Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 46


__ADS_3

Abela, Adriano dan juga Nando kaget mendengar ucapan darel.


“Apa maksudmu Darel? Tidak seharusnya kamu berkata seperti itu kepada papa kamu.” Tanya Abela.


“Kenapa Darel membenci papa? Memangnya apa salah papa sama Darel?” Tanya Adriano.


“Papa telah meninggalkan aku dan mama.” Kata Darel.


“Papa tidak mengerti maksud kamu sayang, jelaskan pada papa dengan jelas.” Kata Adriano.


“Aku pernah bertemu dengan tante itu ma, dia yang mengajariku berkuda selama ini ma.” Kata Darel.


“Apa? Jadi Darel mengetahuinya?” Tanya Abela.


“Aku melihat apa yang papa dan tante itu lakukan di taman belakang tempat pacuan kuda, aku melihat dengan mata kepala Darel sendiri.” Kata Darel.


“Apa? Memangnya apa yang kamu lihat sayang?” Tanya Abela.


“Bukan apa-apa, pasti Darel salah lihat kan? Iya kan Darel?” Tanya Adriano.


“Katakan kepada mama apa yang kamu lihat? Apa yang dilakukan papa kamu dan wanita itu?” Tanya Abela.


“Papa mencium wanita itu ma.” Kata Darel dengan polosnya.


“Itu tidak benar, Darel pasti salah lihat. Waktu itu aku sedang berbisik kepadanya untuk meminta bantuan agar dia mengajari Darel berkuda.” Kata Adriano.


“Pak Nando bisakah bapak mengantar Darel pulang ke rumah dan menemaninya sampai aku tiba di rumah? Aku mohon.” Kata Abela.


“Baiklah, ayo Darel kita pulang dulu ya, om akan mengajakmu makan siang bersamamu.” Ajak Nando.

__ADS_1


“Hei apa yang kamu lakukan? Jangan pernah berani mengajak pergi anakku.” Kata Adriano kepada Nando.


“Ayo om Nando kita pergi sekarang.” Ajak Darel sambil menggandeng tangan Nando. Akhirnya Nando mengajak Darel pergi. Setelah Nando dan Darel pergi, Adriano mencoba menjelaskan semuanya kepada istrinya.


“Sayang ikut aku, aku bisa jelaskan semuanya kepadamu.” Kata Adriano.


“Lepaskan aku, jangan pernah menyentuhku lagi.” Kata Abela.


Kemudian Adriano dan Abela pergi ke rumah Adriano yang selama ini ia tempati ketika tidak tinggal di rumah mereka. Setibanya dirumah Adriano.


“Masuklah, mari kita bicarakan semuanya disini.” Kata Adriano.


“Jadi disini kamu tinggal? Apakah wanita itu sering datang kesini?” Tanya Abela.


“Ini rumah orang tuaku, hanya kamu yang pernah kesini. Dulu aku pernah mengajakmu kesini kan, apakah kamu sudha lupa?” Tanya Adriano.


“Duduklah, aku akan membuatkanmu minum.” Kata Adriano.


“Aku tidak ada waktu, aku sudah mendaftarkan berkas perceraian kita di pengadilan, pengacaraku yang akan mengurus semuanya. Tentu saja Darel akan ikut denganku.” Kata Abela.


“Haruskah kita sampai sejauh itu? Aku bisa memperbaiki semuanya dari awal sayang, aku akan berpisah dengan Ariana dan kita kembali lagi seperti dulu. Tolong maafkan aku sayang, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan aku mengakui kesalahanku.” Kata Adriano.


“Wah apa-apan ini? Kau sungguh sangat berbakat menjatuhkan dan menyakiti orang lain.” Kata Abela.


“Sepertinya kamu salah paham. Aku tidak sepenuhnya bersalah dalam masalah ini.” Kata Adriano.


“Mereka yang melukai orang lain akan selalu mudah untuk melupakannya, sedangkan mereka yang terluka akan selalu mengingat selamanya.” Kata Abela.


“Jadi saat kamu dirawat dirumah sakit dan kamu tidak bisa bicara karena masalahku? Apakah kamu memang sangat sakit hati sampai seperti itu? Kamu pikir aku tidak sakit hati selama ini? Saat kita bahkan belum saling mencintai, aku selalu bersabar menghadapimu, aku selalu memaklumimu bahkan saat kamu selalu bertindak kenakak-kanakan pun aku masih bersabar menghadapimu tapi apakah kamu pernah merasa bersalah kepadaku? Aku bahkan tidak pernah melakukan kesalahan saat itu, lalu saat aku melakukan satu kesalahan saja kamu langsung seperti ini, menyalahkanku dan menjatuhkanku bahkan kamu ingin berpisah denganku. Kamu memang selalu egois.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Benar, aku memang egois, kekanak-kanakan dan tidak peduli denganmu saat itu. Tapi setelah kita saling mencintai satu sama lain, semua prioritasku hanya untukmu dan anakmu. Bagiku kamu adalah segalanya untukku dan kamu adalah hidupku. Tapi apa yang kamu lakukan kepadaku? Kamu baru saja menusukku dari belakangku, bahkan anakmu sendiri mengetahui kelakuanmu, kini anakmu sangat membencimu jadi jangan berharap bisa kembali kepadaku maupun kepada anakmu. Aku capek mas, aku sangat lelah menghadapimu. Sejujurnya aku bisa saja memaafkanmu dan kita kembali lagi seperti dulu tapi hatiku terlanjur sakit hati. Dan yang lebih parah lagi adalah wanita itu tadi pagi datang kepadaku untuk memohon maaf kepadaku dan dia bilang dia tidak ingin berpisah denganmu. Lalu apa lagi yang bisa aku harapkan, tidak ada. Aku juga mengetahui bahwa kamu yang melaporkanku kepada nenek saat aku menjenguk ibuku, pantas saja nenek langsung datang menemuiku. Padahal kamu bilang akan merahasiakan hal itu dari nenek, bahkan ibuku tau kalau kamu ada hubungan dengan wanita itu tapi ibuku takut untuk bilang kepadaku karena ibuku tidak ingin melihat putrinya terluka tapi beruntung aku mengetahuinya. Sampai jumpa di pengadilan.” Kata Abela lalu dia pergi, namun Adriano mencegahnya.


“Jangan pergi meninggalkanku, maafkan aku sayang. Aku bersalah kepadamu, maafkan aku.” Kata Adriano sambil menangis dan memeluk Abela.


“Lepaskan aku.” Bentak Abela.


“Maafkan aku sayang.” Kata Adriano.


“Lepaskan aku.” Kata Abela.


“Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?” Tanya Adriano.


“Tau apa kamu tentang cinta? Aku benar-benar kecewa denganmu mas. Kenapa kamu harus hadir dan masuk dalam hidupku? Kenapa? Kenapa kamu harus masuk dalam hidupku?” Bentak Abela sambil menangis.


“Maafkan aku sayang.” Kata Adriano.


“Kamu yang tau semuanya tentangku, dan kamu juga kini melihatku terpuruk seperti ini karenamu. Apakah kamu senang? Apakah kamu lega melihatku seperti ini? Setidaknya aku tidak pengecut sepertimu.” Kata Abela.


“Apa katamu? Aku pengecut?” Tanya Adriano.


“Lebih dari seorang pengecut.” Kata Abela.


“Baiklah, mari kita akhiri semua ini. Aku akan menghilang dari hidupmu.” Kata Adriano.


“Sampai ketemu di pengadilan wahai pengecut.” Kata Abela.


“Ini semua bukan hanya salahku, tapi kamu juga bersalah karena memperlakukanku sangat dingin.” Kata Adriano. Jangan pernah merasa kamu adalah yang paling baik dalam hal ini, mengerti?” Bisik Adriano.


“Darel tidak seharusnya memiliki seorang ayah sepertimu. Jika aku boleh meminta aku tidak ingin ditakdirkan bertemu denganmu dalam hidupku. Oh apakah ini balas dendammu padaku karena dulu memperlakukanmu sangat dingin bahkan tidak peduli denganmu? Mungkin inilah akibat dari pernikahanku yang masih sangat dini.” Kata Abela, lalu Abela pergi meninggalkan Adriano dalam keadaan menangis.

__ADS_1


__ADS_2