seperti ini kamu harus sakit


perut sih. Tadi menangis ketakutan sekarang mengeluh sakit perut.” Gerutu Adriano.

__ADS_1


“Antarkan aku ke toilet, aku harus buang air besar. Cepat antarkan aku


sekarang, aku takut berjalan sendirian dalam kegelapan seperti ini.” Kata Abella


sambil memukul punggung Adriano.


“Aduh sakit tau, pergilah sendiri. Aku tidak mau mengantarmu untuk buang


air besar.” Kata Adriano.


“Dasar menyebalkan, tadi bilang akan selalu disampingku. Cepat antarkan


aku, aku sudha tidak tahan lagi.” Kata Abella.


“Baiklah, ayo cepat jalan.” Kata Adriano.


“Kamu dimana? Aku tidak bisa menemukanmu.” Kata Abella.


“Aku akan mengambil ponselku dulu, lalu nyalakan senternya.” Kata Adriano.


“Cepat, aku sudah tidak tahan lagi.” Kata Abella.


Mereka berdua didepan toilet.


“Cepat masuk dan jangan terlalu lama.” Kata Adriano.


“Berisik, jangan pergi dan tunggu aku disini.” Kata Abella.


Setelah Abella selesai buang air besar, dia pun keluar dari toilet.


“Wah lega sekali rasanya, ayo kita kembali ke kamar.” Kata Abella sambil


berpegangan tangan suaminya.


“Enak saja, tentu saja sudah. Ayo cepat jalan dan antarkan aku ke kamarku.”


Kata Abella.


“Enak saja menyuruhku, jalan saja sendiri. Aku juga mau balik kedalam kamar


karena aku mau tidur.” Kata Adriano.


“Tapi aku takut dan tidak berani tidur sendiri kalau listrik mati seperti


ini, rasanya seperti tidak bisa bernapas.” Kata Abella.


“Oh jadi kamu ingin kita tidur berdua satu kamar begitu? Kamu modus banget


dan pintar juga menggodaku.” Kata Adriano.


“Enak saja, jangan bicara sembarangan ya. Tentu saja aku akan tidur


diranjang lalu kamu bisa tidur di sofa.” Kata Abella.


“Harusnya kamu yang tidur di sofa, aku akan tidur diranjang.” Kata Adriano.


“Apa? Tidak bisa, aku yang harus tidur diranjang.” Kata Abella.


“Baiklah kalau begitu kita tidur diatas ranjang, kalau kamu menolak


tidurlah sendiri tapi siap-siap aja di ganggu sama penunggu rumah ini hahaha.”


Kata Adriano, Abella pun semakin ketakutan akhirnya mereka pun memutuskan untuk

__ADS_1


tidur berdua dalam satu ranjang.


**


Abella terjaga hingga tengah malam karena takut suaminya akan melakukan


suatu hal padanya.


“Aku mulai mengantuk tapi aku takut jika aku tertidur dia akan melakukan


suatu hal padaku, aku tidak mau dipeluk olehnya, aku terpaksa tidur bersamanya


malam ini, bagaimana ini.” Kata Abella dalam hati.


Kemudian dia bangun dan mengambil ponselnya untuk menonton drama korea agar


dia tidak tertidur.


“Lebih baik aku menonton drama korea saja pasti aku tidak akan tertidur. Lee


Min Ho Oppa help me.” Kata Abella dalam hati.


Karena Abella mengeraskan volumenya sehingga membuat Adriano terganggu dan


terbangun.


“Astaga kenapa kamu mengganggu tidurku? Aku besok harus berangkat kerja


pagi. Cepat matikan ponselmu dan tidur sekarang juga.” Kata Adriano.


“Tidak, aku takut jika aku tertidur kamu akan macam-macam denganku jadi


lebih baik aku begadang malam ini.” Kata Abella.


“Astaga pikiranmu kotor banget, aku tidak akan melakukannya dengan orang


yang tidak menyukaiku karena tidak akan seru. Cepat tidur sekarang juga.” Gerutu


Adriano.


“Baiklah aku akan tidur, aku akan menaruh guling dan bonekaku di tengah,


awas kalau kaki atau tanganmu melebihi batas ini.” Ancam Abella.


“Sepertinya kamu yang akan melebihi batas.” Kata Adriano.


“Tentu saja tidak akan, dasar om-om mesum. Aku mau tidur dulu, aku akan


pakai selimutku.” Kata Abella.


“Tapi aku kedinginan, kita berbagi selimut saja.” Kata Adriano.


“Tidak mau, pasti kamu mencari kesempatan untuk macam-macam denganku.” Kata


Abella.


“Astaga, dia pakai baju super pendek lagi bisa gawat ini. Lebih baik aku


tidak pakai selimut.” Kata Adriano dalam hati.


“Pakai tuh selimutnya.” Kata Adriano sambil melemparkan selimut itu hingga


menutupi wajah Abella.

__ADS_1


__ADS_2