
Adriano bangun terlebih dahulu,
kemudian dia segera keluar untuk pergi berbelanja. Dia sengaja tidak
membangunkan istrinya karena semalam istrinya begadang untuk menjaga bayi
Darel. Adriano pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan dapur. Setelah itu
dia segera kembali ke rumah dan memasak sarapan untuk istrinya.
“Kamu sudah bangun sayang?” Tanya
Adriano.
“Aku terbangun mas, kamu dari
mana?” Tanya Abella.
“Aku dari supermarket membeli
bahan-bahan untuk memasak. Kalau kamu masih ngantuk, tidurlah lagi sayang.” Kata
Adriano.
“Aku mau mencuci popoknya Darel
mas, sama mau mandi sekalian.” Kata Abella.
“Biar aku saja yang mencuci
popoknya Darel, pokoknya urusan pekerjaan rumah tangga itu tugasku.” Kata Adriano.
“Kamu yakin bisa melakukan
semuanya mas?” Tanya Abella.
“Kamu meremehkan aku ya? Buktinya
selama ini aku yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga.” Kata Adriano.
“Tapi itu kan pekerjaan mbak ayu
ART kita.” Kata Abella.
“Dia melakukan tugas yang aku
suruh saja sayang, sisanya aku yang melakukannya.” Kata Adriano.
“Hmmmm iya iya, aku mandi dulu
ya. Jangan lupa popoknya Darel, aku taruh di keranjang sebelah mesin cuci ya.”
Kata Abella.
“Iya sayang.” Kata Adriano.
__ADS_1
**
Ibu Adriano berkunjung ke rumah
Adriano dan Abella.
“Mama, mama kesini sama papa ya?”
Tanya Abella.
“Mama sendiri, papa kamu ada
urusan. Bayi Darel mana? Tidur ya?” Tanya ibu Adriano.
“Dia sedang tidur ma, aku juga
baru selesai memompa asi.” Kata Abella.
“Asi kamu lancar kan?” Tanya ibu
Adriano.
“Lancar kok ma, mama sudah makan
belum? Makan yuk ma.” Kata Abella.
“Mama sudah makan kok, ini mama
bawakan beberapa makanan, mama simpan di kulkas ya, nanti kalau makan tinggal
di angetin lagi.” Kata ibu Adriano.
ya.” Kata Abella.
“Tidak kok, mama paham bagaimana
ruwetnya saat ada bayi yang baru lahir. Makanya mama mau membantu kalian dengan
mengirim makanan. Adriano kemana?” Tanya ibu Adriano.
“Mas Adriano sedang mencuci
popoknya Darel ma. Dia keren banget ma, semua pekerjaan rumah tangga dia yang
melakukannya.” Kata Abella.
“Lalu tugasmu ngapain aja?” Tanya
ibu Adriano.
“Mengurus bayi
Darel ma, lagipula mas Adriano juga melarangku untuk melakukan pekerjaan rumah
tangga. Aku kan tidak boleh terlalu kelelahan ma.” Kata Abella.
__ADS_1
“Mama
mengerti, tapi tetap saja kamu itu seorang istri dan juga ibu. Jadi kamu harus
paham apa saja tugas seorang istri dirumah. Jangan selalu menggantungkan
suamimu, kalau Adriano sedang bekerja bagaimana?” Tanya ibu Adriano.
“Kan ada mbak
ayu ma.” Kata Abella.
“Tetap saja
kamu juga harus dan wajib untuk.” Kata ibu Adriano, tiba-tiba Adriano muncul.
“Mama.” Kata Adriano.
“Anakku,
keringatmu brcucuran, capek ya. Istrimu harusnya membantumu bukannya kamu malah
seperti pembantu seperti ini. Jangan jadikan Darel sebagai alasan dong.” Kata ibu
Adriano.
“Sudah ma
sudah, nanti Abella dengar.” Kata Adriano.
“Mama
membesarkanmu agar jadi anak yang sukses bukannya jadi pembantu istrimu.” Kata ibu
Adriano.
“Jangan bicara
seperti itu ma, mama tau sendiri kan Abella baru saja melahirkan. Tidak mudah
ma melakukan dua tugas sekaligus, aku hanya ingin membantu pekerjaan rumah
tangga saja kok dan aku sama sekali tidak keberatan ma. Mama jangan seperti itu
ya, tidak enak jika Abella mendengarnya.” Kata Adriano.
“Suruh si Ayu
yang melakukan pekerjaan rumah tangga. Mama tidak mau melihatmu seperti ini.”
Kata ibu Adriano.
Dan ternyata
Abella mendengar pembicaraan suami dan ibu mertuanya.
__ADS_1
“Kenapa mama
seperti itu.” Kata Abella dalam hati.