Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 35


__ADS_3

Abella tiba di


Bandara untuk terbang menuju ke kota Medan.


“Ini tiket


milikmu.” Kata Adriano.


“Terima kasih.”


Kata Abella.


“Sepertinya kamu


sangat antusias ya untuk pergi ke Medan? Bilang saja kamu ingin bersamamku


terus.” Kata Adriano.


“Enak saja,


sebelum masuk sekolah lagi aku ingin berlibur sepuasnya.” Kata Abella.


“Hmmmm iya iya


terserah kamu deh, aku pergi dulu kalau begitu.” Kata Adriano.


Abella sudah


berada didalam pesawat, dia mondar-mandir berjalan-jalan sambil mengamati para


crew pesawat lainnya.


“Ada yang bisa


dibantu?” Tanya salah satu pramugara.


“Oh tidak terima


kasih.” Kata Abella.


“Silahkan


kembali ke tempat duduk ya.” Kata pramugara.


“Iya terima


kasih.” Kata Abella.


Di sisi lain,


Adriano siap menerbangkan pesawatnya.


“Sudah siap


semuanya?” Tanya Adriano.


“Siap captain.”


Beberapa menit


kemudian mereka mendarat di Medan dengan selamat. Abella tertidur, saat


pramugari membangunkannya, Abella tidak bangun juga.


“Nona silahkan


bangun, pesawat kita sudah tiba di bandara.” Kata pramugari, namun Abella masih


tertidur. Kemudian pramugari tersebut mengecek suhu tubuh Abella dan ternyata


dia sedang demam. Pramugari tersebut pun segera melakukan pertolongan kepada


Abella.

__ADS_1


“Tolong


bantuannya, kita segera bawa penumpang ini ke tim medis, tolong siapkan tandu


dan perlengkapan lainnya.” Kata pramugari tersebut.


“Ada masalah


apa?” Tanya Adriano karena mendengar suara panik dari beberapa crew pesawatnya.


“Ada penumpang


yang pingsan dan dia sedang demam capt.” Kata pramugara.


“Keadaannya


sangat parah? Haruskah aku melihatnya juga?” Tanya Adriano.


“Tidak usah


khawatir capt, sepertinya penumpang itu sedang kelelahan sehingga demam seperti


itu.” Kata pramugara.


“Apakah


penumpang itu Abella? Tapi sepertinya tidak mungkin, dalam keadaan patah hati


saja dia masih bisa bertengkar denganku. Lebih baik aku tidak usah melihatnya.”


Kata Adriano dalam hati.


Ketika Adriano


turun dari pesawat dia melihat barang milik istrinya yang terjatuh di jalan,


“Loh bukannya


itu gantungan kunci milik Abella yang dari korea itu ya.” Tanya Adriano.


milik siapa ya?” Tanya Adriano.


“Oh sepertinya


itu barang milik penumpang yang pingsan tadi capt, biar saya berikan padanya.”


Kata pramugara.


“Tidak usah,


biar saya saja sekalian melihat bagaimana keadaannya.” Kata Adriano, dia segera


berlari menuju ke bagian medis. Setibanya disana, dia segera mengatur nafasnya


karena berlari sangat kencang.


“Loh captain kok


ngos-ngosan seperti itu? Dari mana memangnya?” Tanya perawat.


“Huh huh saya


dari saya dari, bagaimana keadaan penumpang yang pingsan itu? Apakah dia sudah


sadar?” Tanya Adriano.


“Sudah, dia


sedang makan dengan lahap katanya dia kelaparan.” Kata perawat sambil


cekikikan.


Abella melihat

__ADS_1


suaminya ngos-ngosan lalu menertawakannya.


“Oh iya, saya


mau bertemu dengannya dulu ya.” Kata Adriano.


“Iya silahkan


capt.” Kata perawat tersebut.


Adriano pun


menghampiri Abella.


“Hahaha kamu


berlari kesini ya? Kamu khawatir sekali denganku?” Tanya Abella.


“Jangan banyak


bicara dan banyak tingkah nanti infusmu lepas.” Kata Adriano sambil membelai


rambut istrinya.


“Iya.” Kata


Abella.


“Jadi kamu


pingsan karena kelaparan?” Tanya Adriano.


“Iya sepertinya


begitu.” Kata Abella.


“Kamu dalam


keadaan patah hati saja masih punya tenaga untuk bertengkar denganku lalu


sekarang kamu pingsan karena kelaparan. Kenapa kamu tidak memesan makanan saat


di pesawat tadi?” Tanya Adriano.


“Aku tidak punya


uang, uangku habis untuk membeli barang-barang tadi.” Kata Abella dengan


polosnya.


“Lalu kenapa


tidak meminta padaku?” Tanya Adriano.


“Bagaimana aku


bisa meminta uang padamu yang ingin menceraikanku.” Kata Abella dengan


menundukkan kepalanya. Adriano pun menghela nafasnya lalu memeluk istrinya.


“Astaga, tapi


aku kan masih suamimu.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya dan membelai


rambutnya.


Tiba-tiba,


datanglah dokter mantan kekasih Adriano dan juga sekaligus cinta pertama


Adriano. Wanita itu bernama Marisa. Mereka berpisah karena Marisa saat itu


menikah dengan laki-laki lain namun saat ini dia menjanda karena berpisah

__ADS_1


dengan suaminya. Dia berpisah karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain.


__ADS_2