
Setelah mengantar Darel ke sekolah, Nando mengantar Abela ke restoran. Namun selama di perjalanan Abela hanya diam saja tanpa berkata apapun, tentu saja hal ini membuat Nando khawatir dengan kekasihnya.
“Kamu sedang memikirkan apa?” Tanya Nando sambil menggenggam tangan Abela.
“Tadi saat aku dan Darel menunggumu, aku bertemu dengan Ariana di lobby.” Kata Abela.
“Lalu masalahnya apa?” Tanya Nando.
“Aku tidak suka tinggal satu gedung dengannya, itu juga pasti akan mempengaruhi Darel sayang. Kenapa kamu tidak mengusirnya dari apartemen itu?” Tanya Abela.
“Kamu yakin ingin mengusirnya?” Tanya Nando.
“Aku kesal melihat mereka terutama Ariana yang sepertinya ingin dekat dengan Darel.” Kata Abela.
“Baiklah, aku akan mengurusnya. Beri aku waktu ya.” Kata Nando.
“Terima kasih sayang.” Kata Abela.
“Beri aku energi, aku butuh energi dan aku harus mengisi ulang energiku.” Kata Nando dengan manjanya.
Kemudian Abela mencium pipi Adriano.
“Sudah selesai.” Kata Abela.
“Hmmmm kenapa mencium pipiku.” Gerutu Nando.
“Lalu kamu maunya apa?” Tanya Abela.
Kemudian Abela menutup kedua matanya, Nando pun mendekati Abela lalu membisikkan di telinganya.
“Kamu sangat cantik.” Kata Nando yang membuat Abela tertawa sambil memukul Nando.
“Hahahaha astaga kamu bicara apa sih, aku kan jadi baper mendengarnya.” Kata Abela tersipu malu.
“Kamu pasti mengharapkan yang lain kan? Hmmmm dasar pikiranmu nakal.” Goda Nando.
“Kamu yakin tidak tergoda denganku sayang?” Tanya Abela menyentuh telinga dan dagu Nando.
“Hmmmm singkirkan tanganmu.” Kata Nando sambil menyingkirkan tangan Abela, tentu saja Abela sedikit kecewa dan kesal dengan Nando. Abela terdiam tanpa bicara sepatah katapun.
“Kamu sudah makan belum? Kita sarapan bersama yuk.” Kata Nando.
“Aku kenyang.” Kata Abela.
“Tapi aku belum makan sayang, temani aku makanlah.” Kata Nando.
__ADS_1
“Ya.” Jawab Abela sangat singkat.
“Oh Tuhan kenapa calon istriku berbeda.” Kata Nando lirih.
“Kenapa memangnya?” Tanya Abela kesal.
“Tida kok, kita sarapan dulu yuk.” Kata Nando.
“Ya.” Jawab Abela.
Kemudian Nando memeluk Abela dengan sangat erat.
“Jangan marah dong sayang, aku sangat tersiksa jika kamu marah padaku apalagi kalau kamu menjawab pertanyaanku dengan singkat-singkat seperti itu.” Kata Nando.
“Pikiranku tidak nakal, kamu menganggapku seakan pikiranku negatif saja. Aku sangat membencinya.” Gerutu Abela.
“Kamu kalau cemberut sangat lucu, kamu jadi sangat menggemaskan.” Kata Nando sambil mencubit pipi Abela lalu mencium pipinya sehingga membuat perasaan Abela sedikit lebih baik.
**
Setibanya di restoran, Nando membukakan pintu mobil Abela.
“Kamu kenapa sih? Jangan berlebihan, banyak orang yang melihat tingkah lakumu, aku sangat malu.” Kata Abela.
“Bukankah kamu selalu ingin diperhatikan dan selalu ingin dimanja olehku.” Goda Nando.
“Tapi harus tau tempat juga kan.” Gerutu Abela.
“Hmmmm salah lagi, aku benar-benar sangat tersiksa dengan sifatnya.” Kata Nando lirih.
“Ayo cepat masuk.” Panggil Abela yang sudah ada didepan pintu restoran terlebih dahulu.
“Iya tunggu sebentar, tunggu aku. Aku harus menggandeng tanganmu kan, kita harus selalu bersama-sama.” Kata Nando mengejar Abela, namun Abela justru malu karena banyak pengunjung restoran yang melihat mereka berdua.
Di meja makan restoran, selagi menunggu pesanan makanan mereka datang, Nando lagi-lagi menggoda Abela.
“Sayang, kekasihku yang paling cantik.” Kata Nando sambil memandangi wajah Abela, yang membuat Abela kembali tersipu malu namun juga baper melihat tingkah Nando yang semakin bucin terhadapnya.
“Pelankan suaramu, malu dilihat orang.” Bisik Abela.
“Senyum dong, senyumanmu yang manis akan membuatku jatuh cinta kepadamu.” Kata Nando sangat keras.
__ADS_1
“Pelankan suaramu.” Bisik Abela sambil membungkam mulut Nando.
“Aku akan seperti ini terus sampai kamu tidak marah lagi kepadaku.” Kata Nando.
“Hmmmm iya-iya.” Bisik Abela.
“Kalau begitu, beri aku ciuman.” Kata Nando sambil mendekatkan bibirnya ke arah Abela. Abela pun mencium pipi Nando.
“Hentikan.” Bisik Abela.
“Hmmmm kenapa di pipi, aku kan maunya di bibir.” Rengek Nando layaknya anak kecil.
“Nanti saja, malu dilihat orang.” Bisik Abela.
“Nanti kapan?” Rengek Nando.
“Nanti kalau tidak ada orang yang melihat.” Kata Abela.
“Jadi kamu akan menciumku di tempat yang tersembunyi? Jadi kamu ingin mengajakku ke kemana?” Goda Nando.
“Astaga bersikaplah dewasa dong.” Kata Abela.
Makanan mereka datang.
“Permisi, ini makanan pesanan anda.” Kata pelayan restoran sambil melirik ke arah Nando dan mengedipkan matanya, Abela yang melihatnya menjadi sangat kesal, lalu dia menggenggam tangan Nando.
“Sayang aku suapin ya.” Kata Abela sambil mendekat ke kursi Nando.
“Hah? Kamu menyuapiku?” Tanya Nando tampak heran dan bingung.
“Silahkan taruh saja makanan kami di meja dan segeralah kembali. Karena saya dan kekasih saya ingin menikmati makanan kami.” Kata Abela kepada pelayan restoran.
“Iya.” Jawab pelayan tersebut dengan singkat, setelah itu pelayan tersebut segera kembali.
“Kenapa sayang?” Tanya Nando.
“Kamu harus hati-hati dan jangan suka tebar pesona, pelayan restoran tadi sedang berusaha menggodamu dengan mengedipkan matanya ke arahmu sayang.” Kata Abela.
“Astaga mana mungkin, pasti dia sedang kelilipan sayang.” Kata Nando.
“Tidak perlu membelanya, aku yakin pasti dia ingin menggodamu. Ayo kita balik saja, aku tidak mau makan disini.” Kata Abela.
“Tapi makanannya kan sudah.” Kata Nando.
“Ayo cepat, aku tidak suka makan disini.” Gerutu Abela.
__ADS_1
“Iya-iya tungu aku sayang.” Kata Nando.