
Adriano sangat yakin bahwa ini
semua adalah ulah Marisa.
“Dia sangat berani dan tega,
bagaimana mungkin dia mengurung Abella di kamar mandi dan mematikan ponselnya. Aku
harus memberi peringatan kembali kepadanya.” Kata Adriano dalam hati.
“Mas, bagaimana bisa aku terkunci
didalam kamar mandi ya? Padahal saat aku masuk tidak ada tulisan sedang rusak
kok.” Kata Abella sangat heran.
“Sudahlah jangan dipikirkan, lain
kali kamu harus lebih berhati-hati dan selalu bawa ponselmu. Jangan ditaruh disamping
wastafel seperti tadi.” Kata Adriano.
“Iya mas, aku lupa. Jangan-jangan
ada orang yang sengaja mengunciku dari luar. Wah kurang ajar sekali ya.” Kata Abella.
“Sudahlah jangan dipikirkan, yang
penting kamu baik-baik saja.” Kata Adriano.
“Apa kamu bilang? Aku baik-baik
saja? Aku sangat ketakutan didalam mas karena lampunya mati, kamu enteng banget
ya kalau bicara.” Gerutu Abella.
“Masih untung aku bisa
menemukanmu dan menolongmu, bagaimana jika aku tidak bisa menemukanmu? Kamu pasti
akan bermalam didalam kamar mandi.” Kata Adriano.
“Oh jangan-jangan kamu yang
mengunciku dari luar mas karena kamu kesal denganku gara-gara tidak bisa
bercinta denganku. Ngaku saja deh mas.” Kata Abella.
“Hei kalau aku sengaja menguncimu
dari luar, untuk apa aku mencarimu dan menolongmu. Lebih baik aku tinggal saja
tadi.” Kata Adriano.
“Dasar pendendam.” Kata Abella.
“Dasar tidak tau terima kasih dan
tukang nuduh sembarangan.” Kata Adriano.
Setibanya di penginapan.
“Cepat turun, kita sudah sampai.”
__ADS_1
Kata Adriano.
“Mas, tolong bantu bawakan
barangku dong.” Kata Abella.
“Kamu masih punya tangan kan? Bawa
saja sendiri.” Gerutu Adriano.
“Hmmmm dasar menyebalkan.” Kata Abella
sangat kesal.
Setibanya dikamar, Abella segera
berganti pakaian tidur sedangkan Adriano asyik menonton tv dengan mengeraskan
volumenya.
“Aduh berisik sekali sih mas, kecilkan
dong volumenya.” Kata Abella.
“Hei suaramu jauh lebih berisik
daripada suara tv.” Kata Adriano.
“Percuma ya mas ngomong sama kamu
itu.” Gerutu Abella.
Abella berganti pakaian yang
nafsu.
“Hei kamu sengaja ya pakai baju
tipis seperti itu?” Tanya Adriano.
“Aduh serba salah ya, pakai ini
komentar pakai itu komentar. Dasar suami netizen.” Kata Abella.
“Percuma juga pakai baju seperti
itu, dasar wanita penggoda. Pasti sengaja kan pakai baju itu untuk menggodaku,
kalau suka bilang saja tidak usah gengsi.” Kata Adriano.
“Hei jangan terlalu percaya diri
deh kalau bicara, bukannya kamu yang jatuh cinta padaku. Pasti kamu nafsu kan
padaku gara-gara aku pakai baju ini? Ngaku saja deh tidak usah gengsi seperti
itu.” Kata Abella.
“Iya, memang benar aku nafsu. Sekarang
kamu harus bertanggungjawab.” Kata Adriano mendekati istrinya, Abella pun
berteriak.
__ADS_1
“Aaaaaaaa jangan macam-macam
kepadaku ya mas, aku akan menendangmu bahkan menamparmu jika mendekati aku.” Ancam
Abella.
“Kamu kira aku takut dengan
ancamanmu? Justru aku semakin mendekatimu.” Kata Adriano semakin mendekati
istrinya, bahkan dia mengarahkan wajahnya ke wajah istrinya sangat dekat hingga
hidung mereka saling menempel. Namun dasar Abella yang bar-bar, dia pun
menampar suaminya.
“Aduh sakit sekali pipiku.” Kata Adriano.
“Makanya jangan berani
macam-macam kepadaku.” Kata Abella. Adriano pun sangat kesal, sehingga dia
melampiaskannya kepada istrinya. Dia mendekati istrinya dan mengekang tangannya
agar tidak bisa bergerak.
“Lepaskan aku, mas jangan
macam-macam padaku.” Kata Abella ketakutan.
“Inilah akibatnya jika kamu tidak
menurutiku.” Kata Adriano.
Adriano mengarahkan istrinya ke
dinding dan memeluknya, dia bahkan berani mencium bibir istrinya padahal Abella
berusaha menolaknya.
“Ehm mmm mmm le lepas lepaskan
aku.” Kata Abella, namun Adriano tidak peduli lagi.
Adriano ******* habis bibir
mungil istrinya sehingga Abella hanya bisa pasrah.
“Enak kan? Mau lagi hahaha.” Goda
Adriano.
“Kamu jahat mas.” Rengek Abella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Jangan lupa baca juga kelanjutan cerita Menua Bersamamu dan Lavera Club.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.