
Abella dan Adriano kembali ke
hotel, namun Abella masih menangis.
“Turun yuk, kita sudah sampai.”
Kata Adriano.
“Maaf, kamu jadi tau seperti apa
ibuku. Pasti kamu sangat malu kan?” Tanya Abella.
“Tidak apa-apa, yang penting
hatimu tenang dulu.” Kata Adriano.
“Baiklah, bagaimana bisa kamu
menemukanku?” Tanya Abella.
“Aku melacak posisi ponselmu dan
juga aku bertanya kepada orang di sekitar supermarket. Lain kali bilang padaku,
kenapa kamu pergi sendiri?” Tanya Adriano.
“Karena aku malu jika ada orang
yang mengetahui bagaimana kedua orang tuaku, setelah aku menemui ibuku aku akan
berencana untuk balik kembali tapi ternyata jadi seperti itu. Kenapa ibuku
seperti itu? Apakah dia membenciku? Memangnya dia tidak merindukanku padahal
bertahun-tahun tidak bertemu. Aku benar-benar kecewa dengan ibuku sendiri,
mulai hari ini aku tidak akan lagi merindukannya apalagi mencarinya.” Kata
Abella sambil menangis, lalu Adriano pun memeluknya dan menenangkannya.
“Kamu harus bahagia pokoknya dan
jangan memikirkan hal-hal yang membuatmu sedih, bagaimanapun keadaan ayah ibumu
saat ini, dia tetaplah orang tuamu jadi jangan terlalu membencinya.” Kata
Adriano.
“Terima kasih telah
menenangkanku, aku mau tidur dulu ya, aku sangat lelah.” Kata Abella.
**
Keesokan paginya.
“Mas, bangun.” Kata Abella.
“Memangnya sekarang jam berapa?
Aku masih ngantuk.” Kata Adriano.
“Sudah jam 8 mas.” Kata Abella.
“Perutmu masih sakit tidak?”
Tanya Adriano.
“Jadi kamu berharap perutku sakit
terus ya.” Gerutu Abella.
“Hmmm mulai deh marah-marah nggak
jelas. Aku kan bertanya padamu.” Kata Adriano.
“Sudah sembuh, mas kita pergi ke
pantai yuk.” Kata Abella.
“Percuma pergi ke pantai tapi aku
__ADS_1
tidak bisa bercinta denganmu.” Kata Adriano lirih.
“Aku mau siap-siap dulu.” Kata
Abella.
“Apa itu di kasur? Itu darah kamu
ya? Cepat bersihkan, jorok banget sih, sungguh menjijikkan.” Kata Adriano.
“Oh my God kenapa bisa bocor
seperti ini sih, aduh bagaimana ini mas.” Kata Abella.
“Kok malah bertanya padaku, cepat
bersihkan sana.” Kata Adriano.
“Bagaimana caraku
membersihkannya? Sepertinya aku lupa tidak pakai yang bersayap pantas saja bisa
bocor.” Kata Abella.
“Sayap apa? Sayap untuk terbang?
Apa sih yang kamu bicarakan, aku sama sekali tidak paham.” Kata Adriano.
“Sayap ada di pembalut wanita
mas, masak kamu tidak mengerti sih mas?” Tanya Abella.
“Ya tidak tau lah, bentuknya saja
aku tidak paham. Cepat bersihkan, aduh ceroboh sekali sih.” Gerutu Adriano.
“Kamu bisanya marah-marah terus
bukannya membantu malah memarahiku.” Kata Abella.
“Jijij banget lah, cepat bersihkan
pakai tisu basah, aduh jorok banget. Atau cuci spreinya lalu jemur dibawah
“Tapi kan berat mas spreinya, aku
saja tidak pernah mencuci sprei.” Kata Abella.
“Kamu benar-benar ya sangat
menyusahkanku.” Kata Adriano.
“Kemarin kamu bilang menyayangiku
kok sekarang malah memarahiku.” Gerutu Abella dengan cemberut. Akhirnya Adriano
membantu mencuci sprei yang terkena noda darah istrinya.
“Aku taruh didalam kamar mandi,
cepat cuci pakai sabun cair, setelah bersih aku akan menjemurnya.” Kata
Adriano.
“Kamu yang membilasnya ya mas,
spreinya sangat berat aku tidak sanggup mas.” Kata Abella sambil cekikikan
dalam hati.
“Sabar sabar punya istri
sepertimu ya, cuci dulu pakai sabun ya setelah itu aku akan membantu membilas
dan menjemurnya.” Kata Adriano dengan senyuman palsunya.
“Hehehe maaf ya jadi merepotkanmu
mas. Aku akan mencucinya terlebih dahulu.” Kata Abella.
__ADS_1
**
Setelah selesai dengan drama
mencuci sprei, akhirnya mereka berdua kelelahan dan terbaring diatas sofa.
“Huft ternyata lelah sekali.”
Kata Abella.
“Justru aku yang sangat lelah
karena membawa sprei yang lumayan tebal.” Kata Adriano.
“Terima kasih ya.” Kata Abella.
“Terima kasih saja?” Tanya
Adriano. Lalu Abella memeluk suaminya.
“Bonus nih aku peluk, sudah ya
terima kasih.” Kata Abella, namun Adriano pun menarik istrinya namun dia salah
menarik dan mengenai rambutnya sehingga tangan Adriano tersangkut di rambut
istrinya yang kusut.
“Aaaaaaa sakit rambutku mas.”
Teriak Abella.
“Ada saja drama jika ingin
menyentuhmu, astaga. Rambutmu kusut sekali sih.” Gerutu Adriano sambil berusaha
melepaskan tangannya dari rambut Abella.
“Pelan-pelan dong mas, kasar
sekali sih.” Kata Abella.
“Berapa hari kamu tidak keramas?”
Tanya Adriano.
“Wajar saja rambutku kusut karena
bangun tidur, cepat lepaskan tanganmu dari rambutku daripada banyak bicara.”
Kata Abella.
“Sudah, akhirnya.” Kata Adriano.
“Ayo mas kita pergi berlibur ke
pantai.” Ajak Abella.
“Pergi ke pantai mana sih?” Tanya
Adriano.
“Sudahlah nanti juga tau,
pokoknya hari ini aku yang akan menentukan mau pergi kemana.” Kata Abella.
“Makan dulu lah, aku sangat lapar
dan juga kelelahan gara-gara kecerobohanmu.” Kata Adriano.
“Hmmm iya-iya, masih saja dibahas
masalah itu.” Gerutu Abella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih banyak.