Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 132


__ADS_3

Anindya menghampiri Aira yang


sedang terbaring di rumah sakit. Sebelumnya Anindya telah mengambil gambar Aira


yang sedang sakit untuk mengancamnya.


“Jadi kamu


sedang sakit sehingga tidak mau merepotkan anakmu. Bagaimana jika Marcelo


mengetahui kondisimu sebenarnya.” Kata Anindya.


“Apalagi yang


kamu inginkan? Dasar wanita tidak tau diri, apakah belum cukup dengan


menyuruhku pergi kesini? Sekarang kamu mau mengusik anakku? Bukankah kamu


bilang kamu akan merawat Marcelo karena Marcelo selama ini sangat ingin tinggal


dirumah papanya.” Kata Aira.


“Untuk apa aku


merawat anak orang lain, jadi bagaimana haruskah aku mengatakan kepada Marcelo


tentang kondisimu saat ini?” Tanya Anindya.


“Jangan, jangan


pernah kamu lakukan hal itu. Dia tidak boleh tau, aku takut dia akan kepikiran,


sudah cukup penderitaan yang dia alami selama ini.” Kata Aira.


“Kalau begitu,


kamu tidak keberatan kan jika aku mengirim Marcelo kesini?” Tanya Anindya.


“Aku akan


merawat dan membesarkan anakku disini dengan satu syarat.” Kata Aira.


“Apa syaratnya?”


Tanya Anindya.


“Kamu harus


membiayai biaya perawatanku selamanya.” Kata Aira.


“Baiklah, aku


akan menepati janjiku kali ini.” Kata Anindya.


“Jika kamu tidak


menepati janjimu, aku akan membongkar semuanya kepada public apa yang selama

__ADS_1


ini kamu lakukan padaku, aku juga akan menghancurkan keluargamu satu persatu.”


Ancam Aira.


“Jangan khawatir,


aku akan menepati janjiku.” Kata Anindya.


**


Kembali ke masa kini.


Adriano telah


menceritakan semuanya kepada istrinya, Abella sangat syok mendengar cerita


tersebut.


“Kenapa kamu


tidak pernah memberitahuku?” Tanya Abella.


“Karena aku malu


denganmu jika kamu mengetahui apa yang terjadi dengan keluargaku, aku juga


tidak ingin membuatmu kepikiran dan khawatir. Maafkan aku, seharusnya aku


memberitahumu. Aku juga tidak menyangka jika Marcelo datang kembali ke


Indonesia.” Kata Adriano.


harus memiliki wajah yang sangat mirip denganmu sampai aku tidak bisa


membedakannya mas.” Kata Abella.


“Sebelum dia


datang lagi kesini, dia melakukan operasi agar terlihat mirip denganku. Dulu


saat aku masih kecil memang aku dan dia mirip layaknya kakak dan adik, namun


beranjak dewasa kami terlihat sedikit berbeda. Dulu saat remaja, dia memasang


tato di bagian punggungnya.” Kata Adriano.


“Tato


bertuliskan J. Apa artinya?” Tanya Abella.


“J artinya


Justice, dia menginginkan sebuah keadilan dari papaku. Karena selama ini dia


jarang mendapatkan kasih sayang dan keadilan dari papa. Bahkan sejak lahir dia


tidak bertemu papa, dia hanya ingin keadilan. Tapi aku sangat kecewa karena dia

__ADS_1


telah melakukan pembulian dan penganiayaan kepada Amelina mantan kekasihku dan


juga sahabat dekatku, Amelina juga sahabat dekat Marcelo.” Kata Adriano.


“Apakah kamu


yakin kalau Marcelo melakukan hal itu? Aku takut ada orang lain dibalik insiden


itu mas.” Kata Abella. (Jadi Adriano tidak mengetahui kalau insiden yang


terjadi dengan Marcelo adalah ulah dari ibunnya sendiri).


“Semua bukti


mengarah padanya sayang tentu saja dia pelakunya.” Kata Adriano.


“Bukti bisa saja


dibuat seolah dia yang melakukannya mas. Jika tidak ada bukti, maka bukti bisa


dibuat untuk menjebak seseorang. Aku tidak terlalu percaya kalau Marcelo


melakukan hal itu. Apakah kamu pernah bertanya kepada Amelina tentang hal ini?”


Tanya Abella.


“Aku kehilangan


kontak dengannya, ibunya bilang kalau dia pindah karena trauma dengan insiden


tersebut.” Kata Adriano.


“Coba kamu cari


tau semua kebenarannya agar tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kalian


berdua.” Kata Abella.


“Iya, sementara


kamu tinggal dirumah nenek dulu saja ya bersama Darel. Aku juga akan tinggal disini


kok.” Kata Adriano.


“Untuk sementara


kita tidur di kamar terpisah, siapa yang mengira kalau kamu adalah Adriano. Bisa


jadi kamu adalah Marcelo. Aku masih terngiang-ngiang saat aku satu kamar dan


tinggal dengan orang yang sangat mirip denganmu.” Kata Abella dengan tegasnya.


“Astaga, aku


benar Adriano suamimu sayang. Tunggu, apakah kamu melakukannya dengan Marcelo?”


Tanya Adriano. Abella pun menampar pipi Adriano dengan sangat kencang.

__ADS_1


“Pikir saja


sendiri.” Kata Abella kesal.


__ADS_2