
Dua bulan berlalu.
Abela dan Nando kini menjalani hidup mereka sebagai sepasang kekasih, setiap akhir pekan Nando selalu terbang ke Bali untuk bertemu Abela dan menghabiskan waktu bersama. Hubungan Nando dan Darel pun juga semakin dekat, bahkan Darel sering ikut Nando ke Jakarta. Hari itu Abela, Darel dan Antika akan pergi ke Jakarta. Abela ada pekerjaan disana sedangkan Antika membuka sebuah restoran makanan rumahan disana juga. Jadi Antika sekalian menghadiri grand opening restorannya.
Setibanya di Jakarta.
Abela, Antika dan Darel segera menuju ke hotel. Abela tak lupa untuk menelfon kekasihnya yaitu Nando.
“Hai, aku sudah tiba di Jakarta. Sekarang aku sedang menuju ke hotel. Kamu selesai kerja jam berapa?” Tanya Abela.
“Benarkah? Cepat sekali sampainya, aku selesai kerja jam 6 sore. Padahal aku sangat merindukanmu, tersisa waktu 3 jam lagi.” Gerutu Nando.
“Bagaimana kalau aku yang menghampirimu kesana? Sekalian nanti ibuku ada grand opening restorannya.” Kata Abela.
“Jadi hari ini ya grand openingnya? Oh iya bagaimana dengan Darel?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Nanti kamu bisa datang kan ke grand opening restoran ibuku? Darel sedang tidur karena kelelahan selama perjalanan tadi. Dia tidur di pangkuan ibuku.” Kata Abela.
“Aku pasti datang, lalu bagaimana rencana ke depannya? Apakah ibumu akan tinggal di Jakarta?” Tanya Nando.
“Belum tau, untuk sementara mungkin ibuku akan sering pulang pergi dari Jakarta ke Bali. Apalagi ibuku juga harus mengasuh Darel. Sebenarnya aku bisa saja menyuruh art untuk mengurus Darel tapi aku khawatir jadi lebih baik aku dan ibuku yang mengasuh Darel sendiri.” Kata Abela.
“Baik ibu pekerja maupun ibu rumah tangga, aku selalu menghargai keputusanmu dan aku yakin itu adalah yang terbaik untukmu dan Darel, karena aku tau kalau kamu adalah seorang wanita dan juga seorang ibu hebat.” Kata Nando.
“Terima kasih sayang, oh iya sepertinya aku akan tinggal di Jakarta kembali. Radina bisa aku andalkan untuk mengurus studioku di Bali, lagipula aku bisa memantaunya melalui telfon kan. Aku kasihan jika ibuku pulang pergi dari Jakarta ke Bali seorang diri apalagi harus mengurus Darel juga jika aku sedang sibuk. Tolong bantu aku untuk mencari rumah yang pastinya aman ya.” Kata Abela.
“Serahkan saja padaku, bagaimana jika tinggal di satu kompleks yang sama denganku?” Tanya Nando.
“Bagaimana kalau tinggal di apartemen saja?” Tanya Nando.
“Boleh juga, nanti aku kabari lagi ya. Aku juga harus menjual rumahku di Bali untuk modal restorannya ibuku.” Kata Abela.
__ADS_1
“Aku akan mencarikan yang terbaik untukmu sayang.” Kata Nando.
“Baiklah, sampai jumpa nanti ya.” Kata Abela lalu menutup telfonnya.
“Ma bagaimana kalau kita membeli apartemen di Jakarta saja? Kita bisa menjual rumah kita yang di Bali.” Kata Abela.
“Kenapa tidak sekalian saja kita membeli rumah di Jakarta? Mama masih ada tabungan kok sayang.” Kata Antika.
“Tapi mama sudah banyak menghabiskan tabungan mama untukku, membuka studio foto, membuka restoran mama, membeli rumah di Bali juga kemarin menggunakan tabungan mama sedangkan aku.” Kata Abela.
“Sudahlah, uang bisa dicari tapi kebahagiaan dan kedamaian adalah yang paling utama sayang. Mama masih ada tabungan kok, kalau memang kamu ingin menjual rumah kita yang di Bali tidak apa-apa nanti uangnya bisa untuk tambahan membeli rumah di Jakarta.” Kata Antika.
“Terima kasih banyak ya ma.” Kata Abela sambil memeluk ibunya.
Info
__ADS_1
Jangan lupa baca juga novel author yg berjudul "Truth and Revenge" yaah.
Novel itu adalah kumpulan dari beberapa cerita pendek yg ceritanya bertema Truth and Revenge. Setiap hari update loh. Ditunggu ya like nya, terima kasih banyak.