
Tibalah hari yang sangat ditunggu oleh Abela yaitu sidang perceraian.
Abela datang ke pengadilan bersama ibunya dengan di dampingi pengacaranya. Dia tampil berbeda dengan tampilan rambut pendeknya. Setibanya di pengadilan, Adriano datang bersama orang tuanya dan Ariana juga ikut hadir dalam sidang tersebut. Kemudian ibu Adriano menghampiri Abela lalu memeluk Abela.
“Maafkan mama sayang, mama bersalah kepadamu karena menuduhmu berselingkuh dari Adriano, ternyata justru Adriano yang berselingkuh sampai wanita itu hamil. Maafkan mama, mama memang tidak berhak ikut campur urusan kalian tapi jika memungkinkan, gugatan ini bisa dicabut dan kalian bisa kembali seperti dulu lagi, mama akan menyingkirkan wanita itu dan bayi yang ada didalam kandungannya.” Bisik ibu Adriano.
“Jangan lakukan itu, anak itu tidak bersalah tapi orang tuanya yang bersalah. Maaf aku tidak bisa hidup bersama dengan anak laki-laki mama. Permisi, sidang akan segera dimulai.” Kata Abela.
“Sampai kapanpun kamu tetaplah menantu terbaik mama dan tidak ada yang lain.” Kata ibu Adriano.
“Terima kasih.” Kata Abela, lalu mereka semua masuk kedalam ruang sidang.
Sidang berlangsung dan hakim memutuskan bahwa mereka berdua resmi berpisah dan hak asuh Darel jatuh di tangan Abela. Abela bisa bernapas sangat lega.
“Ma akhirnya Darel jatuh ke tanganku.” Kata Abela.
“Iya sayang, ayo kita segera pulang.” Kata Antika.
“Baik ma, oh iya aku harus menjemput Darel dulu ke sekolahnya ma.” Kata Abela.
“Maafkan mama sebelumnya, tapi Darel sedang berada di Bali bersama Nando. Mama yang menyuruhnya pergi berlibur kesana dan sekarang kita harus segera ke bandara untuk menyusul mereka.” Kata Antika.
“Apa? Kenapa mama menyuruh dan meminta bantuan kepada Nando lagi sih ma? Aku berusaha untuk menjauh dari Nando tapi mama justru meminta bantuan kepada Nando lagi. Aku tidak ingin memberi harapan kepada Nando ma, lagipula aku dan Nando tidak ada rasa suka, bagaimana jika lama-lama dia menyukaiku? Aku tidak ingin hal itu terjadi ma.” Kata Abela.
__ADS_1
“Jika memang dia sudah digariskan Tuhan untukmu, maka kamu tidak bisa menolaknya sayang. Mama tidak akan memaksamu, mama hanya ingin kamu bahagia dengan orang yang tulus mencintaimu dan menerimamu.” Kata Antika.
“Aku sudah bahagia hidup bersama Darel dan juga mama. Jadi kita harus pergi ke bandara sekarang? Harus banget kita pergi kesana ma? Kan kita bisa menyuruh mereka kembali pulang ma.” Kata Abela.
Tiba-tiba Darel menelfon Abela.
“Cepat terima telfon Darel.” Kata Antika.
“Mama ada-ada saja ya.” Gerutu Abela.
“Hallo iya sayang, sayang cepatlah pulang.” Kata Abela.
“Mama sama oma harus segera kesini, aku dan om Nando mau snorkling ma. Aku senang sekali ma berlibur ke Bali, aku tunggu mama dan oma ya.” Kata Darel lalu menutup telfonnya.
“Ayo ma kita pergi sekarang. Lalu bagaimana dengan perlengkapan kita? Aku tidak membawa baju ganti jadi harus ambil dirumah dulu.” Ajak Abela.
“Kita beli saja nanti disana, ayo nanti kita terlambat.” Kata Antika.
Kemudian Abela dan Antika segera keluar dari ruang sidang, namun Adriano memanggil Abela untuk mengajaknya bicara.
“Abela.” Panggil Adriano.
“Aku harus pergi, aku tidak ada waktu untuk bicara denganmu lagi.” Kata Abela.
__ADS_1
“Maafkan aku.” Kata Adriano sambil menunduk merasa bersalah kepada Abela.
“Tidak ada maaf untukmu, urusan kita sudah selesai.” Kata Abela.
“Maafkan aku.” Kata Adriano sambil berlutut.
“Apa yang kamu lakukan? Bangunlah, kamu sama saja membuatku menjadi wanita yang buruk.” Kata Abela.
“Mas apa yang kamu lakukan? Cepat bangunlah, untuk apa kamu meminta maaf padanya.” Kata Ariana.
“Kalian benar-benar pasangan yang sempurna, semoga hubungan kalian penuh derita.” Kata Abela, llau dia dan ibunya pergi.
Adriano merasa bersalah kepada mantan istrinya dan juga anaknya. Dia sebenarnya ingin mempertahankan rumah tangganya tapi karena permintaan mantan istrinya dan juga kondisi Ariana yang sedang hamil anaknya sehingga dia menuruti keinginan Abela. Kini dia benar-benar menyesali semua perbuatannya, bahkan seluruh rekan kerjanya telah mengetahui masalah yang terjadi dengan dirinya karena Abela melaporkannya kepada atasannya sehingga Adriano mendapat teguran, kini semua rekan kerjanya sangat kecewa dengannya.
Setelah sidang tersebut, Adriano kembali ke rumahnya.
“Mas aku hari ini boleh tinggal di rumahmu kan?” Tanya Ariana.
“Terserah kamu.” Kata Adriano.
“Terima kasih mas, sudahlah mas jangan menyesali keputusanmu, keputusanmu ini sudah tepat kok. Lagipula Abela tidak bisa menerimamu kembali kan dan hanya aku yang bisa menerimamu sepenuhnya.” Kata Ariana sambil memeluk Adriano.
“Lepaskan aku.” Kata Adriano.
__ADS_1