Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 117


__ADS_3

Keesokan harinya, Abella


buru-buru bangun untuk memasak dan juga menyiapkan air untuk anaknya mandi.


“Aduh aku keenakan tidur, kenapa


aku bangun kesiangan dan sekarang sudah jam 6 lagi.” Gerutu Abella di dapur.


“Mbak biar saya saja yang masak


untuk sarapan.” Kata mbak Ayu.


“Jangan mbak, kalau urusan


makanan biar aku saja. Tolong pergi ke pasar ya belikan bahan-bahan yang ada di


catatan ini.” Kata Abella.


“Baik mbak, ada lagi mbak?


Barangkali ingin beli sesuatu sekalian saya belikan nanti.” Kata mbak Ayu.


“Nggak usah mbak, cukup belikan


itu saja yang ada di catatan. Di catatan itu kan banyak sekali yang harus


dibeli.” Kata Abella.


“Baik mbak, kalau begitu saya


permisi dulu mbak.” Kata mbak Ayu.


Tidak lama kemudian Darel


terbangun dan menangis, Abella pun segera menghampiri anaknya dan menggendongnya.


“Darel sayang sudah bangun ya,


good morning sayang. Kok nangis sih? Manggil mama sama papa ya, papa masih


tidur. Tadi Darel tidur disamping papa loh, sekarang kita bangunin papa yuk.


Papa ayo bangun pa.” Kata Abella.


“Hoam, eh Darel sudah bangun ya?”


Kata Adriano.


“Sudah pa, Darel ingin


jalan-jalan sama papa sambil digendong papa.” Kata Abella.


“Biar aku yang gendong Darel, aku

__ADS_1


ingin mengajaknya ke teras depan sambil menghirup udara segar di taman yang aku


buat. Kamu yang masak ya.” Kata Adriano.


“Iya mas, aku hangatin susunya


Darel dulu ya sekalian.” Kata Abella.


“Iya sayang.” Kata Adriano sambil


mencium kening istrinya.


**


Beberapa bulan kemudian.


Adriano bersiap-siap untuk pergi


bekerja sedangkan Abella sedang menyusui anaknya.


“Enak ya sayang minum susunya


mama? Papa saja ketagihan loh, tapi papa rela mengalah demi kamu sayang.” Kata


Adriano.


“Ini yang satunya nganggur loh


mas.” Goda Abella.


semakin nikmat haha.” Goda Adriano.


“Dasar, kamu hari ini tidak ada


jadwal terbang kan mas?” Tanya Abella.


“Tidak, aku hanya menghadiri


meeting saja dengan atasanku. Nanti malam kita makan diluar yuk, Darel kita


titipkan ke mbak Ayu saja.” Kata Adriano.


“Tapi jangan terlalu lama mas,


aku khawatir kalau meninggalkan Darel terlalu lama.” Kata Abella.


“Iya, kita hanya makan malam saja


setelah itu langsung balik kok.” Kata Adriano.


“Iya sayang, sarapan dulu mas


sebelum berangkat. Tadi aku masak nasi goreng karena buru-buru dan Darel juga

__ADS_1


nangis jadi aku masak nasi goreng.” Kata Abella.


“Tidak apa-apa yang penting


masakanmu, aku tidak mau makan masakan pembantu. Lebih baik aku makan mie


instan tapi buatanmu daripada makan enak buatan pembantu.” Kata Adriano.


“Iya mas, cepat makan sana, aku


masih menyusui Darel.” Kata Abella.


“Aku makan dikamar saja sekalian


mau menyuapi kamu sayang.” Kata Adriano.


“Tidak usah, aku bisa makan


sendiri nanti setelah menyusui Darel.” Kata Abella.


“Kapan memangnya? Iya kalau Darel


sedang tidur, kalau kamu masih repot lalu kapan kamu sempat untuk sarapan. Sudah


jangan banyak alasan, aku saja yang menyuapimu.” Kata Adriano.


“Hmmm baiklah kalau gitu.” Kata Abella.


Kemudian Adriano mengambil


makanan dan membawanya ke kamarnya lagi.


“Darel sayang, papa mau menyuapi


mama ya.” Kata Adriano sambil melihat ke arah anaknya.


“Eh Darel senyum-senyum, seneng


ya liat papa menyuapi mama?” Kata Abella.


“Akhirnya kita sarapan bersama.” Kata


Adriano.


“Kita sarapan bertiga sayang,


liat deh mas Darel aja senyum-senyum melihat kita.” Kata Abella.


“Kalau begini aku jadi tidak


ingin pergi bekerja, ingin bersama Darel terus.” Kata Adriano.


“Papa harus kerja keras demi

__ADS_1


Darel sama mama.” Kata Abella.


__ADS_2