
Tiara mengajak kakaknya datang kerumah.
“Ayo kak masuk, jangan sungkan.” Kata Tiara.
“Dimana suamimu?” Tanya Raka.
“Didalam, dia sedang makan malam. Ayo sekalian makan juga denganku.” Kata Tiara.
Akhirnya Raka dan Tiara segera masuk kedalam dan menemui Daniel.
“Selamat malam.” Kata Raka.
“Selamat malam, eh kamu pasti kakaknya Tiara kan?” Tanya Daniel sambil tersenyum.
“Iya, perkenalkan nama saya Raka.” Kata Raka.
“Oh iya, saya Daniel. Silahkan duduk, ayo kita makan bersama.” Kata Daniel.
“Terima kasih.” Kata Raka.
Kemudian mereka bertiga menikmati makan bersama.
Selesai makan, Daniel mulai mengajak Raka ke teras depan untuk mengobrol.
“Terima kasih telah menikahi adikku.” Kata Raka.
“Terima kasih juga akhirnya kita bisa berkumpul, selama ini Tiara mencarimu dan aku sama sekali tidak menyangka jika kamu bekerja di rumah sakit milikku.” Kata Daniel.
__ADS_1
“Iya.” Kata Raka.
“Kalau kamu mau, aku akan membiayaimu untuk melanjutkan sekolahmu, aku juga akan membelikanmu rumah untuk bisa kamu tempati dengan layak.” Kata Daniel.
“Jangan, aku tidak ingin merepotkanmu.” Kata Raka.
“Tidak apa-apa, kamu kan keluargaku juga.” Kata Daniel.
“Tetap saja aku tidak ingin merepotkanmu.” Kata Raka.
“Aku mohon terimalah, aku dengar kamu ingin menjadi seorang terapis ya, kebetulan di rumah sakit Alana juga ada pusat terapisnya, bagaimana kalau kamu menjadi terapis disana? Aku akan membiayai sekolahmu.” Kata Daniel.
“Terima kasih banyak, aku bersyukur karena adikku menikah dengan laki-laki yang tepat dan baik sepertimu.” Kata Raka.
“Sama-sama.” Kata Daniel.
**
Tiara berencana untuk membawa putrinya kembali ke Indonesia, akhirnya dia mencoba mengatakan rencana dia kepada suaminya.
“Mas, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu.” Kata Tiara.
“Oh iya mulai bulan depan aku harus pergi ke Korea untuk mengurus suatu hal di yayasan Chung An, jadi ibuku baru saja membeli saham disana lalu aku disuruh ibu untuk membantu mengelola rumah sakit yayasan tersebut, jadi sepertinya aku akan tinggal cukup lama disana.” Kata Daniel.
__ADS_1
“Apa? Lalu bagaimana denganku mas? Boleh tidak kalau aku juga ikut kesana denganmu?” Tanya Tiara.
“Aku justru semakin senang kalau kamu ikut denganku tapi aku khawatir juga denganmu.” Kata Daniel.
“Khawatir kenapa mas?” Tanya Tiara.
“Karena disana aku sangat sibuk, aku tidak hanya mengelola rumah sakit disana tapi juga ada proyek disana yang cukup menjanjikan, sepertinya aku tidak bisa menemanimu bahkan kalaupun aku harus kembali pulang ke rumah mungkin hanya beberapa jam saja karena aku akan menghabiskan waktuku lebih banyak di tempat kerja, apakah kamu tidak keberatan dengan hal itu?” Tanya Daniel.
“Aku tidak masalah kok mas selama masih bersamamu, lagipula untuk apa aku disini mas kalau aku hanya tinggal sendirian.” Kata Tiara.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Daniel.
“Terima kasih mas.” Kata Tiara.
**
Hari itu Daniel dan Tiara pergi ke bandara untuk terbang ke Korea. Selama di perjalanan, Tiara merasa tidak diperhatikan oleh suaminya karena suaminya sibuk dengan urusan pekerjaannya, mengerjakan tugasnya di laptop, menelfon rekan kerja dan sebagainya.
“Mas, sudah cepat matikan ponsel dan laptopmu, sebentar lagi kita akan masuk kedalam pesawat loh.” Kata Tiara.
“Tunggu sebentar, aduh aku ada meeting mendadak ini dan harus sekarang juga.” Kata Daniel.
“Tapi kan kita akan segera berangkat mas.” Kata Tiara.
__ADS_1
“Tidak bisa, aku harus meeting sekarang. Kamu berangkat dulu saja ya nanti aku akan menyusul, maafkan aku sayang.” Kata Daniel lalu dia pergi meninggalkan istrinya.
“Mas mas mas jangan pergi.” Teriak Tiara namun Daniel tetap pergi sehingga Tiara pergi ke Korea terlebih dahulu.