
Jam istirahat, Abela, Arum dan Stella sedang menikmati kopi di sebuah
kafe dekat tempat kerja mereka.
“Hari ini benar-benar sangat melelahkan.” Kata Abela.
“Benar sekali, tapi kamu hebat hari ini.” Kata Stella.
“Oh iya aku ada undangan untuk kalian berdua.” Kata Arum sambil
memberikan undangan kepada Abela dan Stella.
“Undangan apa ini?” Tanya Abela.
“Aku dan suamiku mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari
jadi pernikahan kami yang ke-25 tahun. Aku harap kalian berdua bisa datang ya ke
rumahku.” Kata Arum.
“Wah besok lusa acaranya, aku harus mempersiapkan pakaian yang bagus.” Kata
Abela.
“Ini hanya pesta biasa saja kok jadi jangan merasa terbebani.” Kata Arum.
“Aku pasti datang bersama suami dan anakku.” Kata Abela.
“Sepertinya aku hanya bisa datang sendiri.” Kata Stella.
“Ajaklah suamimu.” Kata Arum.
“Suamiku tidak suka mendatangi acara pesta seperti itu, dia terlalu
sibuk dengan pekerjaannya.” Kata Stella.
“Sesekali ajak dia dan paksa dia, aku bahkan belum pernah bertemu dengan
suamimu.” Kata Abela.
“Aku akan coba mengajaknya tapi jangan berharap banyak ya.” Kata Stella.
__ADS_1
“Sesekali keluarlah berdua lalu nikmati waktu bersama layaknya pengantin
baru.” Kata Arum.
“Akhir-akhir ini aku curiga dengan suamiku. Dia sepertinya banyak
menyembunyikan sesuatu di belakangku.” Kata Stella.
“Kamu curiga suamimu berselingkuh?” Tanya Abela.
“Iya, aku tidak sengaja menemukan tiket bioskop di saku celananya lalu
aku menemukan tiket parkir di sebuah mall.” Kata Stella.
“Kamu jangan diam saja, kamu harus mencari tau dan tanyakan semuanya
kepadanya.” Kata Abela.
“Aku takut jika kecurigaanku benar.” Kata Stella.
“Jangan merasa takut jika kamu tidak bersalah.” Kata Arum.
“Nanti aku akan menanyakannya kepadanya.” Kata Stella.
dan jangan mau dirugikan oleh siapapun.” Kata Abela.
“Tentu saja.” Kata Stella.
“Dulu saat awal-awal pernikahanku dengan suamiku, aku dan suamiku sama
sekali tidak saling mencintai apalagi saat itu aku masih SMA dan hanya ingin
bersenang-senang dengan teman-temanku. Saat itu aku juga memiliki seorang
kekasih namun dia justru menikahi wanita lain. Saat itu juga perasaanku hancur
namun suamiku selalu mendukungku meskipun aku sangat membencinya. Namun lama
kelamaan perasaanku mulai tumbuh kepadanya hingga aku dan dia memutuskan untuk
mempunyai seorang anak. Saat itu butuh waktu yang cukup lama untukku dan
__ADS_1
suamiku bisa saling mencintai hingga sampai saat ini.” Kata Abela.
“Kamu benar-benar beruntung bisa menikahi mas pilot ganteng seperti
suamimu. Kamu juga istri yang sempurna untuknya, kamu pandai berdandan, pandai
mengurus anak dan suami lalu kamu juga pandai mencari uang.” Kata Stella.
“Ada banyak suka duka yang aku lalui bersamanya, aku juga masih banyak
belajar untuk bisa menjadi istri yang sempurna untuknya.” Kata Abela.
“Berbeda denganku, aku bahkan tidak pernah berdandan karena suamiku juga
tidak pernah menyuruhku untuk berdandan.” Kata Arum.
“Tapi bu Arum adalah panutan kita dalam mengurus rumah tangga. Suami bu
Arum sangat beruntung menikah dengan bu Arum karena bu Arum sangat hebat dalam
mengurus keluarga dan membesarkan anak-anak, lihat saja sekarang anak pertama
bu Arum sangat pandai dan dia bisa masuk di universitas negeri, bu Arum juga
bisa membiayai kuliah suami bu Arum hingga menjadi pengacara sampai sekarang. Aku
sangat salut dengan cara bu Arum mengurus mereka.” Kata Abela.
“Padahal dulu orang tuaku sangat menentang hubunganku dengan suamiku
karena suamiku tidak kuliah dan tidak memiliki pekerjaan tetap, lalu aku
bekerja demi dia hingga pada akhirnya orang tuaku menyetujui pernikahanku
karena suamiku berhasil menjadi seornag pengacara.” Kata Arum.
“Bu Arum sangat hebat.” Kata Stella.
“Kalau aku selalu memperlakukan suamiku layaknya raja, begitu juga
dengan suamiku yang selalu memperlakukanku layaknya seorang ratu.” Kata Abela
__ADS_1
sambil tersenyum malu.
“Memang sudah seharusnya begitu.” Kata Arum.