
Setibanya Abella dirumah.
“Mbak, suami saya kemana?” Tanya
Abella kepada mbak Ayu.
“Bapak dikamar kok mbak.” Kata
Ayu.
“Dia seharian jagain Darel ya?
Pasti dia sangat kelelahan.” Kata Abella.
“Bapak seharian keluar mbak, baru
saja datang dan langsung ke kamarnya.” Kata Ayu.
“Apa? Dia keluar? Lalu yang jaga
Darel mbak Ayu?” Tanya Abella.
“Tentu saja saya mbak, bahkan
saat Darel menangis, bapak justru tidak peduli.” Kata Ayu.
“Kurang ajar dia, enak sekali dia
keluar tanpa mengurus Darel. Lihat saja nanti aku akan menghajarmu.” Kata
Abella kesal.
Kemudian Abella menghampiri
suaminya.
“Baru pulang sayang?” Tanya
Adriano palsu.
“Dari mana saja kamu seharian?
Aku nitip Darel sama kamu mas, tapi kamu malah pergi. Pergi kemana kamu?” Tanya
Abella.
“Jangan salah paham, aku tadi
membeli barang-barang untuk kebutuhan Darel sayang. Coba lihat aku beli popok
bayi, sabun bayi juga untuk keperluan Darel.” Kata Adriano palsu.
“Untuk apa kamu beli lagi? Aku
kan sudah membeli banyak untuk persediaan. Hanya beli begitu saja kenapa sampai
seharian sih?” Tanya Abella kesal.
“Kurang ajar si Ayu, aku harus
memecatnya lalu mengusirnya dari rumah ini.” Kata Adriano palsu dalam hati.
“Tadi mama menelfonku dan
menyuruhku untuk mampir ke rumah sebentar, jadi aku ke rumah mama tadi sayang.”
Kata Adriano palsu.
“Benarkah? Apakah kamu jujur
padaku? Kamu tidak berbohong padaku kan?” Tanya Abella.
“Mana mungkin aku berbohong
padamu sayang, tentu saja tidak.” Kata Adriano palsu sambil memeluk istrinya.
“Sekarang kamu mandi lalu ganti
baju, aku akan menyiapkan makan malam untukmu.” Kata Adriano palsu.
__ADS_1
“Aku tidak lapar.” Kata Abella.
“Makan sedikit saja, kita makan
malam berdua, sepiring berdua.” Kata Adriano palsu.
“Aku bilang aku tidak lapar.”
Kata Abella.
“Astaga kenapa dia semakin
menyebalkan, rasanya aku ingin menggamparnya tapi aku jatuh cinta padanya.”
Kata Adriano palsu dalam hati.
**
Keesokan paginya, Abella
kehilangan perhiasannya.
“Mas, kalung yang kamu belikan
waktu itu kok nggak ada di kotak ya? Apakah kamu melihatnya?” Tanya Abella.
“Bukannya kamu menyimpannya di
kotak terus? Coba kamu cari lagi.” Kata Adriano palsu.
“Nggak ada, aku selalu menyimpan
didalam kotak.” Kata Abella.
“Apa jangan-jangan diambil sama
si Ayu, sekarang banyak terjadi kasus pencurian loh sayang dan pelakunya itu
pembantu rumah tangga.” Kata Adriano palsu.
“Lalu kamu menuduh mbak Ayu? Dia
mama yang mencarikannya untuk kita. Dia itu orangnya pendiam dan jujur, bahkan
bisa dipercaya. Aku paham banget dengan dia mas.” Kata Abella.
“Seberapa yakin dan percaya kamu
dengan si Ayu? Coba kita tanyakan saja padanya. Lagipula dia kan yang
membersihkan kamar kita.” Kata Adriano palsu.
Lalu Adriano palsu dan Abella
menghampiri Ayu.
“Mbak biar aku saja yang
menggendong Darel.” Kata Abella.
“Baik mbak, kalau begitu saya mau
mencuci baju dulu.” Kata Ayu.
“Tunggu sebentar, apakah kamu tau
kalung saya yang biasanya saya simpan di kotak? Kalung saya tidak ada didalam
kotak.” Kata Abella.
“Saya tidak tau mbak, tadi saya
hanya menyapu kamar saja. Coba di ingat kembali mbak terakhir kali
meletakkannya dimana.” Kata Ayu.
“Dirumah ini hanya ada aku,
istriku dan kamu. Sudahlah cepat kembalikan kalung istri saya, dari awal saya
__ADS_1
curiga dengan kamu.” Kata Adriano palsu.
“Astaga pak, saya tidak pernah
mengambil barang yang bukan milik saya sendiri. Demi Tuhan saya tidak
mengambilnya pak.” Kata Ayu.
“Kalau begitu saya akan mengecek
kamar kamu, siapa tau kalung istri saya masih ada didalam kamar kamu.” Kata
Adriano palsu, kemudian dia segera ke kamarnya Ayu. Dia sengaja menabrak Ayu
dan ternyata kalung Abella jatuh dari saku Ayu.
“Itu kalung milikku. Bagaimana
bisa kalungku ada padamu?” Kata Abella.
“Tidak mungkin, bukan saya yang
mengambilnya mbak. Demi Tuhan bukan saya pelakunya.” Kata Ayu.
“Wah tidak bisa dibiarkan, aku
akan memecatmu sekarang juga, sekarang juga kamu pergi dari sini.” Kata Adriano
palsu.
Akhirnya Ayu pergi dari rumah
Abella.
Saat Adriano palsu sedang
menggendong Darel di kamarnya, Ayu berpamitan kepada Abella.
“Mbak demi Tuhan bukan saya yang
mengambilnya. Pasti ada yang menjebak saya.” Kata Ayu.
“Lalu kamu menuduh suamiku yang
menjebakmu? Kenapa kamu melakukan hal ini padahal aku sangat menyukaimu dan
mempercayaimu.” Kata Abella.
“Kalau saya bersalah, saya pasti
akan memohon maaf mbak tapi bukan saya pelakunya. Apakah mbak benar-benar akan
memecat dan mengusir saya?” Tanya Ayu.
“Maaf, aku sangat kecewa
denganmu. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan lagi setelah ini.” Kata
Abella.
“Baiklah mbak, terima kasih
banyak untuk selama ini. Oh iya mbak, sebaiknya mbak lebih hati-hati dengan
bapak. Jaga diri mbak dengan baik ya, permisi.” Kata Ayu.
“Tunggu, apa maksud kamu? Maksud kamu
suamiku orang yang jahat begitu?” Tanya Abella.
“Saya tidak berkata begitu mbak,
saya hanya berpesan kepada mbak agar hati-hati dengan bapak, karena kita tidak
akan pernah tau apa yang terjadi nanti.” Kata Ayu.
“Memangnya suami saya pernah
melakukan apa padamu? Apakah dia bersikap buruk padamu?” Tanya Abella.
__ADS_1
“Saya permisi.” Kata Ayu.