
Abela menemui Nando untuk mengajaknya ke restoran yang telah dipesan oleh suaminya.
“Pak Nando.” Panggil Abela.
“Ada apa? Ada yang ingin kamu bicarakan denganku?” Tanya Nando.
“Iya, sepertinya pak Nando sedang sibuk ya.” Kata Abela.
“Ada apa? Duduklah.” Kata Nando.
“Suamiku ingin bertemu denganku dan pak Nando sekarang.” Kata Abela sambil menunduk.
“Ayo kita pergi sekarang.” Kata Nando.
“Ayo kemana pak?” Tanya Abela.
“Katanya suamimu ingin bertemu dengan kita, sepertinya dia akan menuduhku kembali.” Kata Nando.
“Memangnya pak Nando pernah bertemu dengan suamiku sebelumnya?” Tanya Abela.
“Dulu saat dirumah sakit waktu kamu pingsan, ayo kita pergi sekarang. Aku tidak ingin dia menyalahkanmu.” Kata Nando.
Akhirnya mereka berdua pun pergi ke restoran tersebut.
Didalam mobil, Abela sangat cemas dan juga seperti orang tidak fokus.
“Kamu harus tegar dan tampak baik-baik saja agar tidak diremehkan oleh orang lain.” Kata Nando.
“Maaf pak jika aku harus mengajak bapak masuk kedalam masalah pribadiku.” Kata Abela.
__ADS_1
“Jangan khawatirkan aku tapi khawatirkan dirimu. Bagaimana kondisi ibumu? Apakah semakin membaik?” Tanya Nando.
“Dia masih menjalani terapi pak, aku menyuruh perawat kenalanku untuk selalu memantau perkembangannya dan melaporkannya kepadaku.” Kata Abela.
“Syukurlah kalau begitu.” Kata Nando.
Setibanya di restoran tersebut.
“Pakailah kacamata sepertinya kamu membutuhkannya.” Kata Nando sambil memberikan kacamata kepada Abela.
“Agar dia tidak melihatku kalau aku sedang tampak kacau kan?” Tanya Abela.
“Sepertinya kamu membutuhkannya.” Kata Nando.
“Aku akan menyimpannya didalam tas, aku baik-baik saja kok.” Kata Abela.
Lalu mereka berdua masuk kedalam restoran dan menuju ruang vip, ternyata disana Adriano duduk sendirian tanpa ditemani oleh Ariana.
“Akhirnya kamu datang juga dengan dia.” Kata Adriano.
“Langsung saja, ada apa menyuruhku datang bersama pak Nando?” Tanya Abela.
“Makanlah dulu, aku sudah memesan makanan untuk kita bertiga.” Kata Adriano.
“Bagaimana aku bisa makan di situasi yang seperti ini? Ada apa?” Tanya Abela.
“Makanlah, dia sudah memesan makanan banyak apalagi ini vip loh.” Kata Nando, akhirnya Abela pun memakannya.
“Kalau dia yang menyuruhmu makan, kamu langsung memakannya ya tapi saat suamimu yang menyuruhmu makan justru kamu berani membantahnya.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Sebenarnya mau kamu apa sih mas? Tiba-tiba menyuruhku datang kesini bersama pak Nando. Kamu pikir dia tidak sibuk dengan pekerjaannya?” Kata Abela.
“Tapi dia datang untukmu, itu tandanya memang kalian berdua ada hubungan khusus dan kamu juga telah membohongiku selama ini. Ternyata kamu juga sama berselingkuh di belakangku.” Kata Adriano.
“Jadi kamu mengakuinya bahwa kamu berselingkuh dengan wanita itu? Pasti kamu kepikiran kan bagaimana aku bisa mengetahui hubunganmu dengan wanita itu.” Kata Abela.
“Maaf jika aku memotong pembicaraan kalian, tapi aku dan Abela hanya sebatas rekan kerja. Lebih baik selesaikan masalah kalian, aku tidak ingin berada disini.” Kata Nando.
“Tidak, kamu justru harus berada disini karena sejak awal aku sudah mencurigaimu. Kamu menyukai istriku kan? Bahkan kamu berencana akan menikahi istriku kan?” Tanya Adriano kepada Nando.
“Apa? Apakah aku tidak salah dengar?” Tanya Nando.
“Sudahlah jangan banyak alasan, cepat katakan yang sebenarnya. Apa hubunganmu dengan istriku? Atau bahkan kamu pernah menidurinya?” Tanya Adriano.
Kamudian Abela menampar pipi Adriano.
“Kamu benar-benar kurang ajar, kamu saja mempermalukanku dan merendahkan harga diriku.” Kata Abela sambil meneteskan air matanya.
“Kenapa kamu menamparku? Apakah kamu yang akan menjawab pertanyaanku?” Tanya Adriano.
“Aku merasa kasihan dengan Darel karena memiliki ayah sepertimu. Kamu membohongiku selama ini dan kamu memiliki wanita lain di belakangku lalu kamu menuduhku berkencan dengan laki-laki lain bahkan kamu menuduhku tidur dengan laki-laki lain? Apakah kamu sedang tidak sadarkan diri sampai mengatakan hal yang sangat menyakitkan bagiku? Kalau kamu merasa bersalah seharusnya kamu meminta maaf tapi kamu bertindak sebagai seorang korban. Aku hampir saja memaafkanmu dan ingin bersatu lagi denganmu tapi keputusanku sudah bulat, aku ingin kita berpisah. Terima kasih atas segalanya dan terima kasih atas rasa sakitnya, berkatmu aku menjadi wanita yang tegar dan kuat. Kita bertemu di pengadilan.” Kata Abela. Abela tak henti-hentinya menangis sambil berjalan keluar. Kemudian Nando memakaikan kacamata ke Abela.
“Pakailah.” Kata Nando.
“Aku ingin sendiri hari ini.” Kata Abela.
Ternyata Abela melihat Ariana dari kejauhan, Ariana sedang duduk sambil menikmati minumannya dengan ekspresi sedang bahagia.
“Aku akan mengantarmu kemanapun kamu ingin pergi.” Kata Nando.
__ADS_1
Tiba-tiba dia jatuh pingsan.
Nando pun segera membawa Abela ke rumah sakit yang sama dengan Antika.