Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 82


__ADS_3

Abela menghampiri Nando di tempat kerjanya. Dia menunggu Nando di kafe dekat tempat kerja Nando. Tiba-tiba ada yang memanggil Abela.


“Abela.” Sapa Stella.


“Stella?” Sapa Abela.


“Mbak Abela apa kabar?” Tanya Stella langsung memeluk Abela.


“Kabarku baik.” Kata Abela.


“Aku merindukanmu mbak, kamu mengganti nomor ponselmu ya? Sudah dengar kabar tentang bu Arum belum?” Tanya Stella.


“Ah iya aku mengganti nomor ponselku, memangnya apa yang terjadi dengan bu Arum?” Tanya Abela.


“Dia ditangkap polisi dan mendekam di penjara mbak.” Kata Stella.


“Apa kamu bilang? Memangnya apa yang terjadi?” Tanya Abela.


“Serius mbak Abela tidak mengetahui masalah ini?” Tanya Stella.


“Aku tidak mengetahui sama sekali, ada apa memangnya?” Tanya Abela.


“Sebenarnya bu Arum menyukai pak Nando mbak, tapi pak Nando menyukai wanita lain. Bahkan bu Arum menyatakan cintanya kepada pak Nando sesaat setelah mbak Abela resign tapi pak Nando menolaknya, tapi hal ini tidak membuat bu Arum menyerah untuk mengejar cintanya pak Nando. Setiap hari bu Arum seperti penguntit yang mengikuti pak Nando, bahkan bu Arum juga mengikuti pak Nando sampai pulang ke rumahnya, pokoknya bu Arum benar-benar terobsesi dengan pak Nando. Suatu hari saat kantor sepi dan tinggal pak Nando saja di ruangannya, bu Arum diam-diam masuk kedalam ruangan pak Nando, awalnya bu Arum berniat untuk menggoda dan merayu pak Nando. Tentu saja pak Nando sangat risih dan tidak nyaman dengan bu Arum akhirnya bu Arum mendapat teguran dari pak Nando dan pak Nando memindahkan bu Arum ke bagian keuangan agar tidak satu divisi dengan pak Nando tapi bu Arum sangat marah dan tidak terima akhirnya bu Arum pun semakin menjadi, dia sering menyebarkan berita buruk tentang pak Nando bahkan dia menuduh pak Nando suka merayu dan menggoda para staff, bahkan yang paling parah adalah bu Arum membuat berita bahwa yang menyebabkan mbak Abela resign adalah karena pak Nando yang melecehkan mbak Abela. Akhirnya pak Nando pun melaporkan hal ini ke pihak polisi.” Kata Stella.


“Apa? Tega sekali bu Arum sampai melakukan hal itu, lalu bagaimana keadaan pak Nando saat itu?” Tanya Abela.


“Akhirnya pak Nando mengundurkan diri dari perusahaan kami mbak, aku dengar saat ini dia sedang mengelola real estate mbak, aku dengar dari teman-teman katanya dia pemilik apartemen Sudirman Palace, apartemen mewah itu loh mbak. Ternyata pak Nando sangat kaya raya ya, pantas saja banyak yang menyukainya, pasti beruntung sekali yang akan menjadi istrinya nanti. Oh iya mbak Abela sedang apa disini?” Kata Stella.


“Aku ada janji dengan temanku disini.” Kata Abela.


“Maaf ya mbak, aku harus kembali ke kantor. Bolehkah aku meminta nomor mbak Abela?” Tanya Stella.


“Boleh.” Kata Abela.

__ADS_1


Setelah Stella pergi, dia kembali memikirkan Nando.


“Kenapa dia berbohong padaku? Kenapa dia tidak bilang padaku kalau dia sudah resign dari tempat kerjanya, bahkan kini dia pemilik apartemen yang cukup mewah, pantas saja dia selalu menawarkanku untuk mencarikan rumah ataupun apartemen. Seharusnya dia bilang padaku, kenapa dia harus menyembunyikannya padaku.” Kata Abela dalam hati.


Tidak lama kemudian, datanglah Nando.


“Hai sayang.” Kata Nando lalu memeluk Abela, namun Abela tidak meresponnya karena kepikiran dengan ucapan Stella.


“Sayang kenapa diam saja? Kamu sedang memikirkan apa sih?” Tanya Nando.


“Hai sayang, kamu dari mana?” Tanya Abela.


“Tentu saja dari kantor lah.” Kata Nando.


“Benarkah? Oh iya bagaimana keadaan kantor setelah aku resign?” Tanya Abela.


“Baik-baik saja kok? Kenapa memangnya?” Tanya Nando.


“Sayang aku bisa menjelaskan semuanya padamu, aku juga butuh waktu untuk mengatakan hal ini kepadamu sayang, jangan pergi begitu saja sayang sayang sayang dengarkan aku.” Kata Nando sambil menarik tangan Abela.


“Lepaskan tanganku.” Kata Abela.


“Ada banyak hal yang aku alami setelah kamu pergi saat itu dan ketika aku bertemu denganmu, aku mendengar ceritamu, perjuanganmu, cerita suka dukamu, aku juga ingin bercerita masalah yang terjadi denganku tapi aku juga butuh waktu sayang, aku mohon mengertilah.” Kata Nando.


“Jika aku tidak bertemu dengan Stella, aku pasti tidak tau apa-apa tentangmu kan.” Kata Abela.


“Aku pasti akan memberitahumu semuanya tapi beri aku waktu juga, baiklah setelah ini aku akan menceritakan semuanya kepadamu, maafkan aku sayang.” Kata Nando sambil memeluk Abela.


“Lepaskan aku.” Kata Abela sambil mewek.


“Sudah dong nangisnya, kalau nangis jadi semakin menggemaskan jadinya.” Goda Nando sambil mencubit pipi Abela.


“Hmmm lepaskan aku.” Kata Abela.

__ADS_1


“Sekarang ikut aku yuk.” Kata Nando.


“Kemana?” Tanya Abela.


“Ke apartemen tempat kerjaku, oh iya kapan grand opening restoran ibumu?” Tanya Nando.


“Besok pagi.” Kata Abela.


Setelah itu Abela dan Nando menuju ke tempat kerja Nando.


Setibanya di apartemen tersebut.


“Jadi gedung ini milikmu?” Tanya Abela heran.


“Sebenarnya ini milik ayahku, aku hanya melanjutkannya saja.” Kata Nando.


“Jadi kamu sekaya ini? Pantas saja banyak yang menyukaimu, aku harus berhati-hati dan selalu mengawasimu mulai saat ini.” Kata Abela.


“Hahahaha percuma sebanyak apapun wanita yang dekat denganku, kamulah pemenang hatiku.” Goda Nando sambil memeluk Abela.


Kemudian mereka masuk kedalam dan tiba-tiba.


“Abela.” Panggil Adriano.


Abela kaget dan dia ketakutan.


“Jangan takut, sekarang aku milikmu, aku akan melindungimu.” Bisik Nando.


Info :


Jangan lupa baca juga novel author yg berjudul "Truth and Revenge" yaah.


Novel itu adalah kumpulan dari beberapa cerita pendek yg ceritanya bertema Truth and Revenge. Setiap hari update loh. Ditunggu ya like nya, terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2