
Keesokan harinya, nenek Abella
datang.
“Nenek, aku sangat rindu sama
nenek. Nenek datang sendiri?” Tanya Abella.
“Iya, nenek datang sendiri. Mana
Darel? Nenek ingin menggendongnya.” Kata nenek Abella.
“Darel dikamar nek. Aku siapkan
makanan dulu ya buat nenek sama mama.” Kata Abella.
Kemudian Abella memasak di dapur
dibantu dengan ibunya.
“Nenek kapan datangnya Bell?”
Tanya ibu Adriano.
“Tadi pagi ma.” Kata Abella.
“Oh iya mama sama papa kamu tau
tidak kalau kamu sudah melahirkan dan memiliki anak?” Tanya ibu Adriano.
“Tidak, lagipula aku jarang dan
tidak pernah berkomunikasi lagi dengan mereka.” Kata Abella.
“Tega sekali ya mereka sama kamu,
padahal sama anaknya sendiri. Jangan sampai deh nanti kamu memiliki dan
mewarisi sifat seperti orang tuamu, kalau sampai itu terjadi lebih baik Adriano
mencari ibu yang baik untuk Darel.” Kata ibu Adriano.
“Jaga ucapanmu kepada cucuku, dia
dibesarkan dengan baik oleh nenek dan kakeknya dan penuh kasih sayang. Jadi
jangan samakan dengan orang tuanya.” Kata nenek Abella.
__ADS_1
“Saya bukannya menyamakan Abella
dengan orang tuanya, namun saya hanya takut Abella mewarisi sifat orang tuanya
yang tega menelantarkan anaknya.” Kata ibu Adriano.
“Bell, kamu masuk dan jaga
anakmu, bisa stres kamu kalau mendengarkan ucapan mertuamu.” Kata nenek Abella.
“Ah iya nek.” Kata Abella.
Akhirnya ibu Adriano pun kembali
pulang ke rumahnya sedangkan nenek Abella tetap dirumah Abella untuk menemani
Abella dan anaknya.
“Kenapa ya nek mama kok bisa
bicara seperti itu? Aku jadi takut.” Kata Abella.
“Sudah jangan pikirkan ucapan
mama mertuamu, lebih baik sekarang fokus saja dengan mengurus Darel. Nenek akan
“Lalu bagaimana dengan kakek? Dia
sendiri dirumah.” Kata Abella.
“Ada pembantu yang bisa membantu
kakek jika butuh sesuatu. Sekarang mumpung anakmu sedang tidur, kamu cepat
lakukan apa yang kamu inginkan. Kalau kamu pergi atau mau memanjakan diri juga
boleh, nanti kalau Darel bangun ka nada nenek.” Kata nenek Abella.
“Tidak usah nek, aku dirumah
saja. Tetap saja meskipun aku pergi dan dirumah ada nenek tapi pikiranku tidak
tenang karena memikirkan Darel.” Kata Abella.
“Baiklah kalau begitu, suamimu
kapan pulang?” Tanya nenek Abella.
__ADS_1
“Besok nek, tapi nenek sementara
tinggal disini saja ya untuk menamaniku dan membantu mengurus Darel.” Kata Abella.
“Iya sayang, nenek tidak tega
kalau membiarkanmu sendiri. Istirahatlah mumpung anakmu juga sedang tidur.” Kata
nenek Abella.
“Aku ingin tidur di pangkuan
nenek, boleh tidak?” Tanya Abella.
“Tentu saja boleh sayang,
meskipun kamu sudah dewasa dan sekarang memiliki seorang anak, tetap saja bagi
nenek kamu itu masih seperti bayi.” Goda nenek Abella.
“Nenek bicara apa sih, tentu saja
aku bukan bayi mungil nenek. Ah senangnya bisa tidur di pangkuan nenek, empuk
sekali nek.” Kata Abella.
“Hahahaha, cucuku sayang cucuku
yang paling nenek sayang melebihi apapun.” Kata nenek Abella.
“Tentu saja, aku kan cucu tunggal
nenek dan kakek.” Kata Abella.
“Haha, padahal rasanya baru
kemarin nenek mengantarmu pergi ke SD tapi sekarang kamu sudah memiliki anak.” Kata
nenek Abella.
“Nenek harus tetap sehat pokoknya
biar bisa menemani Abella sampai kapanpun. Nenek dan kakek tidak boleh sakit,
mengerti.” Kata Abella.
“Doakan nenek dan kakek selalu
__ADS_1
sehat ya sayang.” Kata nenek Abella.