Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 2


__ADS_3

Keesokan paginya, Abella bangun


pukul 6 pagi, dia terburu-buru karena takut terlambat pergi ke sekolah. Saat dia


keluar kamar, dia sangat kaget karena suaminya sedang memasak.


“Aduh kenapa dia sudah bangun,


pasti dia marah padaku. Aku tidak peduli lagipula kita berjanji akan menjalani


hidup kita masing-masing.” Kata Bella. Lalu Bella menuju dapur dan akan memasak


untuk sarapannya.


“Jam berapa ini? Wanita macam apa


yang jam segini baru bangun.” Kata Adriano.


“Berisik banget, lebih baik fokus


memasak daripada gosong makananmu.” Kata Abella.


“Dasar pemalas, padahal kakek dan


nenekmu sangat rajin kenapa bisa memiliki cucu sepertimu.” Kata Adriano.


“Apa kamu bilang aku pemalas? Aku


bangun kesiangan tau bukannya pemalas.” Kata Abella.


Tiba-tiba ada panggilan masuk di


ponsel Abella.


“Wah pacarku menelfonku.” Kata Bella,


lalu dia menerima panggilan tersebut.


“Hallo sayang.” Kata Abella.


“Maaf hari ini aku tidak masuk


sekolah karena aku sedang sakit.” Kata Dava, pacar Abella.


“Aku akan ke rumahmu sepulang


sekolah nanti, aku akan membawakanmu makanan dan akan menjagamu, kamu harus


cepat sembuh ya sayang.” Kata Abella.


“Terima kasih banyak, aku


istirahat dulu ya kalau begitu.” Kata Dava lalu menutup telfonnya.


“Jadi pacarmu masih sekolah juga?


Duit masih minta orang tua tapi sudah pacaran.” Kata Adriano.


“Bukan urusan om.” Kata Abella.


“Hei panggil aku mas karena aku


suamimu.” Kata Adriano.


“Ya ya ya terserah aku dong.”


Kata Abella. Karena kesal, Adriano menarik rambut Abella.


“Panggil aku mas.” Kata Adriano.


“Auuuu sakit ok ok lepaskan


rambutku mas.” Kata Abella. Lalu Adriano melepaskannya.


“Dasar om om.” Kata Abella sambil


berlari ke arah kamar mandi.

__ADS_1


**


Abella bersiap-siap pergi ke


sekolah, namun dia bingung ke sekolah naik apa karena saat tinggal bersama


kakeknya dia pergi ke sekolah naik mobil namun setelah dia menikah kakeknya


menjual mobil milik Abella karena kakeknya menginginkan cucunya pergi sekolah


di antar oleh suaminya.


“Aduh aku ke sekolah naik apa,


mobilku dijual sama kakek lagi. Aku tidak ada uang tapi aku malu jika harus


minta tolong padanya.” Kata Abella dalam hati.


“Kenapa tidak berangkat? Bingung ya


mau naik apa dan kamu tidak ada uang.” Kata Adriano.


“Aku ke sekolah naik kereta kok


dan aku tidak butuh uang darimu, aku pergi dulu.” Kata Abella.


“Hei tunggu sebentar.” Kata Adriano.


“Ada apa lagi sih? Aku sudah


hampir terlambat.” Kata Abella.


“Aku akan mengantarmu.” Kata Adriano.


“Tidak perlu, aku bisa pergi ke


sekolah sendiri kok.” Kata Abella sambil menjulurkan lidah ke suaminya.


Lalu Adriano segera menyalakan


mobilnya.


pergi ke sekolah, aku ingin tau dimana sekolahmu.” Kata Adriano.


“Terima kasih, lebih baik aku


naik kereta saja.” Kata Abella.


“Katanya hampir terlambat, cepat


masuklah.” Kata Adriano. Lalu Abella pun masuk kedalam mobil Adriano.


Saat diperjalanan mereka berdua


sangat canggung.


“Nanti turunkan didepan


supermarket samping sekolahku saja, aku tidak mau teman-temanku tau kalau aku


diantar oleh kamu mas, teman-temanku tidak tau jika aku sudah menikah.” Kata Abella.


“Lagipula aku juga tidak mau


menurunkanmu di depan sekolah kok.” Kata Adriano, Abella pun kesal dengan


suaminya.


Tiba-tiba kakek Abella menelfon


Abella.


“Aduh kakek menelfonku.” Kata Abella.


“Angkat saja dan kita akan


berakting layaknya pasangan suami istri.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Awas kalau macam-macam padaku.” Kata


Abella.


“Cepat angkat telfonnya.” Kata Adriano.


“Hallo kek.” Kata Abella.


“Kamu pergi kemana itu? Ke sekolah


ya? Kenapa tidak ijin saja kalian kan pasangan pengantin baru.” Kata kakek.


“Aku sedang pergi ke sekolah kek.”


Kata Abella.


“Saya mengantar Abella ke sekolah


kek.” Kata Adriano.


“Wah kakek sangat senang


mendengarnya, memangnya kamu sedang libur ya nak?” Tanya kakek.


“Iya kek, saya ada jadwal terbang


nanti malam.” Kata Adriano.


“Oh begitu ya, suruh istrimu


untuk menyiapkan makanan dan kebutuhanmu, baik kebutuhan lahir maupun batin


haha.” Kata kakek.


“Kakek bicara apa sih?” Kata


Abella.


“Tentu saja istriku akan


menyiapkannya, iya kan sayang?” Kata Adriano sambil memeluk istri mungilnya


itu.


“Hahaha tentu saja suamiku.” Kata


Abella dengan senyuman palsunya.


“Baiklah kalau begitu, kakek


tutup dulu telfonnya, setelah kamu lulus segeralah memiliki seorang anak ya.”


Kata Kakek lalu menutup telfonnya.


“Lepaskan tanganmu dari pundakku,


dasar mencari kesempatan.” Kata Abella.


“Enak saja, pasti kamu yang


senang karena aku memelukmu.” Kata Adriano.


“Apa? Dasar menyebalkan. Cepat turunkan


aku didepan supermarket itu.” Kata Abella.


“Jangan pulang terlalu malam,


kamu harus menyiapkan makanan untukku sebelum aku berangkat kerja nanti malam.”


Kata Adriano.


“Ingat kita menjalani hidup


masing-masing tentu saja kamu tidak berhak untuk mengaturku.” Kata Abella, lalu


dia segera turun dari mobil dan segera berlari menuju gerbang sekolah.

__ADS_1


“Dasar kekanak-kanakan, dia sangat


lucu tapi juga sangat menyebalkan.” Kata Adriano dalam hati.


__ADS_2