Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 140


__ADS_3

Setibanya Abella dirumah.


“Mbak, suami saya kemana?” Tanya


Abella kepada mbak Ayu.


“Bapak dikamar kok mbak.” Kata


Ayu.


“Dia seharian jagain Darel ya?


Pasti dia sangat kelelahan.” Kata Abella.


“Bapak seharian keluar mbak, baru


saja datang dan langsung ke kamarnya.” Kata Ayu.


“Apa? Dia keluar? Lalu yang jaga


Darel mbak Ayu?” Tanya Abella.


“Tentu saja saya mbak, bahkan


saat Darel menangis, bapak justru tidak peduli.” Kata Ayu.


“Kurang ajar dia, enak sekali dia


keluar tanpa mengurus Darel. Lihat saja nanti aku akan menghajarmu.” Kata


Abella kesal.


Kemudian Abella menghampiri


suaminya.


“Baru pulang sayang?” Tanya


Adriano palsu.


“Dari mana saja kamu seharian?


Aku nitip Darel sama kamu mas, tapi kamu malah pergi. Pergi kemana kamu?” Tanya


Abella.


“Jangan salah paham, aku tadi


membeli barang-barang untuk kebutuhan Darel sayang. Coba lihat aku beli popok


bayi, sabun bayi juga untuk keperluan Darel.” Kata Adriano palsu.


“Untuk apa kamu beli lagi? Aku


kan sudah membeli banyak untuk persediaan. Hanya beli begitu saja kenapa sampai


seharian sih?” Tanya Abella kesal.


“Kurang ajar si Ayu, aku harus


memecatnya lalu mengusirnya dari rumah ini.” Kata Adriano palsu dalam hati.


“Tadi mama menelfonku dan


menyuruhku untuk mampir ke rumah sebentar, jadi aku ke rumah mama tadi sayang.”


Kata Adriano palsu.


“Benarkah? Apakah kamu jujur


padaku? Kamu tidak berbohong padaku kan?” Tanya Abella.


“Mana mungkin aku berbohong


padamu sayang, tentu saja tidak.” Kata Adriano palsu sambil memeluk istrinya.


“Sekarang kamu mandi lalu ganti


baju, aku akan menyiapkan makan malam untukmu.” Kata Adriano palsu.

__ADS_1


“Aku tidak lapar.” Kata Abella.


“Makan sedikit saja, kita makan


malam berdua, sepiring berdua.” Kata Adriano palsu.


“Aku bilang aku tidak lapar.”


Kata Abella.


“Astaga kenapa dia semakin


menyebalkan, rasanya aku ingin menggamparnya tapi aku jatuh cinta padanya.”


Kata Adriano palsu dalam hati.


**


Keesokan paginya, Abella


kehilangan perhiasannya.


“Mas, kalung yang kamu belikan


waktu itu kok nggak ada di kotak ya? Apakah kamu melihatnya?” Tanya Abella.


“Bukannya kamu menyimpannya di


kotak terus? Coba kamu cari lagi.” Kata Adriano palsu.


“Nggak ada, aku selalu menyimpan


didalam kotak.” Kata Abella.


“Apa jangan-jangan diambil sama


si Ayu, sekarang banyak terjadi kasus pencurian loh sayang dan pelakunya itu


pembantu rumah tangga.” Kata Adriano palsu.


“Lalu kamu menuduh mbak Ayu? Dia


mama yang mencarikannya untuk kita. Dia itu orangnya pendiam dan jujur, bahkan


bisa dipercaya. Aku paham banget dengan dia mas.” Kata Abella.


“Seberapa yakin dan percaya kamu


dengan si Ayu? Coba kita tanyakan saja padanya. Lagipula dia kan yang


membersihkan kamar kita.” Kata Adriano palsu.


Lalu Adriano palsu dan Abella


menghampiri Ayu.


“Mbak biar aku saja yang


menggendong Darel.” Kata Abella.


“Baik mbak, kalau begitu saya mau


mencuci baju dulu.” Kata Ayu.


“Tunggu sebentar, apakah kamu tau


kalung saya yang biasanya saya simpan di kotak? Kalung saya tidak ada didalam


kotak.” Kata Abella.


“Saya tidak tau mbak, tadi saya


hanya menyapu kamar saja. Coba di ingat kembali mbak terakhir kali


meletakkannya dimana.” Kata Ayu.


“Dirumah ini hanya ada aku,


istriku dan kamu. Sudahlah cepat kembalikan kalung istri saya, dari awal saya

__ADS_1


curiga dengan kamu.” Kata Adriano palsu.


“Astaga pak, saya tidak pernah


mengambil barang yang bukan milik saya sendiri. Demi Tuhan saya tidak


mengambilnya pak.” Kata Ayu.


“Kalau begitu saya akan mengecek


kamar kamu, siapa tau kalung istri saya masih ada didalam kamar kamu.” Kata


Adriano palsu, kemudian dia segera ke kamarnya Ayu. Dia sengaja menabrak Ayu


dan ternyata kalung Abella jatuh dari saku Ayu.


“Itu kalung milikku. Bagaimana


bisa kalungku ada padamu?” Kata Abella.


“Tidak mungkin, bukan saya yang


mengambilnya mbak. Demi Tuhan bukan saya pelakunya.” Kata Ayu.


“Wah tidak bisa dibiarkan, aku


akan memecatmu sekarang juga, sekarang juga kamu pergi dari sini.” Kata Adriano


palsu.


Akhirnya Ayu pergi dari rumah


Abella.


Saat Adriano palsu sedang


menggendong Darel di kamarnya, Ayu berpamitan kepada Abella.


“Mbak demi Tuhan bukan saya yang


mengambilnya. Pasti ada yang menjebak saya.” Kata Ayu.


“Lalu kamu menuduh suamiku yang


menjebakmu? Kenapa kamu melakukan hal ini padahal aku sangat menyukaimu dan


mempercayaimu.” Kata Abella.


“Kalau saya bersalah, saya pasti


akan memohon maaf mbak tapi bukan saya pelakunya. Apakah mbak benar-benar akan


memecat dan mengusir saya?” Tanya Ayu.


“Maaf, aku sangat kecewa


denganmu. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan lagi setelah ini.” Kata


Abella.


“Baiklah mbak, terima kasih


banyak untuk selama ini. Oh iya mbak, sebaiknya mbak lebih hati-hati dengan


bapak. Jaga diri mbak dengan baik ya, permisi.” Kata Ayu.


“Tunggu, apa maksud kamu? Maksud kamu


suamiku orang yang jahat begitu?” Tanya Abella.


“Saya tidak berkata begitu mbak,


saya hanya berpesan kepada mbak agar hati-hati dengan bapak, karena kita tidak


akan pernah tau apa yang terjadi nanti.” Kata Ayu.


“Memangnya suami saya pernah


melakukan apa padamu? Apakah dia bersikap buruk padamu?” Tanya Abella.

__ADS_1


“Saya permisi.” Kata Ayu.


__ADS_2