Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 93


__ADS_3

Abella dan Adriano bersiap-siap


untuk pergi ke Korea untuk berlibur berdua. Mereka perjalanan menuju ke


bandara.


“Mas, berapa jam sih perjalanan


nanti?” Tanya Abella.


“Lumayan lama tapi kita kan harus


transit dulu di Kuala Lumpur.” Kata Adriano.


“Kamu pesan tiket yang economy


class atau first class mas?” Tanya Abella.


“Economy class lah, kamu kira


tiket ke Korea itu murah?” Gerutu Adriano.


“Hmmmm yang penting terbang ke


Korea lah.” Kata Abella.


“Tapi pulangnya aku pesan first


class kok.” Kata Adriano.


“Yes, you know what I mean mas


haha.” Kata Abella.


“Hmmm, mau mampir dulu tidak?”


Tanya Adriano.


“Tidak perlu mas, aku sudah


membawa semua perlengkapan kita kok, nanti saja beli makan dan minum saat tiba


di bandara.” Kata Abella.


“Akhirnya keinginanku terwujud


juga bisa pergi ke Korea, terima kasih banyak mas.” Kata Adriano.


“Terima kasih saja tidak cukup


lah.” Kata Abella.


“Kamu kan sudah mengunboxingku


mas, memangnya masih kurang juga? Kamu juga bilang sangat puas dengan


permainanku. Dasar serakah banget deh tidak pernah puas.” Gerutu Abella.


“Aku akan sangat puas saat kamu


hamil anakku.” Kata Adriano.


“Ya sabar dong, katanya kamu mau


menungguku. Dasar plin plan.” Gerutu Abella.


“Banyak kok mahasiswa yang cuti


hamil dan melahirkan.” Kata Abella.


“Sorry ya, aku tidak akan seperti


itu.” Kata Abella.


“Dasar egois hanya mementingkan


diri sendiri. Coba pikirkan juga di posisiku, kamu mau anak kita masih kecil


tapi aku sudah tua?” Tanya Adriano.


“Itu semua salahmu karena lahir


terlalu awal mas, coba kalau kamu lahir bersamaan denganku pasti kamu tidak


merengek memintaku untuk segera memiliki anak, dasar egois mementingkan diri


sendiri.” Gerutu Abella.

__ADS_1


“Memang ya debat sama kamu itu


sama sekali tidak ada gunanya, ngomong terus tidak ada putusnya.” Kata Adriano.


“Aku mau memiliki anak saat lulus


kuliah. Setelah itu aku baru akan siap menjadi seorang ibu.” Kata Abella.


“Lalu nanti setelah lulus kuliah


berubah pikiran.” Kata Adriano.


“Yang penting kan kita bisa enak


enak kapanpun mas, bukankah itu yang paling kamu inginkan?” Tanya Abella.


“Iya lah tentu saja, sudah sampai


ayo kita turun.” Kata Adriano.


“Bawa semua kopernya ya.” Kata


Abella.


“Terus kamu bawa apa?” Tanya


Adriano.


“Bawa tas milikku lah, tunggu


sebentar mas, pakai kacamata hitam dulu biar kayak artis korea hehe.” Kata


Abella sambil memakaikan kacamata hitam ke suaminya.


“Astaga anak kecil anak kecil,


berasa berlibur sama anak TK deh.” Kata Adriano.


“Sudahlah nurut saja, kamu


terlihat keren kok.” Kata Abella.


“Tentu saja, memangnya kapan aku


terlihat jelek?” Tanya Adriano.



berisik tau.” Kata Abella.


“Sabar sabar menghadapi anak


kecil sepertinya, yang penting enak enak setiap hari sama dia hahahaha ah


mantap.” Kata Adriano dalam hati.


Kemudian mereka segera masuk ke


bandara internasional.


“Mas, aku mau beli kue sama minum


dulu, kamu mau apa?” Tanya Abella.


“Pesankan ice Americano saja sama


toast.” Kata Adriano.


“Ok, tunggu di ruang tunggu saja


mas.” Kata Abella.


“Jangan lama-lama.” Kata Adriano.


Kemudian Abella segera pergi ke


kafe yang ada di bandara dan memesan makanan dan minuman sambil menunggu


boarding pass.


“Mbak, saya mau pesan ice


Americano 1, toast 2 sama caffe late 1.” Kata Abella.


“Baik, silahkan tunggu sebentar.”


**

__ADS_1


Mereka tiba di bandara kuala


lumpur untuk transit.


“Ternyata lelah juga mas, dan aku


kelaparan mas.” Kata Abella.


“Mau makan sekarang?” Tanya


Adriano.


“Memangnya kita transit berapa


lama disini?” Tanya Abella.


“Sebentar, hanya 8 jam.


Penerbangan kita besok pagi kok. Kita makan sekarang saja yuk.” Ajak Adriano.


“Mas suapin aku dong, aku capek


dan tanganku tidak sanggup untuk makan apalagi menyendok makanan.” Kata Abella


manja.


“Manja banget deh, makan


sendiri.” Gerutu Adriano.


“Kamu jahat banget sih mas, sama


sekali tidak peka dengan istri. Kalau minta enak enak saja sampai merayuku tapi


disaat seperti ini kamu malah tidak peduli denganku.” Gerutu Abella.


“Ayo cepat kita beli makan.” Kata


Adriano.


Kemudian Adriano membeli makanan


namun hanya satu porsi saja.


“Loh kok hanya pesan satu porsi


saja mas?” Tanya Abella.


“Tadi kamu bilang minta di


suapin? Makanya aku hanya membeli satu porsi saja untuk dimakan berdua.” Kata Adriano,


Abella pun tersenyum malu namun kegirangan.


“Aaaaaa cepat suapi aku.” Kata


Abella sambil membuka mulutnya lebar, kemudian Adriano pun menyuapinya.


“Enak tidak?” Tanya Adriano.


“Rasanya semakin enak karena kamu


yang menyuapiku.” Kata Abella tersenyum malu.


“Makan yang banyak.” Kata Adriano.


“Kamu juga harus makan dong mas.”


Kata Abella.


“Melihatmu makan saja sudah


membuatku kenyang kok.” Kata Adriano malu-malu.


“Dasar gombal banget deh, mana


ada melihat orang makan jadi kenyang.” Kata Abella malu-malu.


“Apaan sih.” Kata Adriano senyum


senyum sambil membelai rambut istrinya.


“Kamu yang apaan sih mas,


sekarang gantian kamu juga makan. Aku suapin ya.” Kata Abella.


Mereka pun makan sepiring berdua

__ADS_1


dengan bergantian menyuapi satu sama lain dengan sangat mesra.


__ADS_2