Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 144


__ADS_3

Abella membuatkan minuman untuk


suaminya, namun dia menambahkan obat tidur kedalam minuman suaminya.


“Maafkan aku mas, aku hanya ingin


tau apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku. Tidurlah dengan tenang,


setelah itu aku akan pergi ke alamat itu untuk mencari tau kebenarannya.” Kata


Abella dalam hati.


“Minumannya sudah siap sayang.”


Teriak Abella.


“Wah, kamu bikin apa sayang?”


Tanya Adriano palsu.


“Aku membuatkanmu jus sehat.


Diminum ya, harus habis pokoknya.” Kata Abella.


“Siap.” Kata Adriano palsu, dia


langsung meminum jus buatan Abella sampai habis.


“Gimana enak kan mas jus


buatanku?” Tanya Abella.


“Enak sekali sayang, tapi aku


jadi kenyang sekali.” Kata Adriano palsu sambil menguap.


“Bagus, sepertinya dia mulai


mengantuk. Cepat tidurlah mas aku mohon.” Kata Abella dalam hati.


Satu jam kemudian, Adriano palsu


tertidur. Abella segera pergi ssambil membawa anaknya. Abella menitipkan


anaknya ke Jesica teman dekatnya. Setelah menitipkan anaknya, Abella segera


pergi ke alamat yang tertera di kertas milik Adriano palsu. Setibanya di lokasi


tersebut.


“Hah, ini kan rumah kosong? Dan


lokasinya juga dekat dengan rumah. Lalu kenapa mas Adriano menyuruh Santi


datang kesini ya?” Tanya Abella. Dia berada didalam mobil sambil diam-diam


mengamati di sekitar. Tidak lama kemudian, Abella melihat seseorang yang


mencurigakan.


“Siapa itu? Kenapa ada satu


wanita dan dua orang laki-laki. Sepertinya mereka sedang menyekap seseorang.


Aku harus turun dan melihatnya sendiri.” Kata Abella. Kemudian Abella turun


dari mobil dan diam-diam mengikuti sekelompok orang yang mencurigakan tersebut.

__ADS_1


**


Santi dan anak buah Adriano palsu


sedang menyekap Ayu, mantan pembantu rumah tangga Abella. Ayu mengetahui


semuanya sehingga Adriano palsu berusaha untuk menyingkirkan Ayu. Jadi saat


Adriano pergi bersama Marcelo, kebetulan Ayu pergi mengunjungi kerabatnya.


Kemudian dia tidak sengaja melihat Adriano bersama Marcelo, akhirnya Ayu


mengikutinya hingga ke vila tempat penyekapan Adriano asli. Namun sayang saat


Ayu pergi dari vila tersebut, Adriano palsu mengetahuinya sehingga Adriano


palsu mengancam Ayu agar tutup mulut. Karena Adriano palsu tidak nyaman dan


khawatir sehingga dia menyuruh Santi dan anak buahnya untuk menyingkirkan Ayu.


Santi dan anak buahnya Adriano


palsu menyekap Ayu di rumah kosong tersebut. Adriano palsu bahkan memerintahkan


untuk menghilangkan jejak Ayu karena saat Ayu memperingatkan Abella saat itu,


Adriano palsu mendnegarkan percakapan antara Ayu dan Abella. Sehingga Adriano


palsu ingin menyingkirkan Ayu. Santi dan anak buahnya Adriano palsu menyiksa


Ayu, mereka menampar Ayu dan menendang perut Ayu hingga merintih kesakitan. Sedangkan


Abella yang mengintip dari jendela pun merintih dan menangis serta syok dengan


apa yang dia lihat saat itu. Abella diam-diam merekam video melalui ponselnya


“Astaga Ayu, apa jangan-jangan


mas Adriano adalah Marcelo, lalu mas Adriano yang sebenarnya saat ini sedang


disekap oleh Marcelo. Tuhan tolong bantu aku, apa yang harus aku lakukan. Aku harus


menyelamatkan Ayu, pasti dia mengetahui semuanya.” Kata Abella dalam hati


sambil terus merekam kejadian tersebut.


Ayu merintih kesakitan akibat


siksaan yang dilakukan oleh Santi dan anak buahnya Adriano palsu.


“Lepaskan saya, saya mohon.” Kata


Ayu.


“Diam, atau aku akan membunuhmu.”


Kata Santi sambil menampar pipi Ayu.


“Apa salahku pada kalian? Apakah kalian


anak buah Adriano palsu oh maksudku Marcelo? Aku bahkan sudah berjanji padanya


untuk tutup mulut tapi kenapa kalian melakukan hal ini padaku. Tolong selamatkan


aku, aku mohon.” Kata Ayu.


“Sayang sekali, hari ini adalah

__ADS_1


hari kematianmu.” Kata Santi.


“Tidak, jangan bunuh aku. Aku


akan pergi dari sini dan akan tutup mulut. Tolong jangan sakiti aku.” Kata Ayu.


“Cepat tembak dia sekarang juga.”


Kata Santi kepada anak buah Adriano palsu.


Saat anak buah Adriano akan


menembak Ayu, tiba-tiba Abella melempar sebuah batu ke kaca di rumah tersebut. Seketika


Santi dan anak buah Adriano palsu pun panic dan langsung pergi keluar untuk


mengecek apa yang terjadi. Saat Santi dan anak buah Adriano pergi mengecek


suara lemparan batu tersebut, Abella segera masuk untuk menyelamatkan Ayu.


Abella segera membawa Ayu pergi


dari rumah kosong tersebut, Abella memakai topi, kacamata hitam sekaligus


masker agar tidak ada yang mengetahuinya.


“Kamu siapa?” Tanya Ayu.


“Kamu mau pergi atau berakhir


disini?” Tanya Abella.


“Tolong selamatkan saya.” Kata Ayu.


Akhirnya mereka berdua berhasil


kabur dan langsung berlari kedalam mobil Abella.


“Cepat masuk.” Kata Abella.


“Mbak Abella.” Kata Ayu sambil


menangis.


“Diam, jangan berisik. Kita harus


segera pergi dari sini.” Kata Abella.


“Baik mbak, tunggu sebentar. Lebih


baik kita ganti plat nomor mobil mbak Abella terlebih dahulu, aku takut mereka


mengetahuinya.” Kata Ayu.


“Kamu pikir aku bodoh? Aku menyewa


mobil ini di persewaan mobil, jadi mereka tidak akan tau.” Kata Abella.


“Syukurlah kalau begitu mbak, ayo


cepat kita pergi dari sini mbak.” Kata Ayu.


Saat Abella akan mengemudi,


tiba-tiba Santi dan anak buah Adriano palsu menghadang mereka. Abella dan Ayu


pun sangat ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2