Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 113


__ADS_3

Adriano bangun terlebih dahulu,


kemudian dia segera keluar untuk pergi berbelanja. Dia sengaja tidak


membangunkan istrinya karena semalam istrinya begadang untuk menjaga bayi


Darel. Adriano pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan dapur. Setelah itu


dia segera kembali ke rumah dan memasak sarapan untuk istrinya.


“Kamu sudah bangun sayang?” Tanya


Adriano.


“Aku terbangun mas, kamu dari


mana?” Tanya Abella.


“Aku dari supermarket membeli


bahan-bahan untuk memasak. Kalau kamu masih ngantuk, tidurlah lagi sayang.” Kata


Adriano.


“Aku mau mencuci popoknya Darel


mas, sama mau mandi sekalian.” Kata Abella.


“Biar aku saja yang mencuci


popoknya Darel, pokoknya urusan pekerjaan rumah tangga itu tugasku.” Kata Adriano.


“Kamu yakin bisa melakukan


semuanya mas?” Tanya Abella.


“Kamu meremehkan aku ya? Buktinya


selama ini aku yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga.” Kata Adriano.


“Tapi itu kan pekerjaan mbak ayu


ART kita.” Kata Abella.


“Dia melakukan tugas yang aku


suruh saja sayang, sisanya aku yang melakukannya.” Kata Adriano.


“Hmmmm iya iya, aku mandi dulu


ya. Jangan lupa popoknya Darel, aku taruh di keranjang sebelah mesin cuci ya.”


Kata Abella.


“Iya sayang.” Kata Adriano.

__ADS_1


**


Ibu Adriano berkunjung ke rumah


Adriano dan Abella.


“Mama, mama kesini sama papa ya?”


Tanya Abella.


“Mama sendiri, papa kamu ada


urusan. Bayi Darel mana? Tidur ya?” Tanya ibu Adriano.


“Dia sedang tidur ma, aku juga


baru selesai memompa asi.” Kata Abella.


“Asi kamu lancar kan?” Tanya ibu


Adriano.


“Lancar kok ma, mama sudah makan


belum? Makan yuk ma.” Kata Abella.


“Mama sudah makan kok, ini mama


bawakan beberapa makanan, mama simpan di kulkas ya, nanti kalau makan tinggal


di angetin lagi.” Kata ibu Adriano.


ya.” Kata Abella.


“Tidak kok, mama paham bagaimana


ruwetnya saat ada bayi yang baru lahir. Makanya mama mau membantu kalian dengan


mengirim makanan. Adriano kemana?” Tanya ibu Adriano.


“Mas Adriano sedang mencuci


popoknya Darel ma. Dia keren banget ma, semua pekerjaan rumah tangga dia yang


melakukannya.” Kata Abella.


“Lalu tugasmu ngapain aja?” Tanya


ibu Adriano.


“Mengurus bayi


Darel ma, lagipula mas Adriano juga melarangku untuk melakukan pekerjaan rumah


tangga. Aku kan tidak boleh terlalu kelelahan ma.” Kata Abella.

__ADS_1


“Mama


mengerti, tapi tetap saja kamu itu seorang istri dan juga ibu. Jadi kamu harus


paham apa saja tugas seorang istri dirumah. Jangan selalu menggantungkan


suamimu, kalau Adriano sedang bekerja bagaimana?” Tanya ibu Adriano.


“Kan ada mbak


ayu ma.” Kata Abella.


“Tetap saja


kamu juga harus dan wajib untuk.” Kata ibu Adriano, tiba-tiba Adriano muncul.


“Mama.” Kata Adriano.


“Anakku,


keringatmu brcucuran, capek ya. Istrimu harusnya membantumu bukannya kamu malah


seperti pembantu seperti ini. Jangan jadikan Darel sebagai alasan dong.” Kata ibu


Adriano.


“Sudah ma


sudah, nanti Abella dengar.” Kata Adriano.


“Mama


membesarkanmu agar jadi anak yang sukses bukannya jadi pembantu istrimu.” Kata ibu


Adriano.


“Jangan bicara


seperti itu ma, mama tau sendiri kan Abella baru saja melahirkan. Tidak mudah


ma melakukan dua tugas sekaligus, aku hanya ingin membantu pekerjaan rumah


tangga saja kok dan aku sama sekali tidak keberatan ma. Mama jangan seperti itu


ya, tidak enak jika Abella mendengarnya.” Kata Adriano.


“Suruh si Ayu


yang melakukan pekerjaan rumah tangga. Mama tidak mau melihatmu seperti ini.”


Kata ibu Adriano.


Dan ternyata


Abella mendengar pembicaraan suami dan ibu mertuanya.

__ADS_1


“Kenapa mama


seperti itu.” Kata Abella dalam hati.


__ADS_2