
Kemudian Adriano
memberikan kunci mobilnya kepada Abella.
“Mobilnya ada di
tempat parkir F.” Kata Adriano.
“What? Kenapa
suka sekali memarkirkan mobil disana sih, itu sangat jauh.” Kata Abella.
“Biar kamu
sekalian olahraga, karena kamu kebanyakan rebahan dan nonton drama terus.” Kata
Adriano.
“Hmmmm iya iya,
terima kasih banyak ya. Aku balik sekarang, bye.” Kata Abella. Kemudian Adriano
mengerjai istrinya dengan menarik ikat rambut Abella lalu segera berlari.
“Aaaaaaa sialan,
rambutku jadi berantakan. Punya suami kenapa menyebalkan sekali.” Gerutu
Abella.
Kemudian dia
mengikuti suaminya diam-siam karena sangat penasaran dengan pekerjaannya dan
juga ingin membalas kejailan suaminya. Namun rencananya gagal ketika dia
melihat Brama.
“Aduh kacau
kenapa Brama ada disitu, bisa gawat kalau dia melihatku disini.” Kata Abella
dalam hati.
“Permisi, sedang
apa nona disini?” Tanya salah satu pramugari.
“Eh ti tidak ada
apa-apa kok, hanya kebetulan lewat sini saja. Tunggu sebentar, bukankah kamu
pramugarai yang waktu itu ya?” Tanya Abella.
“Kamu yang waktu
itu ditolong sama captain Adriano kan? Wah sedang apa kamu disini? Pasti mau
menguntit captain Adriano ya?” Tanya Laura, pramugari tersebut.
“Apa? Aku
__ADS_1
menguntit Adriano? Tidak mungkin, untuk apa aku menguntitnya.” Kata Abella.
“Hati-hati ya
kalau bicara, panggil dia captain.” Kata Laura.
“Dia mungkin
captain mu tapi bukan captain ku.” Kata Abella lalu dia pergi.
Kemudian Abella
menelfon suaminya.
“Hallo, jadwal penerbanganmu
jam berapa?” Tanya Abella.
“Kenapa
memangnya? Wah pasti sudah rindu denganku ya haha.” Goda Adriano.
“Merindukanmu?
Jangan berkhayal ya, tidak mungkin aku merindukanmu. Apakah kamu terbang dengan
captain Brama?” Tanya Abella.
“Kenapa? Kamu
naksir dengannya? Dasar wanita penggoda, sudah punya suami, punya pacar masih
saja menaksir orang lain astaga.” Kata Adriano.
bicara apa saja tentangku, aku tidak peduli. Lagipula kan aku hanya tanya saja,
aku tidak jadi tanya denganmu.” Kata Abella.
“Iya, dia
terbang denganku. Dia itu co-pilot yang sering terbang juga denganku. Mau titip
salam tidak untuknya?” Tanya Adriano.
“Tidak usah,
terima kasih.” Kata Abella lalu menutup telfonnya.
Kemudian Abella
segera kembali pulang ke rumahnya.
Setibanya
dirumah, teman-teman Abella datang ke rumahnya. Dia pun sangat kaget, lalu dia
menyimpan semua barang-barang milik suaminya di kamar suaminya, dia juga
memindahkan foto pernikahannya kedalam kamar suaminya. Setelah semua beres,
baru dia membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
“Kenapa lama
sekali?” Tanya Melisa.
“Aku sedang
buang air besar.” Kata Abella.
“Pantas kamu bau
haha.” Kata Jesica.
“Enak saja,
masuklah.” Kata Abella.
“Wah enak ya
tinggal sendiri seperti ini bisa bebas mau ngapain saja.” Kata Melisa.
“Bebas apanya,
kakek dan nenekku sering datang kesini juga.” Kata Abella.
“Kenapa kok
tiba-tiba kakek dan nenekmu membelikanmu rumah ini?” Tanya Melisa.
“Tandanya kakek
dan nenek sayang sama cucunya dong.” Kata Abella.
“Kakek dan
nenekmu sepertinya ingin kamu segera menikah deh setelah lulus SMA.” Kata
Jesica.
“Tidak mungkin
lah, lagipula aku ingin kuliah dulu.” Kata Abella.
“Untuk apa kamu
kuliah, lebih baik meneruskan bisnis kakek dan nenekmu saja.” Kata Melisa.
“Betul itu,
lagipula bisnis makanan milik kakek dan nenekmu juga sekarang sudah menyebar
dimana-mana pasti keuntungannya sangat banyak.” Kata Jesica.
“Aduh kenapa
kalian jadi ribut memikirkan masa depanku sih.” Kata Abella.
“Hahahaha maaf,
aku lapar, ada makanan tidak?” Tanya Melisa.
“Ada di kulkas,
__ADS_1
ambil saja sendiri.” Kata Abella.