
Setibanya Abela dan Nando di salon.
“Kita dimana?” Tanya Abela.
“Di salon, mana mungkin aku membawamu dengan penampilan seperti ini, sungguh memalukan.” Kata Nando.
“Hmmm iya iya, bajunya aku yang pilih sendiri ya.” Kata Abela.
“Biar aku saja.” Kata Nando.
Setelah itu Abela segera dirias sedangkan Nando memilihkan pakaian untuk Abela.
“Pakailah ini.” Kata Nando.
“Wah bagus sekali bajunya, pasti mahal. Memang aku tidak pantas kalau memakai pakaian yang murah.” Kata Abela.
“Jangan banyak bicara, cepat ganti pakaianmu.” Kata Nando.
Kemudian Abela segera berganti pakaian pilihan Nando. Tidak lama kemudian Abela keluar dari ruang ganti dan Nando takjub dengan penampilan Abela yang sangat memukau.
“Bagaimana penampilanku? Cukup untuk membuat mantanmu cemburu kan melihatku? Benar-benar sangat sempurna penampilanku hari ini.” Kata Abela.
“Hmmm lumayan juga, ayo kita berangkat sekarang.” Kata Nando.
“Tunggu sebentar pak Nando.” Kata pegawai di tempat tersebut.
“Iya mbak ada apa?” Tanya Nando.
“Bolehkah saya mengambil foto bapak dan ibu? Bapak dan ibu tampak sangat serasi.” Kata pegawai tersebut.
“Ayo pak, mumpung aku pakai baju mahal.” Ajak Abela sambil menarik tangan Nando.
“Tidak perlu, untuk apa kita berfoto bersama.” Kata Nando.
“Katanya mereka akan memberikan diskon kepada kita jika kita mau difoto berdua.” Bisik Abela.
“Aku bisa membayar tanpa harus ada diskon.” Kata Nando.
“Silahkan bapak dan ibu bisa duduk di kursi, kami akan segera mengambil gambar kalian.” Kata pegawai tersebut.
“Baik mbak, tunggu sebentar.” Kata Abela sangat antusias.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun melakukan pemotretan.
“Sudah selesai pak, hasilnya sangat bagus. Semoga hubungan kalian berdua semakin mesra hingga kakek nenek.” Kata pegawai tersebut sambil tersenyum.
“Kami bukan.” Kata Abela.
“Terima kasih banyak mbak, kami permisi dulu ya.” Kata Nando.
Kemudian mereka segera pergi menuju ke tempat pesta grand opening sebuah hotel mewah.
Setibanya disana.
“Wah meriah sekali pestanya.” Kata Abela dari dalam mobil.
“Ayo turun.” Kata Nando.
“Aku gugup pak, baru pertama kali aku menghadiri pesta semewah ini pak.” kata Abela.
“Cepat ayo turun.” Kata Nando.
Akhirnya mereka berdua turun dari mobil dan segera memasuki ke tempat pesta tersebut. Hanya tamu-tamu tertentu saja yang di undang dalam pesta tersebut, hal ini membuat Abela menjadi sangat canggung dan gugup karena tidak terbiasa dengan pesta mewah tersebut. Nando menggandeng tangan Abela karena Abela terlihat sangat gugup.
“Ayo masuk.” Kata Nando.
“Ada aku, jangan khawatir.” Kata Nando.
Kemudian Nando mengambilkan minuman untuk Abela.
“Minumlah dan bersikap biasa saja, mereka semua sama saja.” Bisik Nando.
“Hmmmm iya pak, dimana mantan bapak? Aku penasaran secantik apa mantan bapak.” Kata Abela.
“Itu, di pinggir kolam, laki-laki yang bersamanya adalah suaminya yang juga sahabatku dulu.” Kata Nando.
“Ayo kita kesana.” Kata Abela.
“Apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Nando.
“Tujuan kita kan membuat mantan bapak cemburu.” Kata Abela. Abela pun mengajak dan menggandeng tangan Nando dan menghampiri mantan kekasih Nando. Abela mengatakan hal yang sangat manis kepada Nando dengan tujuan membuat mantan kekasih Nando terbakar cemburu.
“Sayang.” Panggil Abela sambil menatap mesra Nando.
__ADS_1
“Kamu bicara apa?” Bisik Nando.
“Ini kesempatan kita pak.” Bisik Abela.
“Jangan gila kamu.” Bisik Nando.
“Sayang aku sangat senang bisa hadir di pesta ini.” Kata Abela sambil memeluk mesra Nando.
“Nando?” Panggil mantan kekasih Nando yang bernama Clara.
“Kamu siapa?” Tanya Abela kepada Clara.
“Aku Clara, mantan kekasihnya Nando. Kamu siapa?” Tanya Clara.
“Aku aku adalah.” Kata Abela sambil berpikir.
“Dia istriku.” Jawab Nando.
“Istrimu? Memangnya kapan kalian menikah?” Tanya Clara.
“Tiga bulan yang lalu, aku sangat beruntung bisa menikah dengan wanita seperti istriku.” Kata Nando sambil menggandeng Abela.
“Kamu jangan berbohong, setauku kamu belum menikah.” Kata Dion suami Clara.
“Terserah kalian percaya atau tidak, aku tidak perlu membuat pengumuman kan kalau aku menikah dan aku juga tidak perlu mengundang kalian berdua.” Kata Nando.
“Pasti dia hanya temanmu kan lalu kamu membawanya kesini sebagai istri sewaan.” Kata Clara.
“Jaga ucapanmu ya.” Kata Nando.
“Kalau begitu buktikan kalau memang kalian benar sepasang suami istri. Coba lihat foto pernikahan kalian?” Tanya Clara.
“Apa pedulimu denganku? Mau aku menikah dengan siapapun juga tidak ada urusan dengan kalian berdua kan.” Kata Nando.
“Karena aku tau kalau kamu masih mengharapkanku.” Bisik Clara.
“Aku akan membuktikan kepada kalian kalau memang dia adalah istriku.” Kata Nando.
“Apa yang kamu lakukan? Jangan bercanda pak.” Bisik Abela.
Kemudian Nando mencium bibir Abela, seketika Abela pun sangat kaget dan dia berusaha melepaskan Nando namun Nando memeluknya dengan erat. Nando bahkan mencium lembut bibir Abela sambil tangan yang besar menyentuh leher bagian belakang Abela. Seluruh tamu yang hadir pun tertuju pada Nando dan Abela. Mereka berdua saling berciuman cukup lama, kemudian Abela melepaskan Nando.
__ADS_1
“Apakah cukup bagimu bahwa aku dan dia adalah sepasang suami istri. Aku sudah lama melupakanmu.” Kata Nando kepada Clara.
“Nando Nando.” Panggil Clara. Nando mengajak Abela pergi menjauh dari Clara dan Dion.