Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 8


__ADS_3

Abela kembali pulang setelah acara dirumah bu Arum. Diperjalanan pulang.


“Mas kamu tau tidak ternyata suami bu Arum memiliki selingkuhan. Dasar menyebalkan, padahal dia sudah berumur tapi masih saja kelakuannya seperti itu. Aku jadi kasihan dengan bu Arum, padahal bu Arum sangat mempercayainya dan setia dengan suaminya tapi suaminya malah seperti itu. Kalau aku jadi bu Arum sudah pasti lebih memilih berpisah, untuk apa mempertahankan laki-laki seperti dia. Padahal aku dan Stella sudah memperingatkan untuk lebih waspada terhadap suaminya namun dia malah menertawakanku.” Kata Abela kesal.


“Jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang lain dan jangan mudah menuduh seseorang hanya dengan melihatnya. Kamu kan tidak tau seperti apa kebenarannya, siapa tau dia teman dekat suaminya atau mungkin saudaranya.” Kata Adriano.


“Teman dekat tapi saling berpelukan, aku bahkan melihatnya sendiri bahwa wanita itu menyentuh suami Bu Arum begitu juga dengan suaminya yang genit dengan wanita itu. Padahal anak-anak mereka sudah besar tapi tetap saja kelakuannya seperti itu, aku sangat kesal melihat kelakuan suami bu Arum.” Kata Abela.


“Sudahlah jangan membahasnya, lagipula mereka juga tidak ada masalah kan.” Kata Adriano.


“Karena bu Arum tidak tau seperti apa kelakuan suaminya. Padahal bu Arum sangat sempurna tapi suaminya malah selingkuh, ya memang sih bu Arum tidak pandai berdandan pantas saja jika suaminya terpikat dengan wanita muda dan cantik.” Kata Abela.


“Jangan mudah menyimpulkan sesuatu yang kita tidak tau kebenarannya.” Kata Adriano.


“Kamu memangnya tidak kesal dengan suami bu Arum? Apa jangan-jangan kamu membenarkan kelakuan suami bu Arum karena sesama laki-laki.” Kata Abela.


“Astaga mana mungkin aku membenarkan perbuatan seperti itu, tentu saja tidak seharusnya laki-laki berselingkuh. Sudahlah jangan membahas mereka.” Kata Adriano.


“Awas saja kalau kamu seperti itu, aku akan memilih berpisah.” Kata Abela.


“Mana mungkin aku bisa berpaling darimu istriku sayang, kamu wanita sempurna bagiku. Kamu telah memberiku anak laki-laki yang sempurna seperti Darel. Sampai matipun aku tidak akan pernah berpaling darimu, begitu juga denganmu jangan pernah berpaling dariku, meskipun usia kita terpaut cukup jauh tapi aku yakin cinta kita selalu kuat dan abadi.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Kamu semakin pintar membual sekarang mas.” Kata Abela sambil tertawa.


“Hahaha, hari ini kamu sengaja ya memakai rok mini seperti itu? Aku tidak menyukainya, aku tidak rela jika para lelaki melihatmu berpakaian seperti itu, tubuhmu hanya boleh terlihat olehku.” Kata Adriano.


“Astaga kenapa kamu jadi cemburu begini sih mas hahahaha.” Kata Abela.


“Mulai sekarang pakailah pakaian panjang, celana panjang lengan panjang, kalau ingin memakai rok juga harus panjang minimal dibawah lutut.” Kata Adriano.


“Hahahahaha aku harus selalu berpenampilan semenarik mungkin mas, semakin bagus penampilanku menunjukkan semakin bagus juga kualitas suamiku. Memangnya kamu tidak bangga denganku jika berpenampilan bagus, aku selalu tampil cantik juga demi kamu sayang.” Kata Abela sambil memeluk suaminya.


“Tapi jangan terlalu pendek, aku tidak suka.” Kata Adriano.


“Iya sayang iya.” Kata Abela.


Keesokan harinya, di kantor. Abela dan Stella sedang membicarakan bu Arum.


“Mbak, aku ingin sekali memberitahu kepada bu Arum tentang suaminya.” Kata Stella.


“Jangan, lebih baik kita tidak ikut campur dengan masalah mereka. Lagipula mereka juga dalam keadaan baik-baik saja.” Kata Abela.


“Pelankan suaramu mbak, bu Arum datang.” Bisik Stella sambil menunjuk ke arah bu Arum dari kejauhan. Tidak lama kemudian, datanglah bu Arum.

__ADS_1


“Selamat pagi semuanya.” Kata bu Arum.


“Selamat pagi, sepertinya bu Arum sedang bahagia.” Kata Abela.


“Pasti karena pesta semalam ya bu.” Kata Abela.


“Tentu saja, suamiku bahkan memberiku banyak perhatian padaku. Dia bangun pagi untuk memasak, lalu mencuci piring dan mengantar anak-anak lalu dia juga mengantarku, dia bahkan nanti akan menjemputku. Rasanya seperti pengantin baru, senang sekali. Suamiku benar-benar luar biasa.” Kata Arum.


“Wah senang sekali.” Kata Abela.


“Biasanya kalau pasangan kita memanjakan kita berarti ada dua pilihan, yang pertama karena dia telah melakukan kesalahan di belakang kita dan yang kedua pasti ada maunya.” Kata Stella.


“Sepertinya pilihan yang pertama.” Kata Abela.


“Astaga, mana mungkin dia menyembunyikan sesuatu dariku. Aku mengetahui semua hal tentang suamiku.” Kata Arum.


“Benarkah? Maaf jika harus bertanya, siapa wanita datang terlambat ke pesta semalam? Dia memakai mini dress berwarna merah dan memakai high heels. Sepertinya dia sangat akrab dengan suami bu Arum.” Kata Abela.


“Bahkan dia seperti menggoda suami bu Arum, mungkin bu Arum tidak melihatnya, tapi aku dan mbak Abela melihatnya.” Kata Stella.


“Dia teman satu kantor suamiku, dia tidak mungkin seperti itu. Pasti kalian salah melihat, ayo kita mulai bekerja.” Kata Arum.

__ADS_1


“Sepertinya kita sia-sia memberitahunya.” Bisik Abela kepada Stella.


__ADS_2