Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 41


__ADS_3

Didalam pesawat,


Adriano masih kepikiran dengan Marisa.


“Kamu kenapa


mas?” Tanya Abella.


“Jangan ganggu


aku, aku lelah dan ingin tidur.” Kata Adriano.


“Mata kamu


merah, kamu menangis ya?” Tanya Abella.


“Bukan


urusanmu.” Kata Adriano sambil menahan air matanya agar tidak jatuh didepan


istrinya.


Abella pun


memeluknya dan menepuk pundaknya agar suaminya lebih tenang.


“Menangislah


jika itu akan membuatmu lebih lega mas, bu dokter itu mantan kekasihmu kan?”


Tanya Abella.


“Dari mana kamu


tau?” Tanya Adriano sambil menangis.


“Aku mengikuti


kalian berdua dan tidak sengaja mendengar percakapan kalian, pasti kalian


berdua sangat mencintai ya sampai erat sekali pelukannya. Aku tau bagaimana


perasaan kamu saat ini, menangislah untuk saat ini mas.” Kata Abella.


Adriano menangis


di pelukan istrinya hingga tak terasa mereka tiba di Jakarta.


“Kita sudah


sampai, aku turun dulu ya agar teman-temanmu tidak mengetahui kita. Aku tunggu


di tempat biasanya.” Kata Abella.


“Iya, terima


kasih.” Kata Adriano.


**


Setibanya di


rumah mereka. Abella segera merapikan semua bajunya dan memasukkannya kedalam


koper.


“Mau kemana


kamu?” Tanya Adriano.


“Bukankah aku


harus pergi dari rumah ini? Aku akan bekerja paruh waktu dan membiayai

__ADS_1


sekolahku sendiri, aku juga akan menyewa tempat tinggal untukku.” Kata Abella.


“Kamu yakin


dengan keputusan itu? Kamu yakin akan berpisah denganku? Pikirkan dengan baik.”


Kata Adriano.


“Untuk apa kita


bertahan? Kita berdua tidak saling mencintai dan bahkan selalu bertengkar.”


Kata Abella.


“Tinggallah


dirumah ini sampai kita benar-benar berpisah, aku tidak akan melarangmu untuk


bekerja.” Kata Adriano.


“Baiklah, terima


kasih.” Kata Abella.


“Mari kita tunda


perceraian kita sampai kamu lulus SMA.” Kata Adriano.


“Baiklah,


setelah itu kita akan menjalani hidup kita masing-masing. Bagaimana dengan


rumah ini?” Tanya Abella.


“Aku akan


mengatasnamakan nama kamu karena rumah ini pemberian dari kakekmu.” Kata


Adriano.


Tanya Abella.


“Tentu saja sangat


yakin.” Kata Adriano.


**


Tiga minggu


kemudian, Marisa kembali ke Jakarta dan menemui Abella di sekolahnya.


“Abella.” Kata


Marisa.


“Bu dokter.”


Kata Abella.


“Bisa berbicara


sebentar denganmu?” Tanya Marisa.


“Sayang jangan


pergi, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Dava tiba-tiba menghampiri


Abella.


“Kita sudah


tidak ada hubungan apapun, cepat pergi dari sini dan jangan pernah temui aku

__ADS_1


kembali.” Kata Abella.


**


Abella dan


Marisa bertemu di sebuah kafe.


“Silahkan


diminum minumannya.” Kata Marisa.


“Terima kasih bu


dokter.” Kata Abella.


“Panggil saja


aku Marisa.” Kata Marisa.


“Eh baiklah, aku


akan memanggilmu bu Marisa saja.” Kata Abella.


“Kita langsung


ke topic saja. Aku kesini untuk menjelaskan sesuatu denganmu. Aku adalah mantan


kekasih Adriano, kamu istri Adriano kan? Kalian berdua merahasiakan pernikahan


kalian kan?” Tanya Marisa.


“Dari mana kamu


tau?” Tanya Abella.


“Adriano cerita


padaku, aku masih mencintai Adriano dan aku ingin kembali dengannya.” Kata Marisa.


“Apa? Lalu kamu


mau merebut suamiku?” Tanya Abella dengan kesal.


“Bukankah kalian


tidak saling mencintai? Lepaskan Adriano, dia berhak mendapatkan cinta dari


seseorang yang mencintainya.” Kata Marisa.


“Aku tidak bisa


melepaskannya.” Kata Abella.


“Apa? Apakah


kamu mulai mencintainya?” Tanya Marisa.


“Itu bukan


urusanmu, maaf aku harus pergi.” Kata Abella.


“Aku akan tetap


kembali dengan Adriano meskipun kamu tidak mau melepaskannya.” Kata Marisa.


“Maaf, aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya.


Itu resikomu karena telah meninggalkannya.” Kata Abella.


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman. Terima kasih.


__ADS_2