Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 109


__ADS_3

Abella dan Adriano menikmati


makan mewah bersama.


“Aku suapi kamu ya sayang.” Kata Adriano.


“Jangan ah mas, aku malu.” Kata Abella


tersipu malu.


“Tenang saja, tidak usah malu


karena disini tidak ada siapa-siapa kok. Disini hanya ada aku dan kamu saja sayang.”


Kata Adriano.


“Tapi tetap saja aku malu sayang.


Aku makan sendiri saja.” Kata Abella.


“Susah sekali ya di ajak romantis,


tidak boleh menolak pokoknya.” Kata Adriano sambil menyuapi istrinya.


“Jadi tadi hanya drama saja kan


mas? Mas aku kan juga harus segera kembali bekerja.” Kata Abella.


“Aku sudah meminta ijin kepada


pak Yovi kok, sudahlah kita nikmati waktu kita berdua disini. Kapan lagi kita


bisa seperti ini.” Kata Adriano.


“Aku tadi sangat ketakutan mas


saat pak Yovi marah padaku, bahkan aku sangat kesal dan benci melihatmu karena


kamu juga ikut marah padaku.” Gerutu Abella sambil mengunyah makanan.


“Hahahah aku tadi ingin tertawa


melihat ekspresimu tapi aku menahannya. Kamu sangat menggemaskan sayang.” Kata Adriano


sambil mencubit pipi Abella.


Adriano menggenggam tangan


istrinya sambil menatap wajah istrinya.


“Kenapa kamu melihatku seperti

__ADS_1


itu? Tatapan penuh nafsu.” Kata Abella.


“Aku kan hanya bisa nafsu denganmu


saja, memangnya kamu mau kalau aku nafsu dengan wanita lain?” Tanya Adriano.


“Awas saja kalau berani


macam-macam di belakangku.” Ancam Abella.


“Hahahah aku memang bukan suami


yang baik dan sempurna untukmu, tapi aku tidak akan pernah mengkhianatimu


apalagi menduakanmu.” Kata Adriano dengan tulus.


“Terima kasih banyak sayang, aku


benar-benar bahagia menjadi istrimu. Maaf ya aku dulu tidak sopan denganmu dan


tidak pernah menghormatimu, aku selalu membencimu setiap saat.” Kata Abella.


“Namanya rumah tangga memang


selalu ada suka maupun duka. Setelah ini kamu mau kemana? Aku akan menuruti


semua keinginanmu.” Kata Adriano.


saja mas, lebih enak kalau kita bermain diatas ranjang.” Kata Abella malu-malu.


“Dasar kamu ya, ketagihan kan


sekarang? Hmmm dulu saja menolak dan ketakutan, bahkan aku dekat denganmu saja


kamu langsung teriak.” Kata Adriano.


“Karena dulu aku belum tau


bagaimana rasanya dan yang ada di pikiranku adalah rasa sakit mas.” Kata Abella.


“Memang awalnya saja yang sakit


tapi setelah itu kan enak mantap begitu sayang sampai kamu ketagihan haha.” Goda


Adriano.


“Jangan bicara seperti itu, nanti


kalau ada yang dengar bagaimana.” Kata Abella.


“Tenang saja. Besok aku terbang

__ADS_1


ke Bali.” Kata Adriano.


“Iya aku tau, untung saja hanya


dua hari. Aku tidak bisa jauh darimu terlalu lama mas. Aku pasti kesepian mas.”


Kata Abella.


“Kamu bisa pergi bersama temanmu


atau ajak temanmu menginap dirumah agar kamu tidak kesepian.” Kata Adriano.


“Memangnya boleh mas?” Tanya


Abella.


“Boleh asalkan tau batasan saja.”


Kata Adriano.


“Tapi teman-temanku juga pasti


banyak yang sibuk dengan kesibukan sendiri mas.” Kata Abella.


“Ya kalau begitu dirumah saja,


kunci rumahnya.” Kata Adriano.


“Telfon aku ya sayang agar aku


tidak merasa kesepian dirumah.” Kata Abella.


“Iya sayang pasti, doakan aku


juga agar selamat sampai rumah.” Kata Adriano.


“Iya mas pasti, pokoknya begitu


sampai disana segera telfon aku ya.” Kata Abella.


“Iya, ayo cepat makan lagi.” Kata


Adriano.


“Kenyang mas, justru kamu yang


hanya makan sedikit.” Kata Abella.


“Aku kenyang melihatmu makan


sayang.” Kata Adriano sambil senyum-senyum melihat istrinya.

__ADS_1


__ADS_2