Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 93


__ADS_3

Abela segera berlari menghampiri Nando, Nando hampir membuka kamar hotel mereka.


“Sayang.” Kata Abela sambil menghalangi Nando yang akan membuka pintu kamar.


“Ada apa? Ayo kita masuk, jadi kamu memesan satu kamar saja ya.” Goda Nando.


“Sayang kita pindah hotel saja yuk, aku ingin pindah ke hotel lain sayang.” Kata Abela.


“Kenapa memangnya? Bukankah kamu sangat menyukai pemandangannya?” Tanya Nando.


“Tidak, aku ingin di tempat yang lain saja sayang. Ayo kita ke tempat lain.” Ajak Abela.


“Lalu kita membatalkan hotel ini? Hotel ini sangat bagus loh dan biaya menginap disini juga tidak murah.” Kata Nando.


“Tapi sayang.” Kata Abela.


“Tidak apa-apa, nanti kita bisa menambah satu kamar lagi atau aku bisa tidur di sofa. Aku lelah sekali sayang, ayo kita masuk.” Kata Nando.


“Tapi sayang.” Kata Abela. Nando pun membuka kamar hotel tersebut sedangkan Abela sangat cemas sekaligus khawatir dengan dirinya sendiri. Akhirnya dia perlahan-lahan masuk kedalam kamar tersebut.


“Wah pemandangannya sangat bagus, cepat kemarilah.” Panggil Nando.


“Wah bagus sekali.” Kata Abela.


Nando melihat sekeliling hotel dan dia kaget melihat toilet dengan dinding kaca tersebut.


“Loh kok toiletnya dinding kaca?” Tanya Nando.


“Lalu bagaimana kalau ingin mandi atau buang air?” Tanya Abela pura-pura tidak tau.


“Memangnya kamu memesan kamar dengan toilet dinding kaca ya?” Tanya Nando.

__ADS_1


“Aku memesan sesuai kemauanmu, kamar vvip dengan pemandangan laut lepas.” Kata Abela.


“Memangnya mereka tidak memberitahumu kalau toiletnya berdinding kaca?” Tanya Nando.


“Tidak.” Jawab Abela.


“Biasanya pihak hotel selalu konfirmasi dulu jika kamarnya memiliki toilet berdinding kaca.” Kata Nando.


“Lalu bagaimana? Apa sebaiknya kita pindah saja ke hotel lain?” Tanya Abela.


“Tapi kita sudah terlanjur disini sayang.” Kata Nando.


“Kalau begitu, kita bergantian saja jika ingin ke toilet, nanti saat aku ke toilet kamu bisa keluar kamar dulu, begitu juga sebaliknya.” Kata Abela.


“Boleh juga tapi aku kecewa dengan manajemen hotel ini, harusnya kan mereka konfirmasi dulu.” Kata Nando terlihat sangat kecewa.


kemudian Abela melihat-lihat sekeliling hotel dan mencoba bersikap tenang.


“Sayang, sayang, sayang kamu dimana?” Panggil Abela. Akhirnya Abela menelfon Nando.


“Sayang kamu dimana?” Tanya Abela.


“Aku ke resepsionis hotel untuk menemui pihak manajemen hotel.” Kata Nando.


“Hah? Untuk apa memangnya?” Tanya Abela cemas.


“Untuk meminta keterangan dan memastikan saja, kenapa mereka tidak memberitahumu kalau kamarnya toilet dinding kaca. Aku berhak mengajukan komplain kan?” Kata Nando.


“Tidak perlu sayang, mungkin saja pihak manajemen mereka lupa. Wajar saja kan, cepat kembalilah ke kamar.” Kata Abela.


“Aku sudah bertemu dengan pihak manajemen hotel kok, tunggu sebentar ya.” Kata Nando lalu mematikan ponselnya. Abela yang ketakutan akhirnya berlari menghampiri Nando.

__ADS_1


Setibanya di lobby hotel, Abela menghampiri resepsionis.


“Permisi, kantor manajemen hotel dimana ya?” Tanya Abela sambil mengatur nafasnya akibat berlarian.


“Mari saya antar.” Tanya resepsionis.


Akhirnya Abela tiba juga di ruang manajemen hotel. Abela menarik Nando keluar ruangan tersebut.


“Sayang.” Panggil Abela yang membuat Nando kaget.


“Ada apa? Kenapa kamu bisa disini?” Tanya Nando.


“Ayo kita keluar.” Kata Abela sambil menarik tangan Nando.


“Tunggu sebentar, aku hanya ingin menanyakan kepada pihak manajemen hotel kenapa mereka tidak memberitahumu.” Kata Nando.


“Aku yang memintanya.” Kata Abela akhirnya mengatakan yang sejujurnya.


“Apa kamu bilang?” Tanya Nando tampak bingung dan keheranan.


“Aku yang memintanya, aku yang meminta kamar itu karena tidak ada lagi kamar yang tersisa.” Kata Abela sambil menunduk karena malu.


“Jika bapak kurang yakin, kami bisa memutar rekaman percakapan sat pemesanan kok pak.” Kata pihak manajemen hotel.


“Tidak perlu, ayo kita keluar dari sini.” Ajak Abela sambil menggandeng tangan Nando.


Tiba-tiba pihak manajemen hotel tersebut memutar rekaman tersebut dan tentu saja Abela benar-benar sangat malu, suasana menjadi sangat canggung.


“Aku sudah bilang kan kalau aku yang memesannya, ayo kita keluar dari sini.” Bisik Abela.


Akhirnya Abela dan Nando keluar dari ruang tersebut, Abela sangat malu dan tidak tau harus berbuat apa.

__ADS_1


__ADS_2