
Nando mengajak Abela ke suatu tempat.
“Sibuk tidak? Ikut aku ke suatu tempat yuk.” Kata Nando.
“Mau pergi kemana memangnya pak?” Tanya Abela.
“Nanti kamu akan mengetahuinya. Aku tunggu di dalam mobilku ya, mobilku aku parkir di lorong G05.” Kata Nando.
“Baik pak, aku mau mengirim email dulu ya pak.” Kata Abela.
“Jangan membuatku menunggu lama.” Kata Nando.
“Iya iya pak.” Kata Abela.
Setelah urusan Abela selesai, dia segera ke tempat parkir dan masuk kedalam mobil Nando. Dari kejauhan Stella dan Arum melihat Abela masuk kedalam mobil Nando, apalagi Abela terlihat celingukan sehingga menimbulkan banyak kecurigaan.
“Mbak Abela mencurigakan sekali ya, kenapa dia seperti diam-diam masuk kedalam mobil pak Nando.” Kata Stella.
“Sepertinya mereka ada hubungan spesial deh, padahal dia sudah punya suami yang sangat sempurna seperti Adriano masih saja mendekati pak Nando.” Kata Arum.
“Sekarang mbak Abela sangat tertutup bu, bahkan dia tidak pernah lagi pergi berbelanja denganku atau sekedar makan siang. Apa jangan-jangan mbak Abela sedang menjalin hubungan dengan pak Nando, aku benar-benar tidak menyangka jika mbak Abela seperti itu. Apa sih kurangnya suaminya, dia sama saja wanita tukang selingkuh ya bu.” Kata Stella.
“Lebih baik kita harus mencari tau sendiri, coba kamu bertanya kepada Abela kenapa dia sering sekali keluar dengan pak Nando.” Kata Arum.
“Baik bu, saya akan mencari tau nanti. Ayo kita kembali ke kantor bu.” Kata Stella.
“Masuklah dulu, aku mau menelfon anakku terlebih dahulu.” Kata Arum.
“Baik bu.” Kata Stella.
**
Didalam mobil Nando.
Abela sibuk bermain ponselnya.
“Kamu sedang membalas pesan dari siapa memangnya? Apakah urusan pekerjaan?” Tanya Nando.
“Tidak, aku ingin mencari beberapa lowongan pekerjaan pak. Sepertinya aku tidak bisa lagi tinggal di Jakarta dan dekat dengan suamiku, aku sangat kesal jika melihat wajahnya.” Kata Abela.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan Darel? Apakah dia setuju jika kamu akan pindah ke suatu tempat?” Tanya Nando.
“Dia pernah bilang selagi aku bahagia pasti dia akan bahagia, tapi aku memang tidak bisa memaksakan kehendakku sendiri. Aku hanya ingin memulai semuanya dari awal bersama anakku dan ibuku, termasuk ingin bekerja di tempat baru pak dengan suasana baru.” Kata Abela.
“Coba pikirkan lagi, perusahaan kita sangat membutuhkanmu, bahkan dengan kamu menjadi dj radio telah membuat banyak perubahan di kantor kita karena cara pembawaanmu saat siaran, semua pendengar setia kita sangat menyukaimu dan sangat antusias denganmu loh. Aku tidak bisa jika kamu sampai berhenti dari perusahaan ini, apakah ada yang membuatmu tidak nyaman? Atau mungkin divisi kamu membuatmu tidak nyaman? Aku bisa membantumu kok asalkan kamu tidak berhenti bekerja.” Kata Nando.
“Teman-temanku di kantor membuatku tidak nyaman pak, mereka semua menuduhku menggoda bapak dan memiliki hubungan spesial dengan bapak, mereka bahkan menyebutku wanita penggoda. Jika di kantor saja aku mendapatkan banyak tekanan lalu sesampainya dirumah juga keadaannya seperti itu, bagaimana aku bisa menjalani hidupku dengan baik pak? Menjalani hidup seperti orang-orang lain pada umumnya? Aku bisa stres lama-lama pak. Aku memang hanya diam saja saat di kantor dan bersikap cuek, tapi sampai kapan aku bisa bersabar?” Kata Abela tiba-tiba meneteskan air matanya.
“Aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu saat ini, maaf aku sama sekali tidak mengetahui jika keadaan kantor seperti itu dan mereka menganggap kita ada hubungan spesial, maafkan aku. Aku akan mengurus hal ini, kamu tidak perlu khawatir lagi.” Kata Nando.
“Terima kasih sebelumnya pak, tapi aku tidak ingin merepotkan bapak. Aku bisa mengatasinya sendiri, aku tidak ingin mereka menganggapku mendapatkan privilege karena dekat dengan bapak. Aku memiliki kelebihan dan kemampuan dalam hal pekerjaan kok pak, jadi aku bisa mengatasinya sendiri. KIta mau kemana memangnya?” Tanya Abela.
“KIta sampai juga disini, ayo turun.” Kata Nando.
“Hah? Ke toko mainan? Memangnya bapak ingin membeli mainan anak-anak ya?” Tanya Abela.
“Aku ingin membeli sesuatu untuk Darel, besok dia ulang tahun kan?” Tanya Nando.
“Dari mana bapak tau jika besok anakku ulang tahun?” Tanya Abela.
“Dulu saat aku sedang makan bersama Darel, dia pernah bilang dia ingin ayahnya membelikan kado mainan tertentu saat ulang tahunnya tapi dia ragu apakah ayahnya akan membelikan mainan yang di inginkan Darel. Lalu aku bertanya padanya kapan ulang tahunnya.” Kata Nando.
“Kenapa dia tidak bilang padaku ya? Sepertinya saat itu Darel sudah mengetahui apa yang dilakukan ayahnya dengan wanita itu. Maafkan mama sayang, seharusnya mama bertanya apa yang sedang darel inginkan, maafkan mama.” Kata Abela.
“Jangan menyalahkan dirimu, dia pasti punya alasan kenapa dia tidak memberitahumu. Ayo kita masuk dan membelikan kado yang di inginkan Darel.” Kata Nando.
**
Selesai membeli kado, mereka berdua kembali lagi ke kantor. Setibanya di tempat parkiran di kantor mereka.
“Terima kasih banyak ya pak.” Kata Abela.
“Sama-sama.” Kata Nando.
“Pak bolehkah aku meminta tolong bapak kembali.” Tanya Abela.
“Ada apa memangnya?” Tanya Nando.
“Besok malam bisa tidak bapak ikut bergabung bersama kami untuk merayakan pesta ulang tahun Darel? Aku berencana ingin mengajak Darel dan ibuku ke restoran untuk makan malam sekaligus merayakan ulang tahun untuk Darel. Tapi jika bapak berhalangan hadir, tidak apa-apa kok.” Kata Abela.
__ADS_1
“Aku pasti datang, nanti beritahu aku dimana lokasi restorannya ya. Ayo kita turun.” Kata Nando.
“Bapak jangan keluar dulu, aku masuk dulu nanti kira-kira setelah 10 menit barulah bapak masuk. Aku tidak ingin orang kantor berpikir aneh-aneh dengan kita.” Kata Abela.
“Baiklah, cepat masuklah dulu kalau begitu.” Kata Nando.
**
Saat Abela masuk ke ruangan kerjanya, tiba-tiba Arum dan Stella menarik tangan Abela untuk mengajaknya bicara.
“Ada apa ini? Kenapa menarik tanganku?” Tanya Abela.
“Ada hubungan apa kamu dan pak Nando?” Tanya Stella.
“Bisa-bisanya kamu menggoda pak Nando? Bagaimana jika suamimu tau? Apa sih kurangnya suamimu sampai kamu berselingkuh dengan pak Nando?” Tanya Arum.
“Mbak Abela memang layak mendapatkan sebutan wanita penggoda dan tukang selingkuh. Aku tidak menyangka jika mbak Abela adalah wanita murahan seperti itu.” Kata Stella.
“Jaga ucapanmu ya Stella, aku bukanlah wanita seperti itu.” Kata Abela.
“Kalau begitu jelaskan ada hubungan apa kamu dengan pak Nando?” Tanya Stella.
“Kamu pasti menggodanya kan? Kamu pasti menyukainya kan? Tidak mungkin jika seorang pak Nando menyukaimu, karena kamu sudah berkeluarga sudah punya suami dan anak. Lebih baik jaga keluargamu dengan baik dan jangan sampai berantakan seperti keluargaku. Kamu bisa merusak keluargamu, apa kata Darel anakmu jika tau bahwa ibunya tukang selingkuh dan menggoda atasannya di tempat kerjanya. Pasti anakmu akan kecewa dan membencimu.” Kata Arum dengan suara yang cukup kencang sehingga membuat staff yang lain bisa mendengar.
“Kenapa tidak sekalian saja kalian menggunakan mikrofon? Lagipula kalian tidak tau apa yang terjadi denganku kan? Jangan menarik kesimpulan dengan mudah jika tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku dan pak Nandi hanya sebatas atasan dan bawahan saja tidak lebih. Jaga ucapan kalian berdua, kalian benar-benar membuatku malu dan kecewa, aku tidak menyangka kalian berdua yang sudah aku anggap seperti sahabat dekat ternyata bisa menusukku seperti ini.” Kata Abela.
“Jangan bersikap seperti seorang korban, dasar wanita penggoda.” Kata Arum.
“Kasihan sekali suami dan anakmu, pasti mereka sangat kecewa denganmu mbak. Pasti mbak Abela kan yang merayu pak Nando? Mana mungkin juga seorang pak Nando bisa menyukaimu terlebih dahulu.” Kata Stella.
“Pak Nando tidak akan tergoda dengan istri orang jika kamu tidak menggodanya terlebih dahulu kan? Kamu kesal denganku? Kalau begitu jelaskan pada kita semua sejauh apa hubunganmu dengan pak Nando?” Tanya Arum.
Abela benar-benar sangat bingung harus menjawab apa, dia hanya terdiam saja dan tidak tau harus melakukan apa.
“Kenapa diam saja? Memang benar ya seorang dj meskipun dj radio sangat berbahaya, wanita penggoda.” Kata Stella.
Tiba-tiba Nando datang dan menghampiri Abela.
“Kalian benar-benar kejam ya menghakimi orang lain seperti ini, cepat bubar dan lanjutkan pekerjaan kalian.” Kata Nando.
__ADS_1
“Bapak sebaiknya berhati-hati dengan Abela pak jika tidak ingin terjerumus rayuan dia.” Kata Arum.
“Abela tidak bersalah karena aku menyukai Abela, sekarang kalian bubar dan jangan pernah berani mengganggu Abela jika tidak ingin di mutasi.” Kata Nando yang membuat seluruh staff terkejut dengan perkataan Nando.