Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 8


__ADS_3

Hari itu hari libur,


Abella tidak pergi kemana-mana karena pacarnya sedang ikut pertandingan lomba.


“Tumben libur


tidak keluar bersama pacar atau teman-temanmu?” Tanya Adriano.


“Pacarku sedang


ikut pertandingan lomba. Ah tunggu sebentar aku akan pergi kesana dan


memberinya semangat.” Kata Abella, lalu dia segera pergi menemui pacarnya untuk


mendukung dan memberinya semangat.


Setibanya


disana.


“Hai.” Kata


Abella.


“Hai, katanya


tidak datang?” Tanya Dava.


“Tentu saja aku


harus datang untuk mendukung dan memberimu semangat.” Kata Abella.


“Terima kasih


banyak ya.” Kata Dava sambil membelai rambut Abella.


 


 


“Kamu menang


berkat dukunganku kan hehe.” Kata Abella malu-malu.


“Hahahaha tentu


saja, tunggulah aku di café depan, aku akan berganti pakaian lalu menemuimu.”


Kata Dava.


“Baiklah, aku


akan menunggumu disana.” Kata Abella.


Dari kejauhan,


Adriano mengawasi Abella.


“Dasar centil,


lihat untuk apa dia tersipu malu dan menggoyang goyangkan tubuhnya sambil haha


hihi seperti itu. Dasar ngakunya masih polos karena anak sekolah tapi


kelakuannya centil seperti itu hmmm.” Gerutu Adriano.


 


 


**


Di kafe.


“Maaf ya aku


pasti lama.” Kata Dava.


“Tidak kok, aku


sudah memesan es krim untukmu.” Kata Abella.

__ADS_1


“Terima kasih,


aku akan memakannya. Hmmm enak sekali.” Kata Dava.


 


“Manis sepertimu


hehehe.” Kata Abella.


“Kamu bisa saja


deh, makanlah juga punyamu. Setelah ini mau pergi kemana?” Tanya Dava.


“Pulanglah,


pasti kamu lelah. Besok juga kita harus kembali ke sekolah kan.” Kata Abella.


“Memangnya tidak


apa-apa kita langsung pulang?” Tanya Dava.


“Tidak apa-apa,


aku tau pasti kamu sangat lelah.” Kata Abella.


“Baiklah setelah


ini kita kembali pulang ya, aku akan mengantarmu. Kamu kesini naik apa tadi?”


Tanya Dava.


“Aku naik bis


trans tadi.” Kata Abella.


“Aku akan


mengantarmu kalau begitu.” Kata Dava.


“Terima kasih


banyak sayang.” Kata Abella tersipu malu.


sayang.” Kata Dava dengan senyuman manisnya.


**


Setibanya


dirumah Abella, dia segera turun dari mobil Dava.


“Aku masuk dulu


ya, terima kasih banyak.” Kata Abella.


“Iya, aku balik


dulu ya.” Kata Dava.


“Hati-hati


dijalan ya. Sampai jumpa besok di sekolah.” Kata Abella, lalu dia segera masuk


kedalam rumah dan sangat kaget karena Adriano ada dibalik pintu dengan ekspresi


menyeramkan.


“Aaaa astaga


kamu kenapa sih ada dibalik pintu, pasti mau mengagetkanku ya.” Kata Abella.


“Anak sekolah


centil, suka menggoda lelaki dan super menyebalkan.” Kata Adriano dengan nada


yang super datar, hal ini membuat Abella tertawa terbahak-bahak.


“Hahahahaha kamu


kenapa sih? Aneh banget deh, minggir aku mau masuk kamar.” Kata Abella.

__ADS_1


“Kamu yang aneh,


sudah punya suami tapi malah kluyuran menemui laki-laki lain dan menggodanya.”


Kata Adriano.


“Jadi kamu


mengikutiku? Pacarku ganteng kan? Dia itu sangat perhatian, ganteng, setia dan


tidak pernah membuatku kesal, masih muda lagi. Sangat berbeda dengan kamu


pastinya, kamu bukanlah tipeku weeeeek” Kata Abella.


“Apa? Memangnya


kamu tipeku? Masih banyak kok diluar sana wanita yang jauh lebih baik daripada


kamu weeeek.” Kata Adriano.


“Lalu kenapa


kamu mau menikahiku?” Tanya Abella.


“Karena kan kita


dijodohkan, bagaimana caraku untuk menolaknya.” Kata Adriano.


“Hmmmm selalu


saja alasannya itu, pokoknya nanti setelah aku lulus kita harus berpisah karena


aku akan menikah dengan pacarku.” Kata Abella.


“Memangnya dia


mau menikahi wanita sepertimu? Apalagi nanti dia menikahi janda hahaha, pasti


dia akan kabur.” Kata Adriano sambil tertawa terbahak-bahak.


“Apa kamu


bilang? Ini semua salahmu, kenapa sih harus kamu yang jadi suamiku, kenapa


bukan dava saja.” Gerutu Abella.


“Memangnya kakek


dan nenekmu tau kalau kamu berpacaran dengan si Dava itu?” Tanya Adriano.


“Tentu saja tau


tapi mereka menentangnya karena dia masih sekolah.” Kata Abella.


“Lelaki yang


kamu puja-puja saja tidak bisa memperjuangkanmu hahaha, masih jauh lebih baik


aku berarti.” Kata Adriano.


“Apa? Kamu jauh


lebih baik?” Tanya Abella sambil memukul Adriano.


“Aduh aduh aduh


sakit tau.” Kata Adriano, dia menangkap Abella dan tidak sengaja saling


berpegangan hingga membuat mereka canggung.


“Lepaskan tanganku.”


Kata Abella.


“Tidak mau, aku


tidak akan melepaskanmu karena kamu adalah istriku. Layanilah aku malam ini.”


Kata Adriano dalam hati.


“Hei cepat

__ADS_1


lepaskan tanganku, dasar mesum sukanya mencari kesempatan.” Kata Abella. Lalu


Adriano melepaskan tangan Abella.


__ADS_2