
Didalam pesawat,
Adriano masih kepikiran dengan Marisa.
“Kamu kenapa
mas?” Tanya Abella.
“Jangan ganggu
aku, aku lelah dan ingin tidur.” Kata Adriano.
“Mata kamu
merah, kamu menangis ya?” Tanya Abella.
“Bukan
urusanmu.” Kata Adriano sambil menahan air matanya agar tidak jatuh didepan
istrinya.
Abella pun
memeluknya dan menepuk pundaknya agar suaminya lebih tenang.
“Menangislah
jika itu akan membuatmu lebih lega mas, bu dokter itu mantan kekasihmu kan?”
Tanya Abella.
“Dari mana kamu
tau?” Tanya Adriano sambil menangis.
“Aku mengikuti
kalian berdua dan tidak sengaja mendengar percakapan kalian, pasti kalian
berdua sangat mencintai ya sampai erat sekali pelukannya. Aku tau bagaimana
perasaan kamu saat ini, menangislah untuk saat ini mas.” Kata Abella.
Adriano menangis
di pelukan istrinya hingga tak terasa mereka tiba di Jakarta.
“Kita sudah
sampai, aku turun dulu ya agar teman-temanmu tidak mengetahui kita. Aku tunggu
di tempat biasanya.” Kata Abella.
“Iya, terima
kasih.” Kata Adriano.
**
Setibanya di
rumah mereka. Abella segera merapikan semua bajunya dan memasukkannya kedalam
koper.
“Mau kemana
kamu?” Tanya Adriano.
“Bukankah aku
harus pergi dari rumah ini? Aku akan bekerja paruh waktu dan membiayai
__ADS_1
sekolahku sendiri, aku juga akan menyewa tempat tinggal untukku.” Kata Abella.
“Kamu yakin
dengan keputusan itu? Kamu yakin akan berpisah denganku? Pikirkan dengan baik.”
Kata Adriano.
“Untuk apa kita
bertahan? Kita berdua tidak saling mencintai dan bahkan selalu bertengkar.”
Kata Abella.
“Tinggallah
dirumah ini sampai kita benar-benar berpisah, aku tidak akan melarangmu untuk
bekerja.” Kata Adriano.
“Baiklah, terima
kasih.” Kata Abella.
“Mari kita tunda
perceraian kita sampai kamu lulus SMA.” Kata Adriano.
“Baiklah,
setelah itu kita akan menjalani hidup kita masing-masing. Bagaimana dengan
rumah ini?” Tanya Abella.
“Aku akan
mengatasnamakan nama kamu karena rumah ini pemberian dari kakekmu.” Kata
Adriano.
Tanya Abella.
“Tentu saja sangat
yakin.” Kata Adriano.
**
Tiga minggu
kemudian, Marisa kembali ke Jakarta dan menemui Abella di sekolahnya.
“Abella.” Kata
Marisa.
“Bu dokter.”
Kata Abella.
“Bisa berbicara
sebentar denganmu?” Tanya Marisa.
“Sayang jangan
pergi, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Dava tiba-tiba menghampiri
Abella.
“Kita sudah
tidak ada hubungan apapun, cepat pergi dari sini dan jangan pernah temui aku
__ADS_1
kembali.” Kata Abella.
**
Abella dan
Marisa bertemu di sebuah kafe.
“Silahkan
diminum minumannya.” Kata Marisa.
“Terima kasih bu
dokter.” Kata Abella.
“Panggil saja
aku Marisa.” Kata Marisa.
“Eh baiklah, aku
akan memanggilmu bu Marisa saja.” Kata Abella.
“Kita langsung
ke topic saja. Aku kesini untuk menjelaskan sesuatu denganmu. Aku adalah mantan
kekasih Adriano, kamu istri Adriano kan? Kalian berdua merahasiakan pernikahan
kalian kan?” Tanya Marisa.
“Dari mana kamu
tau?” Tanya Abella.
“Adriano cerita
padaku, aku masih mencintai Adriano dan aku ingin kembali dengannya.” Kata Marisa.
“Apa? Lalu kamu
mau merebut suamiku?” Tanya Abella dengan kesal.
“Bukankah kalian
tidak saling mencintai? Lepaskan Adriano, dia berhak mendapatkan cinta dari
seseorang yang mencintainya.” Kata Marisa.
“Aku tidak bisa
melepaskannya.” Kata Abella.
“Apa? Apakah
kamu mulai mencintainya?” Tanya Marisa.
“Itu bukan
urusanmu, maaf aku harus pergi.” Kata Abella.
“Aku akan tetap
kembali dengan Adriano meskipun kamu tidak mau melepaskannya.” Kata Marisa.
“Maaf, aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya.
Itu resikomu karena telah meninggalkannya.” Kata Abella.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman. Terima kasih.