
Abella tiba di
Bandara untuk terbang menuju ke kota Medan.
“Ini tiket
milikmu.” Kata Adriano.
“Terima kasih.”
Kata Abella.
“Sepertinya kamu
sangat antusias ya untuk pergi ke Medan? Bilang saja kamu ingin bersamamku
terus.” Kata Adriano.
“Enak saja,
sebelum masuk sekolah lagi aku ingin berlibur sepuasnya.” Kata Abella.
“Hmmmm iya iya
terserah kamu deh, aku pergi dulu kalau begitu.” Kata Adriano.
Abella sudah
berada didalam pesawat, dia mondar-mandir berjalan-jalan sambil mengamati para
crew pesawat lainnya.
“Ada yang bisa
dibantu?” Tanya salah satu pramugara.
“Oh tidak terima
kasih.” Kata Abella.
“Silahkan
kembali ke tempat duduk ya.” Kata pramugara.
“Iya terima
kasih.” Kata Abella.
Di sisi lain,
Adriano siap menerbangkan pesawatnya.
“Sudah siap
semuanya?” Tanya Adriano.
“Siap captain.”
Beberapa menit
kemudian mereka mendarat di Medan dengan selamat. Abella tertidur, saat
pramugari membangunkannya, Abella tidak bangun juga.
“Nona silahkan
bangun, pesawat kita sudah tiba di bandara.” Kata pramugari, namun Abella masih
tertidur. Kemudian pramugari tersebut mengecek suhu tubuh Abella dan ternyata
dia sedang demam. Pramugari tersebut pun segera melakukan pertolongan kepada
Abella.
__ADS_1
“Tolong
bantuannya, kita segera bawa penumpang ini ke tim medis, tolong siapkan tandu
dan perlengkapan lainnya.” Kata pramugari tersebut.
“Ada masalah
apa?” Tanya Adriano karena mendengar suara panik dari beberapa crew pesawatnya.
“Ada penumpang
yang pingsan dan dia sedang demam capt.” Kata pramugara.
“Keadaannya
sangat parah? Haruskah aku melihatnya juga?” Tanya Adriano.
“Tidak usah
khawatir capt, sepertinya penumpang itu sedang kelelahan sehingga demam seperti
itu.” Kata pramugara.
“Apakah
penumpang itu Abella? Tapi sepertinya tidak mungkin, dalam keadaan patah hati
saja dia masih bisa bertengkar denganku. Lebih baik aku tidak usah melihatnya.”
Kata Adriano dalam hati.
Ketika Adriano
turun dari pesawat dia melihat barang milik istrinya yang terjatuh di jalan,
“Loh bukannya
itu gantungan kunci milik Abella yang dari korea itu ya.” Tanya Adriano.
milik siapa ya?” Tanya Adriano.
“Oh sepertinya
itu barang milik penumpang yang pingsan tadi capt, biar saya berikan padanya.”
Kata pramugara.
“Tidak usah,
biar saya saja sekalian melihat bagaimana keadaannya.” Kata Adriano, dia segera
berlari menuju ke bagian medis. Setibanya disana, dia segera mengatur nafasnya
karena berlari sangat kencang.
“Loh captain kok
ngos-ngosan seperti itu? Dari mana memangnya?” Tanya perawat.
“Huh huh saya
dari saya dari, bagaimana keadaan penumpang yang pingsan itu? Apakah dia sudah
sadar?” Tanya Adriano.
“Sudah, dia
sedang makan dengan lahap katanya dia kelaparan.” Kata perawat sambil
cekikikan.
Abella melihat
__ADS_1
suaminya ngos-ngosan lalu menertawakannya.
“Oh iya, saya
mau bertemu dengannya dulu ya.” Kata Adriano.
“Iya silahkan
capt.” Kata perawat tersebut.
Adriano pun
menghampiri Abella.
“Hahaha kamu
berlari kesini ya? Kamu khawatir sekali denganku?” Tanya Abella.
“Jangan banyak
bicara dan banyak tingkah nanti infusmu lepas.” Kata Adriano sambil membelai
rambut istrinya.
“Iya.” Kata
Abella.
“Jadi kamu
pingsan karena kelaparan?” Tanya Adriano.
“Iya sepertinya
begitu.” Kata Abella.
“Kamu dalam
keadaan patah hati saja masih punya tenaga untuk bertengkar denganku lalu
sekarang kamu pingsan karena kelaparan. Kenapa kamu tidak memesan makanan saat
di pesawat tadi?” Tanya Adriano.
“Aku tidak punya
uang, uangku habis untuk membeli barang-barang tadi.” Kata Abella dengan
polosnya.
“Lalu kenapa
tidak meminta padaku?” Tanya Adriano.
“Bagaimana aku
bisa meminta uang padamu yang ingin menceraikanku.” Kata Abella dengan
menundukkan kepalanya. Adriano pun menghela nafasnya lalu memeluk istrinya.
“Astaga, tapi
aku kan masih suamimu.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya dan membelai
rambutnya.
Tiba-tiba,
datanglah dokter mantan kekasih Adriano dan juga sekaligus cinta pertama
Adriano. Wanita itu bernama Marisa. Mereka berpisah karena Marisa saat itu
menikah dengan laki-laki lain namun saat ini dia menjanda karena berpisah
__ADS_1
dengan suaminya. Dia berpisah karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain.