Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 24


__ADS_3

Kemudian Adriano


memberikan kunci mobilnya kepada Abella.


“Mobilnya ada di


tempat parkir F.” Kata Adriano.


“What? Kenapa


suka sekali memarkirkan mobil disana sih, itu sangat jauh.” Kata Abella.


“Biar kamu


sekalian olahraga, karena kamu kebanyakan rebahan dan nonton drama terus.” Kata


Adriano.


“Hmmmm iya iya,


terima kasih banyak ya. Aku balik sekarang, bye.” Kata Abella. Kemudian Adriano


mengerjai istrinya dengan menarik ikat rambut Abella lalu segera berlari.


“Aaaaaaa sialan,


rambutku jadi berantakan. Punya suami kenapa menyebalkan sekali.” Gerutu


Abella.


Kemudian dia


mengikuti suaminya diam-siam karena sangat penasaran dengan pekerjaannya dan


juga ingin membalas kejailan suaminya. Namun rencananya gagal ketika dia


melihat Brama.


“Aduh kacau


kenapa Brama ada disitu, bisa gawat kalau dia melihatku disini.” Kata Abella


dalam hati.


“Permisi, sedang


apa nona disini?” Tanya salah satu pramugari.


“Eh ti tidak ada


apa-apa kok, hanya kebetulan lewat sini saja. Tunggu sebentar, bukankah kamu


pramugarai yang waktu itu ya?” Tanya Abella.


“Kamu yang waktu


itu ditolong sama captain Adriano kan? Wah sedang apa kamu disini? Pasti mau


menguntit captain Adriano ya?” Tanya Laura, pramugari tersebut.


“Apa? Aku

__ADS_1


menguntit Adriano? Tidak mungkin, untuk apa aku menguntitnya.” Kata Abella.


“Hati-hati ya


kalau bicara, panggil dia captain.” Kata Laura.


“Dia mungkin


captain mu tapi bukan captain ku.” Kata Abella lalu dia pergi.


Kemudian Abella


menelfon suaminya.


“Hallo, jadwal penerbanganmu


jam berapa?” Tanya Abella.


“Kenapa


memangnya? Wah pasti sudah rindu denganku ya haha.” Goda Adriano.


“Merindukanmu?


Jangan berkhayal ya, tidak mungkin aku merindukanmu. Apakah kamu terbang dengan


captain Brama?” Tanya Abella.


“Kenapa? Kamu


naksir dengannya? Dasar wanita penggoda, sudah punya suami, punya pacar masih


saja menaksir orang lain astaga.” Kata Adriano.


bicara apa saja tentangku, aku tidak peduli. Lagipula kan aku hanya tanya saja,


aku tidak jadi tanya denganmu.” Kata Abella.


“Iya, dia


terbang denganku. Dia itu co-pilot yang sering terbang juga denganku. Mau titip


salam tidak untuknya?” Tanya Adriano.


“Tidak usah,


terima kasih.” Kata Abella lalu menutup telfonnya.


Kemudian Abella


segera kembali pulang ke rumahnya.


Setibanya


dirumah, teman-teman Abella datang ke rumahnya. Dia pun sangat kaget, lalu dia


menyimpan semua barang-barang milik suaminya di kamar suaminya, dia juga


memindahkan foto pernikahannya kedalam kamar suaminya. Setelah semua beres,


baru dia membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


“Kenapa lama


sekali?” Tanya Melisa.


“Aku sedang


buang air besar.” Kata Abella.


“Pantas kamu bau


haha.” Kata Jesica.


“Enak saja,


masuklah.” Kata Abella.


“Wah enak ya


tinggal sendiri seperti ini bisa bebas mau ngapain saja.” Kata Melisa.


“Bebas apanya,


kakek dan nenekku sering datang kesini juga.” Kata Abella.


“Kenapa kok


tiba-tiba kakek dan nenekmu membelikanmu rumah ini?” Tanya Melisa.


“Tandanya kakek


dan nenek sayang sama cucunya dong.” Kata Abella.


“Kakek dan


nenekmu sepertinya ingin kamu segera menikah deh setelah lulus SMA.” Kata


Jesica.


“Tidak mungkin


lah, lagipula aku ingin kuliah dulu.” Kata Abella.


“Untuk apa kamu


kuliah, lebih baik meneruskan bisnis kakek dan nenekmu saja.” Kata Melisa.


“Betul itu,


lagipula bisnis makanan milik kakek dan nenekmu juga sekarang sudah menyebar


dimana-mana pasti keuntungannya sangat banyak.” Kata Jesica.


“Aduh kenapa


kalian jadi ribut memikirkan masa depanku sih.” Kata Abella.


“Hahahaha maaf,


aku lapar, ada makanan tidak?” Tanya Melisa.


“Ada di kulkas,

__ADS_1


ambil saja sendiri.” Kata Abella.


__ADS_2