
Hari itu Abela dirumah sendiri, karena ibu dan anaknya sedang berada di Jakarta. Dia kelaparan malam hari akhirnya dia memasak mie instan.
“Aku benar-benar sangat kesepian malam ini, hanya ditemani mie instan saja.” Gerutu Abela.
Kemudian Abela mendapat panggilan dari Radina.
“Ada apa Din?” Tanya Abela.
“Mbak sedang apa? Aku sedang di kafe dekat studio, aku sedang menikmati kopi disini sendiri. Mbak kesini saja kalau dirumah kesepian.” Kata Radina.
“Pesankan aku taksi online ya, aku malas mau menyetir.” Kata Abela.
“Baik mbak, tunggu sebentar ya.” Kata Radina.
Setibanya di kafe tersebut.
“Hai Din.” Sapa Abela.
“Akhirnya datang juga, silahkan duduk mbak. Mbak mau pesan apa? Akan aku pesankan. Mbak Abela sudah makan belum?” Tanya Radina.
“Pesankan aku kopi saja, aku tadi makan mie instan Din.” Kata Abela.
“Ok baiklah, tunggu sebentar ya.” Kata Radina.
Tiba-tiba Abela melihat Nando dari kejauhan, Nando sedang menuju ke kafe tersebut akhirnya Abela pun berlari untuk bersembunyi. Tidak lama kemudian Radina kembali ke tempat duduknya dan bertemu dengan Nando.
“Pak Nando?” Kata Radina.
“Hei, sedang apa disini? Sendirian saja?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Aku tadi sama atasanku kok pak, dia pemilik studio foto kami. Kebetulan kan bapak bisa bertemu.” Kata Radina.
“Iya, lalu dimana dia sekarang?” Tanya Nando.
“Tadi dia ada disini tapi kok tidak ada ya, oh mungkin sedang ke toilet atau pergi sebentar. Ini tas miliknya ada disini kok pak. Sebentar lagi pasti dia akan kembali.” Kata Radina.
“Tas ini? Seperti tas milik seseorang yang aku kenal.” Kata Nando.
“Oh iya? Siapa memangnya pak?” Tanya Radina.
“Seseorang yang sangat spesial untukku tapi dia pergi meninggalkanku.” Kata Nando.
“Percayalah kepadaku pak, jika bapak dan dia berjodoh pasti akan bertemu.” Kata Radina.
“Oh iya dimana atasanmu? Coba kamu telfon dia.” Kata Nando.
“Tunggu sebentar ya pak.” Kata Radina. Kemudian Radina menelfon Abela.
“Aku harus kembali pulang Din.” Kata Abela.
“Tapi disini ada pelanggan kita yang kemarin loh mbak, namanya pak Nando. Katanya dia ingin menemui mbak juga, lagipula tas milik mbak juga ada disini.” Kata Radina.
“Tolong bawakan dulu tas milikku, aku harus kembali pulang sekarang.” Kata Abela.
“Memangnya mbak Abela naik apa? Aku pesankan taksi online dulu ya, mbak ada dimana sekarang?” Tanya Radina.
“Tidak perlu, aaaaaaaa.” Kata Abela tiba-tiba berteriak karena ada seorang laki-laki mabuk yang menggoda Abela.
“Mbak kenapa? Ada apa mbak?” Tanya Radina sangat khawatir namun Abela mematikan telfonnya.
__ADS_1
“Ada apa?” Tanya Nando.
“Sepertinya dia dalam bahaya pak, tolong bantu saya mencari dia ya pak.” Kata Radina.
“Baiklah, kita cari diluar dan tempat parkir saja dulu.” Kata Nando.
“Baik pak, terima kasih banyak. Maaf jadi merepotkan pak.” Kata Radina.
**
Ditempat parkir.
Radina melihat Abela lalu dia segera berlari menghampiri Abela yang sedang berkelahi dengan orang mabuk tersebut.
“Minggir, lepaskan saya.” Bentak Abela kepada orang mabuk yang menggoda Abela tersebut. Seketika Nando pun menghajar laki-laki tersebut hingga babak belur.
“Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Nando kepada Abela. Abela menunduk dan tidak berani menatap Nando.
“Ayo mbak aku antarkan pulang saja.” Kata Radina.
“Biar aku saja yang mengantar dia pulang.” Kata Nando.
“Ayo Din kita pulang.” Kata Abela.
“I iya mbak, sebentar ada panggilan masuk dari ibuku.” Kata Radina.
“Ada apa Din?” Tanya Abela.
“Aku pesankan taksi online untuk mbak Abela ya, aku harus segera kembali pulang mbak karena ada hal mendesak. Maafkan aku ya mbak.” Kata Radina.
__ADS_1
“Cepat pulanglah, aku bisa pulang sendiri.” Kata Abela.
Kemudian Radina pergi dan tinggallah Abela dan Nando.