
Dihotel.
Abella kepikiran
dengan perkataan suaminya dan juga rencananya untuk berpisah. Dia bingung apa
yang harus dia katakan kepada kakek dan neneknya.
Tiba-tiba ada
yang mengetuk pintu kamar Abella.
“Ada apa Mel?”
Tanya Abella.
“Kamu kenapa kok
murung sekali? Ada masalah ya?” Tanya Melisa.
“Tidak ada
apa-apa kok. Kamu mau mengajakku keluar ya?” Tanya Abella.
“Ada yang ingin
aku bicarakan padamu.” Kata Melisa.
“Jangan-jangan
dia mengetahui hubunganku dengan mas Adriano.” Kata Abella dalam hati.
“Didalam kamar
atau diluar?” Tanya Abella.
“Diluar saja.”
Kata Melisa.
“Berdua saja?
Atau sama Jesica juga?” Tanya Abella.
“Berdua saja,
ayo ikut aku.” Kata Melisa.
**
Di sebuah kafe.
“Kamu mau bicara
apa sih denganku kok sepertinya sangat rahasia.” Kata Abella.
“Lihat foto ini,
apakah kamu mengetahuinya?” Tanya Melisa sambil menunjukkan foto Dava sedang
__ADS_1
bersama seorang wanita berhijab.
“Siapa wanita
ini? Kenapa mereka berfoto berdua? Ini keluarga besar Dava lalu apakah ini
keluarga besar wanita itu? Dia siapa Mel?” Tanya Abella. Dia sangat syok
melihat foto tersebut.
“Wanita ini
berteman dengan sepupuku di social media, aku tidak sengaja melihat postingan
foto ini di social media sepupuku. Mungkinkah wanita ini dan Dava dijodohkan?
Apakah kamu sama sekali tidak mengetahuinya?” Tanya Melisa.
“Aku sama sekali
tidak mengetahuinya Mel, tidak mungkin Dava melakukan ini padaku padahal baru
saja dia mengirim pesan padaku untuk menanyakan keadaanku disini. Aku tidak mau
berpisah darinya Mel. Mel tolong aku.” Kata Abella.
“Tenang dulu,
siapa tau dia hanyalah teman biasa saja.” Kata Melisa sambil menghibur Abella.
“Jika mereka
bertatapan. Aku harus bertanya pada Dava tentang masalah ini.” Kata Abella.
“Kamu harus
tenang dulu, selesaikan masalahmu setibanya di Jakarta. Sekarang lebih baik
kamu tenang sambil liburan disini agar pikiranmu kembali fresh.” Kata Melisa.
“Bagaimana aku
bisa tenang melihat mereka asyik berdua, aku harus kembali ke Jakarta secepatnya.
Aku mau memesan tiket pesawat hari ini juga.” Kata Abella.
“Jangan,
lagipula mana ada penerbangan tengah hari begini. Aku akan pesankan tiket besok
pagi. Sekarang kamu tenang dulu, lebih baik kita kembali ke hotel lalu kamu
istirahat.” Kata Melisa.
“Dia benar-benar
tega melakukan ini padaku, aku sama sekali tidak rela melihat Dava bersama
wanita itu.” Kata Abella.
__ADS_1
“Aku tau
bagaimana perasaanmu tapi tolong tenanglah, masalah tidak akan selesai jika
kamu dalam keadaan marah seperti ini.” Kata Melisa.
“Tapi dia
menyembunyikannya dariku.” Kata Abella.
“Sekarang kita
kembali ke hotel saja ya, besok pagi aku akan mengantarkanmu ke hotel.” Kata
Melisa.
Kemudian mereka
berdua kembali ke penginapan, Melisa tidur dikamar Abella karena dia khawatir
dengan keadaannya.
**
Keesokan
paginya, Abella sudah di bandara.
“Kamu yakin akan
kembali sekarang?” Tanya Melisa.
“Yakin, aku
harus menanyakannya pada Dava dan meminta penjelasan, kalau perlu dia harus
berpisah dari wanita pelakor itu.” Kata Abella.
“Kabari aku ya
begitu kamu tiba di Jakarta.” Kata Melisa.
“Baiklah, maaf
ya aku tidak bisa ikut berlibur denganmu. Tolong sampaikan maafku kepada Jesica
juga ya Mel.” Kata Abella.
“Iya tenang
saja, aku yakin Jesica juga pasti akan mengertimu kok. Hati-hati ya, jangan
lupa kabari aku saat tiba di Jakarta.” Kata Melisa.
“Baiklah, aku
pergi dulu ya Mel. Terima kasih kamu telah memberitahuku.” Kata Abella sambil
memeluk Melisa.
__ADS_1