Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 11


__ADS_3

Hari itu Abela sedang pergi berlibur bersama rekan kerjanya, kantor tempat kerjanya sedang mengadakan berlibur ke sebuah hotel yang dekat dengan pantai. Pagi itu Adrian mengantar istrinya.


“Kamu tega sekali berlibur sendiri tanpa aku dan Darel.” Kata Adriano.


“Aku hanya sebentar mas, hanya tiga hari saja kok. Oh iya jangan lupa les nya Darel ya dan pastikan dia tetap masuk les.” Kata Abela.


“Iya, lagipula tanpa aku suruh pun dia juga tau akan kewajibannya kok.” Kata Adriano.


“Tapi tetap saja kamu haruis memantaunya dan antarkan juga dia ya.” Kata Abela.


“Iya sayang, rasanya seperti kamu akan pergi selama setahun loh. Pasti aku sangat merindukanmu.” Kata Adriano sambil menggenggam tangan istrinya.


“Hahaha aku kan hanya pergi selama tiga hari sayang, setelah itu juga akan kembali lagi. Ya mau bagaimana lagi acara liburan kali ini kan hanya untuk semua staff saja jadi tidak bisa mengajak anggota keluarga.” Kata Abela.


“Haruskah aku pergi kesana juga untuk menemuimu.” Kata Adriano.


“Lalu bagaimana dengan Darel dan juga pekerjaanmu sayang? Bukankah hari ini kamu ada penerbangan ya?” Tanya Abela.


“Iya, nanti malam penerbanganku. Tapi besok pagi aku sudah disini lagi kok.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Syukurlah, setidaknya Darel tidak akan sendirian. Aku sudah menelfon nenek untuk menginap dirumah selama aku pergi berlibur.” Kata Abela.


“Iya, tadi nenek juga menelfonku kok, dia bilang nanti akan menjemput Darel di sekolah. Oh iya kemarin ibumu menelfonku.” Kata Adriano.


“Ibuku? Kenapa dia menelfonmu? Jangan pernah menemuinya, pasti dia butuh uang makanya dia menelfonmu, karena dia tau kalau aku ataupun nenek dan kakek tidak akan pernah menemuinya apalagi memberinya uang.” Kata Abela.


“Dia bilang kalau dia sangat merindukanmu dan ingin bertemu denganmu dan juga Darel.” Kata Adriano.


“Haruskah aku mempercayainya? Pasti itu hanyalah alasannya saja.” Kata Abela.


“Dia sedang sakit.” Kata Adriano.


“Apakah kamu tau apa alasannya dia melakukan itu semua? Apakah kamu tau kenapa dia pergi meninggalkanmu? Coba temui dia dan dengarkan semua ceritanya, dia sepertinya kesepian.” Kata Adriano.


“Dia kan memiliki suami dan anak, jadi untuk apa aku khawatir dengannya. Hidupku baik-baik saja tanpa dia.” Kata Abela.


“Bagaimana jika hal itu terjadi pada Darel?” Tanya Adriano.


“Jangan menyamakanku dengan wanita itu, aku dan dia jelas berbeda. Cukup jangan lanjutkan membicarakan dia, aku sangat muak dengannya bahkan mendnegarnya saja sudah membuatku muak.” Kata Abela.

__ADS_1


“Bolehkah aku menemuinya?” Tanya Adriano.


“Jika kamu berani menemuinya, jangan harap aku akan memaafkanmu.” Kata Abela.


“Baiklah kalau begitu, aku tidak akan menemuinya.” Kata Adriano.


“Sudah berapa kali dia menelfonmu?” Tanya Abela.


“Baru sekali saja.” Kata Adriano.


“Bagaimana dia tau nomormu? Apakah kamu pernah bertemu dengannya atau kamu yang memberikan nomormu kepadanya?” Tanya Abela.


“saat kamu melahirkan Darel, dia datang ke rumah sakit dan melihatmu dari kejauhan. Dia menangis namun tidak bisa bertemu denganmu, akhirnya aku menemuinya dan dia berpesan kepadaku untuk selalu menyayangimu dan Darel, dia saat itu memberikan sesuatu yang sangat berharga untukmu.” Kata Adriano.


“Memberikan apa?’ Tanya Abela.


“Kamu ingat kan saat itu ASI sedang tidak lancar, lalu aku sering memberikanmu asupan makanan pelancar ASI. Itu adalah buatan ibumu. Maafkan aku telah berbohong kepadamu, saat itu aku bilang kepadamu bahwa ibuku yang membuatkannya padahal itu buatan ibumu. Tolong pikirkan lagi untuk menemuinya, berikan dia kesempatan untuk berubah. Semua ibu di dunia ini pasti menyayangi anaknya dengan cara yang berbeda-beda.” Kata Adriano.


“Tau apa kamu tentang dia? Sekali lagi kamu bicara tentang dia, saat itu juga aku tidak akan bicara denganmu.” Kata Abela sangat kesal.

__ADS_1


“Baiklah, maafkan aku sayang.” Kata Adriano.


__ADS_2