Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 53


__ADS_3

Nando menjemput Abela dirumahnya.


“Ayo pak kita pergi sekarang.” Kata Abela.


“Kamu yakin memakai piyama saja?” Tanya Nando yang heran melihat Abela hanya memakai piyama bahkan tanpa memakai riasan.


“Kenapa? Bapak malu ya jalan denganku? Tugas bapak adalah merubah penampilanku menjadi sempurna di acara bapak nanti. Ayo kita berangkat.” Kata Abela langsung masuk kedalam mobil Nando.


“Dimana ibumu? Aku ingin menyapa bu Antika dan juga Darel.” Kata Nando.


“Mama dan Darel sedang keluar untuk berbelanja.” Kata Abela.


“Oh begitu, baiklah kita pergi sekarang.” Kata Nando.


Selama diperjalanan Abela asyik menikmati pemandangan.


“Buka aja jendela mobilnya.” Kata Nando.


“Tidak mau, depan mobil ada truk dan bis bisa-bisa asap kendaraannya kena wajahku.” Gerutu Abela.

__ADS_1


“Hmmmm terserah kamu saja lah.” Kata Nando.


“Oh iya kenapa bapak ingin sekali membuay mantan kekasih bapak cemburu? Bapak masih dendam dengannya ya?” Tanya Abela.


“Aku ingin menunjukkan padanya bahwa keputusan dia mencampakkanku adalah salah besar.” Kata Nando.


“Mantan bapak selingkuh ya? Sejauh apa hubungan bapak dengan mantan bapak?” Tanya Abela.


“Aku dan dia sempat bertunangan, setelah itu aku dan dia menjalani hubungan jarak jauh selama 7 bulan dan saat kita bertemu kembali ternyata perutnya membesar, dia hamil dengan laki-laki lain dan laki-laki itu adalah sahabat dekatku yang sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri.” Kata Nando.


“Apa? Wah kurang ajar sekali mereka berdua. Aku bisa merasakan betapa sedihnya bapak saat itu. Apa karena itu bapak menjadi tertutup dan tidak ingin bergaul dengan orang-orang di kantor?” Tanya Abela.


“Tapi bapak sangat peduli denganku bahkan banyak membantuku. Orang sebaik bapak tidak pantas diperlakukan seperti itu.” Kata Abela.


“Aku membantumu karena aku mengenal bu Antika dengan baik pula, dia banyak membantu keluargaku saat di Singapore.” Kata Nando.


“Aku kira bapak naksir padaku, lagipula bapak bukan tipeku sih.” Kata Abela lirih.


“Memangnya kalau aku suka denganmu kenapa? Apakah kamu akan menolakku dan mencampakkanku?” Tanya Nando.

__ADS_1


“Jadi bapak mendengarku ya? Pendengaran bapak bagus sekali ya. Lupakan, aku tidak bicara apa-apa kok.” Kata Abela.


“Kamu layak mendapatkan yang terbaik dan jangan mudah mempercayai orang lain termasuk diriku. Karena kita tidak tau seperti apa hati orang, baik diluar tapi busuk didalam itu sangatlah banyak. Aku hanya tidak ingin kamu mengalami sakit hati lagi.” Kata Nando.


“Aku menikahi suamiku karena nenek dan kakekku, dia menjodohkanku dengan suamiku. Aku bahkan menikah di usia yang masih sangat muda dan saat itu aku masih sekolah. Seharusnya aku bisa menolaknya tapi aku tidak ingin mengecewakan nenek dan kakekku.” Kata Abela.


“Aku mengerti seperti apa posisimu saat itu, apakah kamu sudah baikan dengan nenek dan kakekmu setelah mengetahui semua kebenaran dari ibumu? Aku dengar kamu bertengkar hebat dengan mereka.” Kata Nando.


“Mereka selalu menanyakan kabarku dan meminta maaf kepadaku tapi aku tidak pernah membalasnya.” Kata Abela.


“Bagaimana dengan ibumu? Bagaimana hubungan ibumu dengan nenek kakekmu setelah itu?” Tanya Nando.


“Ibuku tidak semudah itu bisa memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh nenek kakekku jadi ibuku memilih untuk tidak mempedulikan mereka dan hanya ingin tinggal dan berkumpul bersama aku dan Darel.” Kata Abela.


“Sebaiknya cepatlah berbaikan dengan nenek kakekmu, bagaimanapun juga mereka juga turut andil membesarkanmu dan merawatmu sejak kecil.” Kata Nando.


“Biar waktu yang menjawabnya.” Kata Abela.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Nando.

__ADS_1


__ADS_2