
Adriano masuk kedalam rumah Abela untuk menemui Darel.
“Papa? Sedang apa papa disini?” Tanya Darel.
“Tentu saja papa ingin bertemu dengan anak papa, papa rindu sekali denganmu nak.” Kata Adriano.
“Darel mama tadi beli pizza, kita makan pizza sekarang yuk.” Kata Abela.
“Yeeeeee terima kasih ma.” Kata Darel.
“Itu pemberian siapa? Pasti si Nando kan?” Tanya Adriano.
“Aku tidak perlu menjawab pertanyaan kamu yang sangat tidak penting.” Kata Abela.
“Dia hanya berpura-pura baik saja kepada Darel, seharusnya dia membelikan makanan yang sehat bukannya malah membelikan makanan cepat saji yang tidak sehat.” Kata Adriano.
“Tau apa kamu tentang Darel? Dia sendiri yang minta untuk dibelikan pizza, tidak usah sok peduli dengan Darel, lebih baik cepat kembali pulang.” Kata Abela.
“Aku akan membawa darel ikut denganku, besok aku akan mengantarnya pulang. Aku sangat merindukan Darel.” Kata Adriano.
“Silahkan saja jika Darel mau. Aku yakin Darel tidak mau ikut denganmu karena dia takut dengan Ariana.” Kata Abela.
“Dia menyayangi Darel, dia bukan wanita seperti yang kamu pikirkan.” Kata Adriano.
“Anak kecil itu selalu berkata jujur dan tidak pernah berbohong, dia sendiri ketakutan melihat si Ariana. Jadi Darel bisa melihat siapa yang baik dan siapa yang jahat kepadanya dan aku sebagai ibunya tidak rela jika anakku diperlakukan jahat oleh Ariana.” Kata Abela.
“Kita lihat saja nanti Darel pasti mau ikut denganku.” Kata Adriano.
Kemudian Adriano menghampiri Darel untuk di ajak pulang.
“Darel, malam ini Darel ikut papa yuk.” Kata Adriano.
“Kemana pa?” Tanya Darel.
“Ke rumah papa.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Aku tidak mau.” Kata Darel lalu dia berlari ke pelukan ibunya dan memeluk ibunya dengan sangat erat.
“Darel kenapa? Ada apa sayang?” Tanya Abela.
“Bilang sama papa ma, kalau Darel tidak mau ikut papa pulang ke rumahnya.” Kata Darel ketakutan.
“Kenapa darel mesti takut sama papa Darel sendiri?” Tanya Abela.
“Aku mau tidur dulu.” Kata Darel lalu langsung berlari kedalam kamarnya.
“Kenapa Darel seperti itu? Kenapa dia tidak mau ikut aku? Pasti kamu kan yang mempengaruhinya.” Kata Adriano.
“Untuk apa aku mempengaruhi anakku? Untuk apa aku mempengaruhi anakku agar membencimu? Kamu bisa lihat sendiri kan, bahkan anakmu saja tidak mau ikut denganmu. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini, lagipula ini sudah larut malam dan tidak seharusnya laki-laki berada dirumah mantan istrinya malam-malam begini.” Kata Abela.
“Lalu apa bedanya denganmu? Kamu berpelukan mesra dengan laki-laki lain didepan rumah dan didalam mobil segala, apa kata para tetangga nanti kalau ada yang melihat kelakuanmu yang seperti itu?” Kata Adriano.
“Lagipula untuk apa kamu melihatku bermesraan dengan laki-laki lain? Kenapa kamu tidak pergi saja, justru malah melihatku. Kenapa? Kamu cemburu melihatku bersama laki-laki lain? Kamu cemburu kan tidak bisa lagi menyentuhku, menciumku atau meniduriku? Bagaimana rasanya cemburu? Sakit kan? Itulah yang aku rasakan selama ini mas. Mulai sekarang jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku, aku mau dengan siapapun juga bukan lagi urusanmu, Nando jauh lebih menggoda daripada laki-laki tua sepertimu.” Bisik Abela yang membuat Adriano terbakar emosi dan cemburu.
Karena kesal, Adriano pun menampar pipi Abela hingga Abela terbentur dinding.
“Ahhhh, berani sekali kamu menamparku? Kamu tidak berhak menamparku.” Kata Abela, lalu dia bangkit dan melawan Adriano. Namun Abela kalah karena Adriano menampar Abela berkali-kali hingga Abela kesusahan nafas.
“Aku bersyukur telah berpisah denganmu, dasar wanita ****** tidak punya harga diri.” Kata Adriano.
Tiba-tiba Nando datang lalu menonjok Adriano.
“Dasar kurang ajar, berani sekali kamu bersikap kasar kepadanya.” Kata Nando menonjok Adriano.
“Kamu berani sekali datang kesini? Kamu pikir aku takut denganmu?” Tantang Adriano.
“Stop stop hentikan.” Teriak Abela.
“Lebih baik kamu pergi dari rumahku.” Kata Abela kepada Adriano.
“Ingat ya Darel harus ikut denganku, dia tidak boleh di asuh oleh wanita sepertimu.” Bentak Adriano.
__ADS_1
“Lawan aku, jangan berani sama wanita. Kamu laki-laki macam apa yang berani melawan seorang wanita?” Kata Nando.
“Aku akan membuat peritungan denganmu, lihat saja nanti.” Kata Adriano.
“Cepat pergi dari rumahku.” Kata Abela.
“Kenapa hanya aku yang harus pergi dari sini? Memangnya dia suamimu? Oh kamu mau bercinta dirumah ini? Dasar wanita murahan dan tidak tau diri, padahal dirumah ini ada Darel tapi kalian berdua justru mau bercinta? Nikmati saja wanita ****** sepertinya.” Kata Adriano kepada Abela dan Nando.
Karena kesal, Abela menampar pipi Adriano.
“Jaga mulutmu.” Kata Abela.
Lalu Adriano pun pergi dari rumah Abela.
Abela langsung masuk kamarnya dan menangis, Nando pun mencoba menenangkan kekasihnya.
“Maaf kamu harus melihat kelakuan dia yang seperti itu, selama aku hidup dengannya dia tidak pernah kasar kepadaku tapi entah kenapa dia jadi seperti itu kepadaku, aku ingin hidupku tenang dan bahagia, apa salahku?” Kata Abela sambil menangis, lalu Nando memeluknya.
“Kamu sekarang punya aku, aku akan selalu melindungimu dan disampingmu.” Kata Nando sambil memeluk Abela.
“Kenapa kamu bisa datang kesini?” Tanya Abela.
“Darel menelfonku, dia tidak bilang kalau Adriano datang tapi Darel bilang kalau kamu sedang tidak enak badan makanya aku langsung datang dan untung saja aku datang dengan cepat. Maafkan aku, seharusnya aku lebih menjagamu. Sekarang tenangkan pikiranmu, jangan memikirkan ucapan mantan suamimu, sekarang kamu harus tenang dulu karena ada Darel, dia masih sangat membutuhkanmu. Dia bisa hidup tanpa ayahnya tapi dia pasti tidak bisa hidup tanpa ibunya.” Kata Nando.
“Terima kasih ya, aku bersyukur memilikimu.” Kata Abela.
“Sekarang tidurlah, aku akan menunggumu di ruang tamu.” Kata Nando.
“Aku tidak apa-apa kok, kembalilah pulang saja.” Kata Abela.
“Tidak, aku sangat khawatir denganmu. Aku takut jika dia kembali lagi saat aku pulang.” Kata Nando.
“Cepat pulanglah.” Kata Abela.
“Hmmmm baiklah kalau begitu, kamu yakin aku tinggal sendiri?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Iya, aku baik-baik saja.” Kata Abela.
Akhirnya Nando pun kembali pulang.