Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 26


__ADS_3

Nando membawa Abela keluar rumah sakit. Mereka berada di lobby rumah sakit.


“Lepaskan aku.” Kata Abela.


“Kamu bawa mobil?” Tanya Nando.


“Bawa, aku harus menjemput anakku.” Kata Abela.


“Biar aku yang mengantarmu, nanti aku akan menyuruh supir pribadiku untuk mengambil mobilmu.” Kata Nando.


“Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkanmu lagi.” Kata Abela.


“Bahaya mengemudi dalam kondisi seperti ini.” Kata Nando.


Tiba-tiba Abela jatuh pingsan.


“Abela Abela bangun cepat bangun.” Kata Nando.


Akhirnya Nando membawa Abela masuk ke rumah sakit. Setelah itu dia mengambil ponsel milik Abela lalu mengirim pesan kepada putranya untuk pulang dengan taksi online, selain itu Nando juga mengirim pesan kepada suami Abela bahwa Abela sedang berada di rumah sakit.


**


Adriano tiba di rumah sakit. Dia langsung menghampiri istrtinya yang terbaring lemas.


“Sayang.” Kata Adriano.


“Pasien masih belum sadar.” Kata Nando.


“Kamu siapa?” Tanya Adriano.


“Perkenalkan namaku Nando, aku atasan nya Abela. Jangan salah paham, aku tidak sengaja bertemu dengannya lalu dia jatuh pingsan. Jadi aku segera membawanya kesini agar segera mendapat pertolongan dari dokter.” Kata Nando.


“Oh jadi ini yang namanya Nando yang memberikan member vip kepada istriku, lumayan juga dia hmmm jangan sampai dia menggoda apalagi menyukai istriku.” Kata Adriano dalam hati.

__ADS_1


“Terima kasih, kamu bisa pergi sekarang.” Kata Adriano.


“Aku akan pergi setelah melihat pasien sadar kembali, sebagai atasan dia, aku akan merasa bersalah jika pergi begitu saja.” Kata Nando.


“Istriku adalah urusanku, karena aku suaminya.” Kata Adriano.


“Baiklah kalau begitu, tolong jaga dia dan jangan membuatnya terluka karena hatinya sudah cukup terluka saat ini.” Kata Nando.


“Lebih baik urus saja urusanmu dan jangan ikut campur urusan istriku dan keluargaku. satu hal lagi, aku merasa terganggu dengan kedekatanmu dengan istriku jadi aku harap kamu bisa mengerti.” Kata Adriano.


“Aku tidak ikut campur dengan urusan keluargamu, tapi disaat istrimu sedang dirundung masalah entah kenapa aku dan istrimu tanpa sengaja bertemu, aku tidak tau itu suatu kebetulan atau tidak.” Kata Nando.


“Cepat pergi dari sini.” Kata Adriano.


Akhirnya Nando segera kembali ke kantornya dan Adriano menjaga istrinya.


Tidak lama kemudian Abela tersadar.


“Sayang, akhirnya kamu sadar. Jangan banyak bergerak sayang, tubuhmu masih lemas.” Kata Adriano.


“Nando yang membawamu, lalu dia mengirim pesan kepadaku melalui ponselmu. Kenapa kamu bisa sama Nando? Lalu kenapa kamu bisa dirumah sakit ini? Apakah kamu sedang menjenguk mama Antika?” Tanya Adriano.


“Aku tadi menemuinya hanya untuk memberikan hadiah dari Darel, lalu aku segera pulang dan saat di lobby tiba-tiba kepalaku pusing lalu aku jatuh pingsan dan tidak teringat apapun.” Kata Abela.


“Lain kali kalau kamu tidak enak badan tolong bilang kepadaku sayang, aku tidak mau ada orang lain yang menjagamu apalagi si Nando. Sepertinya dia menyukaimu.” Kata Adriano.


“Jangan salah paham, aku dan dia tidak ada hubungan apapun. Justru yang patut di curigai adalah kamu.” Kata Abela.


“Aku kan menemui ibumu sayang.” Kata Adriano.


“Tetap saja kamu menyembunyikan sesuatu dariku.” Kata Abela.


“Aku minta maaf sayang.” Kata Adriano.

__ADS_1


**


Beberapa hari kemudian.


Abela sudah keluar dari rumah sakit begitu juga dengan ibunya namun ibunya tetap harus menjalani terapi pasca operasi.


Hari itu Abela pergi ke kantor karena ada jadwal untuk siaran. Setibanya di kantor, Stella menemui Abela.


“Mbak cepat kesini ada berita besar.” Kata Stella.


“Ada apa memangnya? Aku tinggal tiga hari saja langsung ada berita besar.” Kata Abela.


“Oh iya mbak Abela sudah sehat kan? Aku sebenarnya ingin menjengukmu tapi kamu menolak kunjunganku.” Kata Stella.


“Kamu kira aku sakit parah? Aku hanya kelelahan saja kok. Cepat ceritakan ada berita besar apa di kantor?” Tanya Abela.


“Aku dengar dari pak Nando kalau bu Arum berpisah dengan suaminya.” Kata Stella.


“Apa? Kenapa harus Nando yang mengetahuinya? Kenapa bu Arum tidak cerita kepada kita ya.” Kata Abela.


“Tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan bu Arum dan pak Nando dan sepertinya pak Nando sangat mengkhawatirkan kondisi bu Arum. Jangan-jangan alasan mereka berpisah adalah karena suaminya selingkuh.” Kata Stella.


“Apa jangan-jangan si Nando sering bertemu dengan bu Arum ya? Ternyata si Nando suka sekali ikut campur dengan masalah pribadi orang, aku jadi takut kalau si Nando bercerita tentang kejadian di rumah sakit kemarin.” Kata Abela dalam hati.


“Nanti saat jam istirahat aku akan bicara dengan bu Arum dan bertanya kepadanya.” Kata Abela.


“Kasihan sekali ya bu Arum, lalu bagaimana dengan kedua anaknya ya.” Kata Stella.


“Lebih baik khawatirkan dulu keluargamu sebelum mengkhawatirkan keluarga orang lain.” Kata Abela.


“Hmmmm, ayo kita masuk ke kantor.” Kata Stella.


“Masuklah terlebih dahulu, aku siaran jam 11 siang kan? Aku mau menemui seseorang dulu.” Kata Abela.

__ADS_1


“Baiklah.” Kata Stella.


__ADS_2