Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 115


__ADS_3

Keesokan harinya, nenek Abella


datang.


“Nenek, aku sangat rindu sama


nenek. Nenek datang sendiri?” Tanya Abella.


“Iya, nenek datang sendiri. Mana


Darel? Nenek ingin menggendongnya.” Kata nenek Abella.


“Darel dikamar nek. Aku siapkan


makanan dulu ya buat nenek sama mama.” Kata Abella.


Kemudian Abella memasak di dapur


dibantu dengan ibunya.


“Nenek kapan datangnya Bell?”


Tanya ibu Adriano.


“Tadi pagi ma.” Kata Abella.


“Oh iya mama sama papa kamu tau


tidak kalau kamu sudah melahirkan dan memiliki anak?” Tanya ibu Adriano.


“Tidak, lagipula aku jarang dan


tidak pernah berkomunikasi lagi dengan mereka.” Kata Abella.


“Tega sekali ya mereka sama kamu,


padahal sama anaknya sendiri. Jangan sampai deh nanti kamu memiliki dan


mewarisi sifat seperti orang tuamu, kalau sampai itu terjadi lebih baik Adriano


mencari ibu yang baik untuk Darel.” Kata ibu Adriano.


“Jaga ucapanmu kepada cucuku, dia


dibesarkan dengan baik oleh nenek dan kakeknya dan penuh kasih sayang. Jadi


jangan samakan dengan orang tuanya.” Kata nenek Abella.

__ADS_1


“Saya bukannya menyamakan Abella


dengan orang tuanya, namun saya hanya takut Abella mewarisi sifat orang tuanya


yang tega menelantarkan anaknya.” Kata ibu Adriano.


“Bell, kamu masuk dan jaga


anakmu, bisa stres kamu kalau mendengarkan ucapan mertuamu.” Kata nenek Abella.


“Ah iya nek.” Kata Abella.


Akhirnya ibu Adriano pun kembali


pulang ke rumahnya sedangkan nenek Abella tetap dirumah Abella untuk menemani


Abella dan anaknya.


“Kenapa ya nek mama kok bisa


bicara seperti itu? Aku jadi takut.” Kata Abella.


“Sudah jangan pikirkan ucapan


mama mertuamu, lebih baik sekarang fokus saja dengan mengurus Darel. Nenek akan


“Lalu bagaimana dengan kakek? Dia


sendiri dirumah.” Kata Abella.


“Ada pembantu yang bisa membantu


kakek jika butuh sesuatu. Sekarang mumpung anakmu sedang tidur, kamu cepat


lakukan apa yang kamu inginkan. Kalau kamu pergi atau mau memanjakan diri juga


boleh, nanti kalau Darel bangun ka nada nenek.” Kata nenek Abella.


“Tidak usah nek, aku dirumah


saja. Tetap saja meskipun aku pergi dan dirumah ada nenek tapi pikiranku tidak


tenang karena memikirkan Darel.” Kata Abella.


“Baiklah kalau begitu, suamimu


kapan pulang?” Tanya nenek Abella.

__ADS_1


“Besok nek, tapi nenek sementara


tinggal disini saja ya untuk menamaniku dan membantu mengurus Darel.” Kata Abella.


“Iya sayang, nenek tidak tega


kalau membiarkanmu sendiri. Istirahatlah mumpung anakmu juga sedang tidur.” Kata


nenek Abella.


“Aku ingin tidur di pangkuan


nenek, boleh tidak?” Tanya Abella.


“Tentu saja boleh sayang,


meskipun kamu sudah dewasa dan sekarang memiliki seorang anak, tetap saja bagi


nenek kamu itu masih seperti bayi.” Goda nenek Abella.


“Nenek bicara apa sih, tentu saja


aku bukan bayi mungil nenek. Ah senangnya bisa tidur di pangkuan nenek, empuk


sekali nek.” Kata Abella.


“Hahahaha, cucuku sayang cucuku


yang paling nenek sayang melebihi apapun.” Kata nenek Abella.


“Tentu saja, aku kan cucu tunggal


nenek dan kakek.” Kata Abella.


“Haha, padahal rasanya baru


kemarin nenek mengantarmu pergi ke SD tapi sekarang kamu sudah memiliki anak.” Kata


nenek Abella.


“Nenek harus tetap sehat pokoknya


biar bisa menemani Abella sampai kapanpun. Nenek dan kakek tidak boleh sakit,


mengerti.” Kata Abella.


“Doakan nenek dan kakek selalu

__ADS_1


sehat ya sayang.” Kata nenek Abella.


__ADS_2