
Abela bersiap-siap pergi ke kantor untuk bekerja, namun Darel tiba-tiba memeluknya.
“Ada apa sayang? Darel masih kangen sama mama ya?” Tanya Abela.
“Mama jangan pernah pergi meninggalkan Darel ya.” Kata Darel sambil memeluk ibunya.
“Astaga, tidak mungkin sayang. Sampai kapanpun mama tidak akan pernah pergi meninggalkan Darel. Darel sangat berharga untuk mama dan mama akan melakukan apapun demi Darel.” Kata Abela.
“Darel hanya ingin mama bahagia, jika mama bahagia pasti Darel juga akan bahagia.” Kata Darel yang sangat menyentuh ibunya.
“Mama bahagia memiliki Darel.” Kata Abela sambil memeluk anaknya.
“Darel janji akan selalu melindungi mama, Darel tidak akan membiarkan mama menangis, kalau ada yang membuat mama menangis dia harus berhadapan dengan Darel dulu.” Kata Darel.
“Astaga mama sangat tersentuh dengan kata-kata Darel, Darel sudah tumbuh dewasa ya. Semoga mama selalu bisa membahagiakan Darel ya.” Kata Abela.
“Sampai kapanpun aku akan bersama mama dan tidak akan ada yang memisahkan aku dan mama.” Kata Darel seakan takut kehilangan ibunya.
“Meskipun nanti Darel sudah menikah akan tetap tinggal dengan mama? Sepertinya kamu akan meninggalkan mama.” Gerutu Abela.
“Aku akan mengajak istriku tinggal dan menjaga mama.” Kata Darel.
“Hahahaha kenapa anak kesayangan mama tumbuh sangat cepat ya padahal rasanya baru kemarin mama menggendong bayi Darel.” Kata Abela.
“Hmmmm Darel sudah besar dan tugas Darel adalah melindungi mama. Jangan khawatirkan Darel ma, Darel akan selalu ada disamping mama sampai kapanpun.” Kata Darel.
“I love you anakku sayang.” Kata Abela.
__ADS_1
“Hari ini Darel diantar mama ya.” Kata Darel.
“Bukankah papa akan menjemputmu hari ini?” Tanya Abela.
“Aku ingin diantar mama saja hari ini.” Kata Darel.
“Baiklah, kalau begitu telfon papa kamu agar dia tidak datang kesini untuk menjemputmu. Mama ambil tas mama dulu ya.” Kata Abela.
“Mama saja yang menelfon papa.” Kata Darel.
“Ok baiklah kalau begitu.” Kata Abela.
Abela ke kamarnya untuk mengambil tas miliknya, namun dia kepikiran dengan ucapan anaknya barusan.
“Kenapa Darel tiba-tiba bicara seperti itu ya bahkan dia berjanji akan melindungiku. Apa jangan-jangan dia mengetahui bahwa aku dan papanya sedang berencana untuk berpisah? Tapi tidak mungkin dia mengetahuinya, aku bahkan tidak tega jika dia harus mengetahui masalah ini di usianya yang masih muda dan anak-anak.” Kata Abela.
Kemudian dia segera pergi untuk mengantar anaknya ke sekolah.
“Kamu adalah segalanya bagi mama nak, temani mama ya dan mama janji akan selalu membuatmu bahagia. Mama akan selalu memberikan kasih sayang kepadamu, mama bisa menjadi ibu sekaligus ayah untukmu.” Kata Abela dalam hati.
“Darel.” Kata Abela.
“Iya ma.” Kata Darel.
“Darel keberatan tidak jika harus pindah sekolah? Mama berencana akan pindah tempat kerja di Bali, tapi papa tetap bekerja di Jakarta. Jadi mama dan papa harus tinggal terpisah.” Kata Abela.
“Aku akan ikut mama kemanapun mama pergi.” Kata Darel.
__ADS_1
“Tapi mama akan membiarkanmu untuk berlibur dengan papa kamu kok saat liburan akhir pekan atau kapanpun yang kamu mau.” Kata Abela.
“Kapan mama akan berencana pindah ke Bali? Apakah hanya mama yang akan pindah ke Bali atau teman kerja mama juga pindah?” Tanya Darel.
“Sepertinya hanya mama saja, tapi mama tidak keberatan kok jika Darel tinggal di Jakarta dan sekolah disini, Darel bisa tinggal dengan papa kok jika Darel tidak ingin pindah sekolah. Mama tau jika kita pindah ke suatu tempat pasti Darel juga akan butuh waktu untuk beradaptasi.” Kata Abela.
“Apapun pilihan dan keputusan mama, aku akan mengikutinya asalkan mama bahagia.” Kata Darel sambil menatap ibunya.
“Tapi mama juga akan menghargai keputusan Darel, mama akan merasa bersalah jika saat Darel ikut mama ke Bali lalu Darel merasa tertekan tinggal disana.” Kata Abela.
“Mama bilang akan selalu membahagiakan Darel kan? Aku bahagia jika melihat mama tersenyum.” Kata Darel yang membuat Abela tersentuh bahkan air matanya tanpa sadar jatuh ke pipinya.
“Astaga kenapa mama jadi sedih dengan ucapanmu sayang.” Kata Abela lalu menghentikan mobilnya.
“Mama boleh menangis di pelukan Darel kok.” Kata Darel sambil mengulurkan tangannya ke ibunya.
“Aku ingin memeluk mama.” Kata Darel sambil terus mengulurkan tangannya yang ingin memeluk ibunya.
“Anakku sayang jangan tumbuh terlalu cepat ya, maafkan mama karena menangis di depanmu nak.” Kata Abela sambil menangis dan memeluk anaknya.
“Aku selalu ingat pesan mama jika sedih tidak apa-apa menangis karena setelah menangis pasti kita akan menjadi kuat dan pemberani, everything will be ok mama, mama punya Darel.” Kata Darel.
“Terima kasih anakku sayang, mama sangat menyayangimu.” Kata Abela.
Setelah beberapa menit momen pelukan ibu dan anak tersebut, barulah Abela mengantar anaknya pergi ke sekolah. Setibanya di sekolah, Darel segera turun dari mobil.
“Mama Darel berangkat sekolah dulu ya.” Kata Darel sambil melambaikan tangannya ke arah ibunya.
__ADS_1
“Semangat ya belajarnya.” Kata Abela.