Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 69


__ADS_3

Abella dan Adriano kembali ke


hotel, namun Abella masih menangis.


“Turun yuk, kita sudah sampai.”


Kata Adriano.


“Maaf, kamu jadi tau seperti apa


ibuku. Pasti kamu sangat malu kan?” Tanya Abella.


“Tidak apa-apa, yang penting


hatimu tenang dulu.” Kata Adriano.


“Baiklah, bagaimana bisa kamu


menemukanku?” Tanya Abella.


“Aku melacak posisi ponselmu dan


juga aku bertanya kepada orang di sekitar supermarket. Lain kali bilang padaku,


kenapa kamu pergi sendiri?” Tanya Adriano.


“Karena aku malu jika ada orang


yang mengetahui bagaimana kedua orang tuaku, setelah aku menemui ibuku aku akan


berencana untuk balik kembali tapi ternyata jadi seperti itu. Kenapa ibuku


seperti itu? Apakah dia membenciku? Memangnya dia tidak merindukanku padahal


bertahun-tahun tidak bertemu. Aku benar-benar kecewa dengan ibuku sendiri,


mulai hari ini aku tidak akan lagi merindukannya apalagi mencarinya.” Kata


Abella sambil menangis, lalu Adriano pun memeluknya dan menenangkannya.


“Kamu harus bahagia pokoknya dan


jangan memikirkan hal-hal yang membuatmu sedih, bagaimanapun keadaan ayah ibumu


saat ini, dia tetaplah orang tuamu jadi jangan terlalu membencinya.” Kata


Adriano.


“Terima kasih telah


menenangkanku, aku mau tidur dulu ya, aku sangat lelah.” Kata Abella.


**


Keesokan paginya.


“Mas, bangun.” Kata Abella.


“Memangnya sekarang jam berapa?


Aku masih ngantuk.” Kata Adriano.


“Sudah jam 8 mas.” Kata Abella.


“Perutmu masih sakit tidak?”


Tanya Adriano.


“Jadi kamu berharap perutku sakit


terus ya.” Gerutu Abella.


“Hmmm mulai deh marah-marah nggak


jelas. Aku kan bertanya padamu.” Kata Adriano.


“Sudah sembuh, mas kita pergi ke


pantai yuk.” Kata Abella.


“Percuma pergi ke pantai tapi aku

__ADS_1


tidak bisa bercinta denganmu.” Kata Adriano lirih.


“Aku mau siap-siap dulu.” Kata


Abella.


“Apa itu di kasur? Itu darah kamu


ya? Cepat bersihkan, jorok banget sih, sungguh menjijikkan.” Kata Adriano.


“Oh my God kenapa bisa bocor


seperti ini sih, aduh bagaimana ini mas.” Kata Abella.


“Kok malah bertanya padaku, cepat


bersihkan sana.” Kata Adriano.


“Bagaimana caraku


membersihkannya? Sepertinya aku lupa tidak pakai yang bersayap pantas saja bisa


bocor.” Kata Abella.


“Sayap apa? Sayap untuk terbang?


Apa sih yang kamu bicarakan, aku sama sekali tidak paham.” Kata Adriano.


“Sayap ada di pembalut wanita


mas, masak kamu tidak mengerti sih mas?” Tanya Abella.


“Ya tidak tau lah, bentuknya saja


aku tidak paham. Cepat bersihkan, aduh ceroboh sekali sih.” Gerutu Adriano.


“Kamu bisanya marah-marah terus


bukannya membantu malah memarahiku.” Kata Abella.


“Jijij banget lah, cepat bersihkan


pakai tisu basah, aduh jorok banget. Atau cuci spreinya lalu jemur dibawah


“Tapi kan berat mas spreinya, aku


saja tidak pernah mencuci sprei.” Kata Abella.


“Kamu benar-benar ya sangat


menyusahkanku.” Kata Adriano.


“Kemarin kamu bilang menyayangiku


kok sekarang malah memarahiku.” Gerutu Abella dengan cemberut. Akhirnya Adriano


membantu mencuci sprei yang terkena noda darah istrinya.


“Aku taruh didalam kamar mandi,


cepat cuci pakai sabun cair, setelah bersih aku akan menjemurnya.” Kata


Adriano.


“Kamu yang membilasnya ya mas,


spreinya sangat berat aku tidak sanggup mas.” Kata Abella sambil cekikikan


dalam hati.


“Sabar sabar punya istri


sepertimu ya, cuci dulu pakai sabun ya setelah itu aku akan membantu membilas


dan menjemurnya.” Kata Adriano dengan senyuman palsunya.


“Hehehe maaf ya jadi merepotkanmu


mas. Aku akan mencucinya terlebih dahulu.” Kata Abella.


 

__ADS_1


**


Setelah selesai dengan drama


mencuci sprei, akhirnya mereka berdua kelelahan dan terbaring diatas sofa.


“Huft ternyata lelah sekali.”


Kata Abella.


“Justru aku yang sangat lelah


karena membawa sprei yang lumayan tebal.” Kata Adriano.


“Terima kasih ya.” Kata Abella.


“Terima kasih saja?” Tanya


Adriano. Lalu Abella memeluk suaminya.


“Bonus nih aku peluk, sudah ya


terima kasih.” Kata Abella, namun Adriano pun menarik istrinya namun dia salah


menarik dan mengenai rambutnya sehingga tangan Adriano tersangkut di rambut


istrinya yang kusut.


“Aaaaaaa sakit rambutku mas.”


Teriak Abella.


“Ada saja drama jika ingin


menyentuhmu, astaga. Rambutmu kusut sekali sih.” Gerutu Adriano sambil berusaha


melepaskan tangannya dari rambut Abella.


“Pelan-pelan dong mas, kasar


sekali sih.” Kata Abella.


“Berapa hari kamu tidak keramas?”


Tanya Adriano.


“Wajar saja rambutku kusut karena


bangun tidur, cepat lepaskan tanganmu dari rambutku daripada banyak bicara.”


Kata Abella.


“Sudah, akhirnya.” Kata Adriano.


“Ayo mas kita pergi berlibur ke


pantai.” Ajak Abella.


“Pergi ke pantai mana sih?” Tanya


Adriano.


“Sudahlah nanti juga tau,


pokoknya hari ini aku yang akan menentukan mau pergi kemana.” Kata Abella.


“Makan dulu lah, aku sangat lapar


dan juga kelelahan gara-gara kecerobohanmu.” Kata Adriano.


“Hmmm iya-iya, masih saja dibahas


masalah itu.” Gerutu Abella.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.

__ADS_1


Salam sehat semuanya, terima kasih banyak.


__ADS_2