
Abella dan Adriano kembali pulang ke rumah.
“Besok aku ada jadwal terbang selama empat hari, jangan sampai kamu
merindukanku ya.” Kata Adriano.
“Apa? Merindukanmu? Tidak akan, sekalian saja pergi yang jauh.” Kata Abella.
“Hei hati-hati kamu ya kalau bicara.” Bentak Adriano dengan sangat kesal,
Abella pun ketakutan sambil menunduk tanpa memandang suaminya.
“Maafkan aku.” Kata Abella, lalu dia masuk kedalam kamar.
“Astaga, sepertinya aku terlalu terbawa emosi hingga tanpa sadar
memarahinya, padahal neneknya bilang kalau dia tidak bisa dikasar apalagi
dibentak. Aduh bagaimana ini, tapi aku gengsi dan malu kalau harus meminta
maaf, biarkan saja deh pasti besok juga sudah lupa.” Kata Adriano. Tiba-tiba
terjadi pemadaman listrik mendadak di kompleks mereka, Arabella pun berteriak
sambil menangis ketakutan. Adriano pun segera berlari menuju kamar Abella.
“Aaaaaaaaaa.” Teriak Abella sambil menangis histeris.
“Hei tenanglah, aku disampingmu. Sepertinya ada pemadaman mendadak di
kompleks kita.” Kata Adriano berusaha menenangkan Abella.
“A a ku ta kut gelap. Tolong aku, keluarkan aku dari sini, tolong aku.” Teriak
Abella karena teringat kejadian di masa lalunya.
“Tennaglah, tidak ada apa-apa kok. Aku ada disampingmu, pegang tanganku.” Kata
Adriano. Lalu Abella memeluk suaminya.
“Tolong aku, selamatkan aku hu hu hu.” Kata Abella.
“Tidak apa-apa, tidak ada hal buruk padamu. Semua akan baik-baik saja, aku
akan menemanimu.” Kata Adriano sambil menggenggam tangan Abella. Akhirnya Abella
sedikit lebih tenang.
“Sekarang tarik napasmu lalu keluarkan, ulangi berkali-kali.” Kata Adriano,
namun Abella justru kentut dengan mengeluarkan suara yang sangat kencang.
“Astaga kenapa kamu harus kentut sih, aduh bau banget lagi dasar jorok.” Gerutu
Adriano, Abella justru semakin kencang menangis.
“Hu hu hu aku bukan jorok tapi perutku sepertinya bermasalah, ini gara-gara
kamu yang menyuruhku makan makanan pedas.” Gerutu Abella.
“Astaga ada-ada saja kamu. Bisa-bisanya disaat seperti ini kamu harus sakit
perut sih. Tadi menangis ketakutan sekarang mengeluh sakit perut.” Gerutu Adriano.
__ADS_1
“Antarkan aku ke toilet, aku harus buang air besar. Cepat antarkan aku
sekarang, aku takut berjalan sendirian dalam kegelapan seperti ini.” Kata Abella
sambil memukul punggung Adriano.
“Aduh sakit tau, pergilah sendiri. Aku tidak mau mengantarmu untuk buang
air besar.” Kata Adriano.
“Dasar menyebalkan, tadi bilang akan selalu disampingku. Cepat antarkan
aku, aku sudha tidak tahan lagi.” Kata Abella.
“Baiklah, ayo cepat jalan.” Kata Adriano.
“Kamu dimana? Aku tidak bisa menemukanmu.” Kata Abella.
“Aku akan mengambil ponselku dulu, lalu nyalakan senternya.” Kata Adriano.
“Cepat, aku sudah tidak tahan lagi.” Kata Abella.
Mereka berdua didepan toilet.
“Cepat masuk dan jangan terlalu lama.” Kata Adriano.
“Berisik, jangan pergi dan tunggu aku disini.” Kata Abella.
Setelah Abella selesai buang air besar, dia pun keluar dari toilet.
“Wah lega sekali rasanya, ayo kita kembali ke kamar.” Kata Abella sambil
berpegangan tangan suaminya.
“Enak saja, tentu saja sudah. Ayo cepat jalan dan antarkan aku ke kamarku.”
Kata Abella.
“Enak saja menyuruhku, jalan saja sendiri. Aku juga mau balik kedalam kamar
karena aku mau tidur.” Kata Adriano.
“Tapi aku takut dan tidak berani tidur sendiri kalau listrik mati seperti
ini, rasanya seperti tidak bisa bernapas.” Kata Abella.
“Oh jadi kamu ingin kita tidur berdua satu kamar begitu? Kamu modus banget
dan pintar juga menggodaku.” Kata Adriano.
“Enak saja, jangan bicara sembarangan ya. Tentu saja aku akan tidur
diranjang lalu kamu bisa tidur di sofa.” Kata Abella.
“Harusnya kamu yang tidur di sofa, aku akan tidur diranjang.” Kata Adriano.
“Apa? Tidak bisa, aku yang harus tidur diranjang.” Kata Abella.
“Baiklah kalau begitu kita tidur diatas ranjang, kalau kamu menolak
tidurlah sendiri tapi siap-siap aja di ganggu sama penunggu rumah ini hahaha.”
Kata Adriano, Abella pun semakin ketakutan akhirnya mereka pun memutuskan untuk
__ADS_1
tidur berdua dalam satu ranjang.
**
Abella terjaga hingga tengah malam karena takut suaminya akan melakukan
suatu hal padanya.
“Aku mulai mengantuk tapi aku takut jika aku tertidur dia akan melakukan
suatu hal padaku, aku tidak mau dipeluk olehnya, aku terpaksa tidur bersamanya
malam ini, bagaimana ini.” Kata Abella dalam hati.
Kemudian dia bangun dan mengambil ponselnya untuk menonton drama korea agar
dia tidak tertidur.
“Lebih baik aku menonton drama korea saja pasti aku tidak akan tertidur. Lee
Min Ho Oppa help me.” Kata Abella dalam hati.
Karena Abella mengeraskan volumenya sehingga membuat Adriano terganggu dan
terbangun.
“Astaga kenapa kamu mengganggu tidurku? Aku besok harus berangkat kerja
pagi. Cepat matikan ponselmu dan tidur sekarang juga.” Kata Adriano.
“Tidak, aku takut jika aku tertidur kamu akan macam-macam denganku jadi
lebih baik aku begadang malam ini.” Kata Abella.
“Astaga pikiranmu kotor banget, aku tidak akan melakukannya dengan orang
yang tidak menyukaiku karena tidak akan seru. Cepat tidur sekarang juga.” Gerutu
Adriano.
“Baiklah aku akan tidur, aku akan menaruh guling dan bonekaku di tengah,
awas kalau kaki atau tanganmu melebihi batas ini.” Ancam Abella.
“Sepertinya kamu yang akan melebihi batas.” Kata Adriano.
“Tentu saja tidak akan, dasar om-om mesum. Aku mau tidur dulu, aku akan
pakai selimutku.” Kata Abella.
“Tapi aku kedinginan, kita berbagi selimut saja.” Kata Adriano.
“Tidak mau, pasti kamu mencari kesempatan untuk macam-macam denganku.” Kata
Abella.
“Astaga, dia pakai baju super pendek lagi bisa gawat ini. Lebih baik aku
tidak pakai selimut.” Kata Adriano dalam hati.
“Pakai tuh selimutnya.” Kata Adriano sambil melemparkan selimut itu hingga
menutupi wajah Abella.
__ADS_1