Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 74


__ADS_3

Akhirnya Adriano berhasil membuka


bra milik istrinya, Abella sangat malu dan merengek.


“Jangan mas huhuhu.” Kata Abella


merengek.


“Lalu sampai kapan kamu akan


siap? Aku ini suamimu jadi aku akan bertanggungjawab apa yang terjadi denganmu.


Ayolah, ijinkan aku menyentuhmu, atau kamu mau jika aku menyentuh wanita lain?”


Tanya Adriano.


“Tentu saja tidak mau.” Kata Abella.


“Kemarilah dan ijinkan aku


menyentuhmu ya.” Rayu Adriano. Lalu Adriano mendekati istrinya dan menciumnya


kemudian Adriano dengan berani menyentuh dada istrinya dan menciumnya, Abella


seketika menggelinjang sambil merem melek tidak karuan. Tangannya mencengkeram selimut


dan sprei, dia hanya bisa pasrah sambil menikmati perlakuan suaminya yang


sangat lembut itu. Adriano melakukannya dengan perlahan, dia semakin kebawah


dan mencium lembut perut istrinya.


“Stop mas, aku sedang datang


bulan, jangan lakukan itu.” Kata Abella.


“Tentu saja aku tidak akan memasukkan


milikku, lagipula aku jijik lah jika ada noda darah di bagianmu.” Gerutu Adriano


yang membuat istrinya tertawa.


“Lanjutkan mas.” Kata Abella


semakin berani. Akhirnya Adriano kini melepas bajunya, Abella langsung membelai


tubuh suaminya dan mencium suaminya tanpa merasa malu lagi.


“Lepaskanlah celanaku.” Bisik Adriano.


“Tidak mau, aku malu.” Kata Abella.


“Cepat turuti permintaanku.” Kata


Adriano. Akhirnya perlahan Abella melepas celana suaminya, dan kini Adriano


hanya memakai ****** ***** saja.


“Kenapa berhenti? Lepaskan juga


dong.” Kata Adriano.


“Tidak mas, cukup itu saja yang


dilepas.” Kata Abella.

__ADS_1


“Baiklah, aku yang akan


melepasnya.” Kata Adriano. Adriano pun melepas ****** ***** miliknya, dan


Abella menjerit melihat milik suaminya.


“Aaaaa ma situ apa? Aku tidak mau


melihatnya.” Kata Abella sambil menutup matanya.


“Tidak apa-apa, lihat saja. Ini


milikmu, cepat peganglah dan puaskan aku.” Kata Adriano.


“Tidak mau.” Kata Abella merengek


seperti anak kecil yang minta pulang.


“Ayolah, kamu harus belajar


memberanikan diri, aku yakin pasti kamu akan ketagihan. Cepat lakukan apa yang


aku inginkan lalu rasakan bagaimana sensasinya haha.” Goda Adriano, Abella


justru semakin merengek.


Kemudian Adriano membimbing istrinya


untuk melakukan apa yang dia inginkan, lama kelamaan Abella pun menjadi


terbiasa.


“Ah mantap, kamu semakin pintar


sayang, lanjutkan lagi.” Kata Adriano.


“Aku ingin keluar.” Kata Adriano.


Akhirnya Adriano pun mengeluarkannya tepat diatas perut istrinya, bahkan


mengenai rambut dan wajah istrinya.


“Aaaaaaa mas kok kena wajahku sih,


kamu menyebalkan.” Gerutu Abella.


“Coba cicipi bagaimana rasanya


haha.” Goda Adriano.


Mereka pun melanjutkan dengan


saling berpelukan dan berciuman mesra hingga puas satu sama lain. Setelah itu


Abella kelelahan dan terbaring lemas di atas tubuh suaminya.


“Terima kasih sayang, kamu sudah


puas belum?” Tanya Adriano.


“Tentu saja, aku puas sekali


dengan caramu memperlakukanku mas.” Kata Abella.


“Apa yang paling kamu sukai?”

__ADS_1


Tanya Adriano.


“Saat kamu mencium dadaku dan


ketika aku memainkan milikmu hehe.” Kata Abella tersipu malu.


“Hahahaha tuh kana pa aku bilang


pasti enak dan tidak sakit sama sekali.” Kata Adriano.


“Tapi katanya kalau milikmu masuk


kedalam milikku rasanya sangat sakit sekali mas, makanya aku sangat ketakutan.”


Kata Abella.


“Makanya cepatlah selesai datang


bulanmu agar kamu bisa merasakannya.” Kata Adriano.


“Tapi jangan dikeluarkan didalam


ya, aku belum siap untuk hamil mas.” Kata Abella.


“Hmmm akan aku pikirkan lagi, aku


tidak yakin kamu bakal memintaku untuk mengeluarkannya diluar. Kalau dilihat


dari permainanmu tadi sepertinya kamu akan memintaku untuk didalam hahahaha.” Kata


Adriano.


“Apakah aku harus meminum obat


kontrasepsi mas?” Tanya Abella.


“Jangan, karena kamu belum pernah


hamil, aku takut terjadi hal buruk padamu.” Kata Adriano.


“Tapi lakukanlah dengan benar


dong.” Gerutu Abella.


“Iya iya, aku jadi lapar setelah


bertempur.” Kata Adriano.


“Aku juga sangat lapar mas,


keluar yuk beli makan.” Kata Abella.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Jangan lupa baca juga cerita :


1. Akibat Dijodohkan Papaku (ending)


2. Menua Bersamamu (ongoing season2)

__ADS_1


3. Lavera Club : War of Life (ongoing)


Salam sehat semuanya, terima kasih banyak.


__ADS_2