
Anggita memberi nama bayi Tiara dan Daniel, dan bayi tersebut bernama Brendan Alexander. Anggita menggelar sebuah pesta mewah di Korea untuk merayakan kelahiran bayi Brendan. Anggita juga mengundang kerabatnya yang ada di Indonesia dan Korea. Namun Tiara bingung karena sebenarnya dia ingin mengundang Fardan akhirnya dia hanya mengundang Nadia. Nadia pun datang dengan mengajak Fardan.
“Hai Tiara.” Kata Nadia yang langsung memeluk Tiara.
“Fardan datang juga.” Kata Tiara dalam hati sambil tersenyum ke arah Fardan.
“Selamat ya atas kelahiran anakmu yang kedua, namanya siapa?” Tanya Nadia.
“Namanya Brendan, terima kasih ya sudah datang.” Kata Tiara.
“Namanya sangat bagus.” Kata Fardan sambil menatap Tiara.
“Terima kasih, masuk yuk.” Kata Tiara.
“Wah mewah sekali pestanya.” Kata Nadia.
“Ini ibu mertuaku yang mengurusnya, kalian kalau mau makan langsung ambil saja tidak perlu sungkan.” Kata Tiara.
“Siap, aku mau melihat baby Brendan.” Kata Nadia.
“Boleh.” Kata Tiara.
Nadia pun menggendong bayi Brendan, lalu meminta Tiara untuk mengambil gambar.
“Tiara tolong ambilkan fotoku sambil menggendong baby Brendan ya.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Iya aku fotoin.” Kata Tiara.
“Sayang kemarilah, ayo kita foto bersama.” Panggil Nadia, Fardan sempat bingung antara menerima atau menolak ajakan Nadia karena dia merasa tidak enak dengan Tiara.
“Tidak perlu, kamu saja yang foto.” Kata Fardan.
“Ayolah sayang, siapa tau dengan aku menggendong baby nanti kita secepatnya akan menyusul.” Kata Nadia.
“Aku tunggu diluar saja.” Kata Fardan, lalu Fardan pergi.
“Hmmmm selalu seperti itu.” Gerutu Nadia.
“Aku foto kamu ya.” Kata Tiara.
“Oh iya Ra, anak kamu tampan sekali loh.” Kata Nadia.
**
Fardan pergi keluar sambil menghirup udara segar, tiba-tiba Kevia menghampiri Fardan.
“Hai om, om temannya mama ya?” Tanya Kevia.
“Hai Kevia, iya om teman mama kamu.” Kata Fardan.
“Kok om tau namaku? Aku saja tidak tau nama om.” Kata Kevia.
__ADS_1
“Perkenalkan namaku Fardan, mama kamu seringkali bercerita tentang kamu. Kamu senang tidak punya adik?” Tanya Fardan.
“Tentu saja aku sangat senang, tapi sejak ada adik Brendan nenekku jadi lebih menyayangi dia dibandingkan aku.” Kata Kevia.
“Benarkah? Tapi mama kamu akan selalu menyayangi kalian berdua kok karena mama kamu adalah seorang penyayang.” Kata Fardan.
“Tapi sejak mama hamil adik Brendan, mama jarang sekali mengunjungiku di asrama. Aku sedih karena aku pikir mama lebih menyayangi adikku dibandingkan aku.” Kata Kevia.
“Mama kamu waktu itu seringkali mengalami kelelahan dan kesakitan selama hamil adik bayi.” Kata Fardan, padahal saat itu Tiara tinggal bersama Fardan dan Fardan selalu memanjakannya bahkan Fardan tidak ingin Tiara kelelahan sehingga Tiara jarang mengunjungi Kevia, Tiara mengunjungi Kevia satu minggu sekali.
“Bahkan papa juga sepertinya tidak peduli dengan aku dan mama, papa saja jarang datang kesini.” Kata Kevia.
“Papa kamu pasti punya kesibukan ssaat itu, percayalah tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak-anaknya.” Kata Fardan sambil memeluk Kevia.
Dari kejauhan Tiara melihat Fardan sedang memeluk Kevia, akhirnya Tiara menghampiri mereka lalu menarik tangan Kevia.
“Kevia apa yang kamu lakukan? Bukankah mama sudah seringkali mengingatkanmu untuk berhati-hati dengan orang yang tidak kamu kenal?” Tanya Tiara.
“Tapi om Fardan kan teman mama?” Tanya Kevia.
“Cepat masuklah kedalam, papa memanggilmu.” Kata Tiara menyuruh Kevia masuk, akhirnya Kevia masuk kedalam.
“Tolong jangan dekati anakku.” Kata Tiara.
“Apa aku tidak salah dengar?” Tanya Fardan.
__ADS_1
“Aku tidak mau orang lain mengetahui hubungan kita, dan aku ingin kita putus dan hubungan kita sampai disini jadi tolong jangan temui aku lagi. Satu hal lagi, Brendan adalah anakku dan mas Daniel.” Kata Tiara.