
Abella dan Adriano menikmati
makan mewah bersama.
“Aku suapi kamu ya sayang.” Kata Adriano.
“Jangan ah mas, aku malu.” Kata Abella
tersipu malu.
“Tenang saja, tidak usah malu
karena disini tidak ada siapa-siapa kok. Disini hanya ada aku dan kamu saja sayang.”
Kata Adriano.
“Tapi tetap saja aku malu sayang.
Aku makan sendiri saja.” Kata Abella.
“Susah sekali ya di ajak romantis,
tidak boleh menolak pokoknya.” Kata Adriano sambil menyuapi istrinya.
“Jadi tadi hanya drama saja kan
mas? Mas aku kan juga harus segera kembali bekerja.” Kata Abella.
“Aku sudah meminta ijin kepada
pak Yovi kok, sudahlah kita nikmati waktu kita berdua disini. Kapan lagi kita
bisa seperti ini.” Kata Adriano.
“Aku tadi sangat ketakutan mas
saat pak Yovi marah padaku, bahkan aku sangat kesal dan benci melihatmu karena
kamu juga ikut marah padaku.” Gerutu Abella sambil mengunyah makanan.
“Hahahah aku tadi ingin tertawa
melihat ekspresimu tapi aku menahannya. Kamu sangat menggemaskan sayang.” Kata Adriano
sambil mencubit pipi Abella.
Adriano menggenggam tangan
istrinya sambil menatap wajah istrinya.
“Kenapa kamu melihatku seperti
__ADS_1
itu? Tatapan penuh nafsu.” Kata Abella.
“Aku kan hanya bisa nafsu denganmu
saja, memangnya kamu mau kalau aku nafsu dengan wanita lain?” Tanya Adriano.
“Awas saja kalau berani
macam-macam di belakangku.” Ancam Abella.
“Hahahah aku memang bukan suami
yang baik dan sempurna untukmu, tapi aku tidak akan pernah mengkhianatimu
apalagi menduakanmu.” Kata Adriano dengan tulus.
“Terima kasih banyak sayang, aku
benar-benar bahagia menjadi istrimu. Maaf ya aku dulu tidak sopan denganmu dan
tidak pernah menghormatimu, aku selalu membencimu setiap saat.” Kata Abella.
“Namanya rumah tangga memang
selalu ada suka maupun duka. Setelah ini kamu mau kemana? Aku akan menuruti
semua keinginanmu.” Kata Adriano.
saja mas, lebih enak kalau kita bermain diatas ranjang.” Kata Abella malu-malu.
“Dasar kamu ya, ketagihan kan
sekarang? Hmmm dulu saja menolak dan ketakutan, bahkan aku dekat denganmu saja
kamu langsung teriak.” Kata Adriano.
“Karena dulu aku belum tau
bagaimana rasanya dan yang ada di pikiranku adalah rasa sakit mas.” Kata Abella.
“Memang awalnya saja yang sakit
tapi setelah itu kan enak mantap begitu sayang sampai kamu ketagihan haha.” Goda
Adriano.
“Jangan bicara seperti itu, nanti
kalau ada yang dengar bagaimana.” Kata Abella.
“Tenang saja. Besok aku terbang
__ADS_1
ke Bali.” Kata Adriano.
“Iya aku tau, untung saja hanya
dua hari. Aku tidak bisa jauh darimu terlalu lama mas. Aku pasti kesepian mas.”
Kata Abella.
“Kamu bisa pergi bersama temanmu
atau ajak temanmu menginap dirumah agar kamu tidak kesepian.” Kata Adriano.
“Memangnya boleh mas?” Tanya
Abella.
“Boleh asalkan tau batasan saja.”
Kata Adriano.
“Tapi teman-temanku juga pasti
banyak yang sibuk dengan kesibukan sendiri mas.” Kata Abella.
“Ya kalau begitu dirumah saja,
kunci rumahnya.” Kata Adriano.
“Telfon aku ya sayang agar aku
tidak merasa kesepian dirumah.” Kata Abella.
“Iya sayang pasti, doakan aku
juga agar selamat sampai rumah.” Kata Adriano.
“Iya mas pasti, pokoknya begitu
sampai disana segera telfon aku ya.” Kata Abella.
“Iya, ayo cepat makan lagi.” Kata
Adriano.
“Kenyang mas, justru kamu yang
hanya makan sedikit.” Kata Abella.
“Aku kenyang melihatmu makan
sayang.” Kata Adriano sambil senyum-senyum melihat istrinya.
__ADS_1