
Abella kesakitan saat dipijit
oleh suaminya.
“Aduh mas sakit.” Teriak Abella
sambil memukul lengan suaminya.
“Astaga begini saja sakit padahal
aku sudah sangat pelan-pelan. Baru dipijit saja kesakitan apalagi dimasukin
bisa-bisa teriak-teriak seperti orang melahirkan.” Gerutu Adriano kesal.
“Sudahlah tidak usah dipijit,
bisa-bisa semakin sakit.” Kata Abella.
“Lebih baik tidurlah daripada
banyak bicara dari tadi.” Kata Adriano.
“Kamu kira kalau tidur bisa
langsung hilang begitu sakitnya? Mas aku lapar.” Kata Abella.
“Apa? Kamu lapar? Bukannya kita
habis makan?” Gerutu Adriano.
“Biasanya kalau aku datang bulan
suka ngemil dan cepat lapar mas. Belikan aku makanan dong mas.” Kata Abella.
“Sudah tidak dapat jatah apapun
hari ini, unboxing tidak bisa malah kena amukan istri, nasib kenapa begini
banget sih.” Gerutu Adriano.
“Aku serius mas, aku sangat
lapar. Mas belikan aku sandwich dong sama pizza ya mas.” Kata Abella.
“Lebih baik kamu ikut juga saja
daripada nanti aku beli lalu tidak sesuai malah marah-marah lagi.” Kata Adriano.
“Tapi aku sakit mas, bahkan
dibuat jalan saja rasanya nyeri sekali di bagian perutku.” Kata Abella.
“Emang semua wanita juga
mengalami hal sepertimu? Sakit saat datang bulan lalu suka memaki dan menyuruh
suaminya ya? Sungguh merepotkan.” Kata Adriano.
“Sudahlah jangan banyak omong
__ADS_1
cepat pergi dan belikan aku makanan, aku sudah sangat kelaparan mas.” Kata Abella.
Akhirnya Adriano membantu
istrinya berjalan untuk mengajaknya keluar.
“Cepat bangun, aku akan
membantumu berdiri.” Kata Adriano.
“Kamu kira aku nenek-nenek yang
tidak bisa berjalan ya mas, kamu keterlaluan sekali ya mas, kamu menghinaku
bahkan itu sangat menyakitkan.” Kata Abella.
“Argh aku benar-benar tidak tahan
lagi ya. Kenapa aku selalu serba salah dari tadi.” Kata Adriano, lalu Abella
pun merengek dan cemberut.
“Tetap saja aku tidak bisa marah
apalagi benci kepadanya.” Kata Adriano dalam hati. Akhirnya Adriano menggendong
istrinya.
“Mas kenapa kamu menggendongku?”
Tanya Abella kaget.
mengajakmu keluar. Jangan banyak bicara karena kamu sangat berat.” Kata Adriano.
“Apa? Aku sangat berat? Eh mas
aku itu langsing ya, kurus bukannya gendut. Enak saja kamu kalau menghinaku,
lebih baik.” Gerutu Abella, tiba-tiba Adriano mencium istrinya.
“Jika kamu banyak bicara aku akan
menciummu berkali-kali hingga sampai parkiran mobil sekalian di tempat umum,
mau?” Ancam Adriano, akhirnya Abella pun diam dan pasrah dengan suaminya.
Setibanya di parkiran mobil,
mereka pun segera pergi untuk membeli makanan yang di inginkan Abella.
“Kenapa kamu tadi tiba-tiba
menciumku saat menggendongku?” Tanya Abella lirih.
“Agar kamu tidak banyak bicara.” Kata
Adriano, Abella pun menunduk.
“Kenapa? Kamu kesal ya padaku?” Tanya
__ADS_1
Adriano.
“Aku hanya terharu tapi sedikit.”
Kata Abella.
“Terharu kenapa?” Tanya Adriano.
“Jangan-jangan kamu sering
menonton drama korea ya mas? Apa yang kamu lakukan itu sangat mirip di adegan
drama mas, aku tidak menyangka kamu ternyata diam-diam menonton drama, kamu
jadi sedikit romantis.” Kata Abella.
“Astaga drama lagi, hei drama itu
kan pasti berdasarkan cerita di kehidupan nyata. Kamu baru tau kalau aku
orangnya sangat romantis. Lihat saja nanti pasti kamu yang akan tergila-gila
padaku hahaha.” Kata Adriano.
“Bukankah sebaliknya justru kamu
yang jatuh cinta dan tergila-gila padaku? Buktinya kamu sangat ingin sekali
mengunboxing aku.” Kata Abella.
“Kalau itu wajar dong, kita ini
suami istri. Aduh susah ya memang kalau bicara sama anak bayi sepertimu.” Kata Adriano.
“Jangan banyak bicara mas nanti
perutku semakin sakit dan aku bisa-bisa menjambak rambutku, mengerti kamu.” Kata
Abella.
“Kamu benar-benar menakutkan ya.”
Kata Adriano.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Baca juga cerita ku yang lain ya.
1. Menua Bersamamu season 2
2. Lavera club : war of life (Inspired by korean drama the penthouse)
Salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1