Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 24


__ADS_3

Hari itu Tiara dan suaminya sedang mengantar Kevia pergi ke sekolah.


“Papa mama aku pergi ke sekolah dulu ya.” Kata Kevia.


“Iya sayang, belajar yang rajin ya.” Kata Daniel.


“Cepat masuklah nanti terlambat loh.” Kata Tiara.


“Bye papa mama.” Kata Kevia.


Kemudian Kevia segera masuk kedalam sekolah.


“Sayang aku tadi menghubungi Nadia, aku mengajaknya makan siang bersama.” Kata Daniel.


“Dari mana kamu mendapatkan nomor Nadia mas?” Tanya Tiara.


“Maaf sebelumnya, aku melihat nomor Nadia dari ponselmu lalu aku menghubunginya. Dia sekarang sudah perjalanan menuju ke restoran.” Kata Daniel.


“Harusnya kamu bilang dulu padaku mas, lalu kita makan bertiga dengan Nadia?” Tanya Tiara.


“Dia mengajak kekasihnya. Fardan namanya.” Kata Daniel.


“Apa? Kenapa Nadia mengajak Fardan?” Tanya Tiara kaget dan bingung.


“Nadia tidak enak jika hanya bertiga saja dan dia juga bilang akan memberitahu kabar baik. Apa mungkin Nadia akan menikah dengan Fardan?” Tanya Daniel.


“Aku tidak tau mas, sepertinya kamu sudah mengenal Nadia dengan baik ya mas sampai-sampai Nadia memberitahu kabar baik kepadamu.” Kata Tiara.


“Aku baru mengenalnya, lagipula kamu kan sering menceritakan tentang Nadia kepadaku. Kamu cemburu sama Nadia?” Tanya Daniel.


“Tidak mas, kita makan di restoran mana mas?” Tanya Tiara.


“Di restoran XV.” Kata Daniel.


“Restoran itu kan restoran tempat aku makan berdua bersama Fardan, aduh kenapa harus disana sih.” Kata Tiara dalam hati.


“Oh disana ya, kenapa harus disana mas?” Tanya Tiara.


“Nadia yang menyarankannya makan disana, oh tidak. Kekasihnya yang menginginkan makan di restoran tersebut.” Kata Daniel.


“Oh begitu ya.” Jawab Tiara.


Setibanya di restoran XV.

__ADS_1


Tiara dan suaminya langsung masuk kedalam, namun Tiara pergi ke toilet dulu.


“Mas, aku ke toilet dulu ya. Nanti aku akan menyusul kalian.” Kata Tiara.


“Ok baiklah.” Kata Daniel.


Kemudian Tiara segera berlari pergi ke toilet namun tiba-tiba ada yang menarik tangan Tiara lalu mengajaknya pergi keluar.


“Lepaskan tanganku.” Kata Tiara.


“Aku merindukanmu, aku tidak sanggup jika melihatmu bersamanya.” Kata Fardan langsung memeluk Tiara.


“Aku juga merindukanmu tapi ini semua salahmu. Kenapa kamu harus merekomendasikan restoran ini kepada suamiku?” Kata Tiara.


“Agar aku selalu mengingat semua kenangan indah kita bersama. Lebih baik kita pergi saja dari sini.” Kata Fardan.


“Kamu gila ya? Pasti mereka akan curiga dengan kita, lalu apa kata Nadia? Pasti Nadia akan kecewa denganmu, lebih baik kita masuk dan bersikap biasa saja.” Kata Tiara.


“Kamu yakin kita bisa bersikap biasa saja?” Tanya Fardan.


“Tentu saja aku bisa, aku masuk dulu.” Kata Tiara.


Kemudian Tiara segera menuju ke meja.


“Hai Nadia, maaf aku dari toilet. Katanya kamu datang sama Fardan? Dimana dia?” Tanya Tiara.


“Dia sedang ke toilet. Terima kasih banyak ya sudah mengajakku dan kekasihku makan bersama di restoran mewah seperti ini.” Kata Nadia.


“Kan kamu dan kekasihmu yang merekomendasikan untuk kita Nad.” Kata Tiara.


“Hehe iya memang Fardan yang merekomendasikannya, padahal dia belum pernah sekalipun mengajakku makan di restoran mewah ini hehe.” Kata Nadia.


“Lalu kenapa dia bisa merekomendasikan restoran ini?” Tanya Daniel.


“Aku juga tidak tau.” Kata Nadia.


“Apa mungkin dia pernah atau sering datang kesini?” Tanya Daniel.


“Tidak mungkin, kalau dia pernah datang kesini pasti dia akan mengajakku.” Kata Nadia.


Fardan datang dan suasana menjadi sangat canggung antara Fardan dan Tiara.


“Hai, selamat datang. Aku Daniel suaminya Tiara. Aku dengar kamu adalah guru lukis istriku ya?” Kata Daniel sambil menjabat tangan Fardan.

__ADS_1


“Iya, salam kenal aku Fardan.” Kata Fardan.


“Sebelumnya aku mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian berdua yang telah mengajari istriku melukis, ya dengan melukis setidaknya istriku punya hobi baru yang bisa dia geluti.” Kata Daniel.


“Mas ayo kita makan, aku lapar.” Kata Tiara.


“Ok ok baiklah, silahkan menikmati makanannya.” Kata Daniel.


Menu makan mereka adalah steak dan spageti. Daniel memesan spageti carbonara.


“Jangan dimakan, bukankah kamu tidak suka dengan spageti carbonara? Kenapa kamu tidak memesan spageti aglio olio saja? Itu kan makanan kesukaanmu di restoran ini?” Tanya Fardan kepada Tiara yang membuat semua pandangan tertuju pada Tiara dan Fardan.


“Kalian jangan salah paham dulu, jadi saat Fardan mengajariku melukis, aku bilang padanya kalau aku sering pergi ke restoran ini lalu aku menyuruh Fardan untuk sesekali mengajak Nadia makan malam romantis bersama. Dan aku menyarankan untuk memesan spageti aglio olio saja karena spageti carbonara di restoran ini tidak enak.” Kata Tiara.


“Benarkah begitu?” Tanya Daniel kepada Fardan.


“I i iya benar sekali.” Kata Fardan.


“Ya ampun Tiara kamu baik sekali sih, tapi sayang sekali Fardan belum mengajakku makan malam romantis di restoran ini.” Kata Nadia.


“Wah Fardan kamu harus mengajak Nadia ke restoran ini, kalau perlu pesan untuk makan malam romantis.” Kata Tiara.


“Iya sayang yang dibilang sama Tiara itu benar loh.” Kata Nadia langsung memeluk Fardan.


“Kamu luar biasa sekali sayang, aku bangga denganmu.” Kata Daniel memeluk istrinya.


“Oh iya katanya kamu mau memberi kabar baik kepada kita semua, ada apa?” Tanya Daniel kepada Nadia.


“Cepat cerita pada kita semua.” Kata Tiara.


“Jadi aku dan Fardan akan segera menikah tahun depan, aku berencana akan mengadakan pesta pernikahan disini.” Kata Nadia.


“Wah selamat ya, aku bahagia sekali mendengarnya.” Kata Tiara. Namun Fardan merasa tertekan dan dia tetap harus tersenyum demi Nadia.


“Sayang kamu senang kan?” Tanya Nadia kepada Fardan.


“Iya tentu saja.” Kata Fardan.


“Mas sepertinya kita harus menjemput Kevia.” Kata Tiara.


“Oh iya? Baiklah kalau begitu kita berdua pamit dulu ya karena harus menjemput Kevia di sekolah.” Kata Daniel.


“Iya, terima kasih banyak. Bye Tiara.” Kata Nadia melambaikan tangannya.

__ADS_1


“Bye Nad, bahagia selalu ya untuk kalian berdua.” Kata Tiara.


__ADS_2