
Adriano sedang makan siang di
salah satu restoran di dekat tempat kerjanya, tiba-tiba ada seseorang yang
menghampirinya.
“Adriano.”
“Marcelo, sedang apa kamu disini?
Bukankah kamu sedang diluar negeri?” Tanya Adriano.
“Memangnya tidak boleh jika aku
mampir untuk melihat saudaraku? Meskipun kita lahir berbeda ibu tapi aku adalah
saudaramu dan aku sangat bangga karena kamu terlahir dengan wajah yang sangat
mirip denganku, dengan begitu kita bisa saling menggantikan. Kamu sekarang
benar-benar sukses ya, pekerjaanmu juga sangat ok bahkan istrimu sangat cantik,
aku dengar kamu baru saja memiliki seorang anak. Apakah dia mengetahui
keberadaanku?” Tanya Marcelo.
“Tutup mulutmu dan pergi dari
hadapanku.” Kata Adriano.
“Jangan bicara seperti itu, kamu
seperti ini juga berkat bantuanku. Setelah papa pergi meninggalkanku dan ibuku
demi kamu dan ibumu, aku benar-benar sangat kecewa. Memang kita hanya berbeda
satu tahun.” Kata Marcelo.
“Itu pilihan papa, lagipula papa
juga tidak pernah menelantarkanmu kan. Papa selalu mengirimkan sejumlah uang
untukmu dan ibumu.” Kata Adriano.
“Memang benar bahwa ibumu adalah
__ADS_1
seorang perebut laki orang atau pelakor.” Kata Marcelo.
“Jangan bicara sembarangan, papa
bahkan tidak menikahi ibumu dan memilih untuk menikah dengan ibuku. Setelah
pernikahan itu lahirlah aku.” Kata Adriano.
“Apakah kamu tau apa yang ibumu
lakukan padaku dan kepada ibuku? Saat kamu berumur 15 tahun, kamu mengalami
sakit parah dan ibumu datang memintaku untuk mendonorkan sumsum tulang
belakangku untukmu dengan mengancam ibuku. Ibumu membayarku sejumlah uang yang
banyak lalu mengirimku pergi ke luar negeri.” Kata Marcelo.
“Jangan bicara sembarangan, ibuku
yang mendonorkannya kepadaku dan itu bukan kamu. Kamu pergi ke luar negeri
karena keinginanmu dan ibumu jadi jangan pernah menyalahkanku apalagi ibuku.”
Kata Adriano.
oleh ibumu? Apakah papa mengetahui ini semua? Tentu saja papa tidak
mengetahuinya karena ibumu merahasiakan hal ini.” Kata Marcelo.
“Lalu sekarang apa yang kamu
inginkan dariku?” Tanya Adriano.
“Aku hanya ingin merasakan hidup
enak dan layak sepertimu. Selama diluar negeri aku berjuang sendiri demi aku
dan ibuku.” Kata Marcelo.
“Bukankah papa selalu mengirimkan
uang untukmu dan ibumu?” Tanya Adriano.
“Tanyakan sendiri pada ibumu,
__ADS_1
karena aku tidak pernah menerima uang dari papa.” Kata Marcelo.
“Apa yang telah dilakukan oleh
mama? Uang itu digunakan untuk apa oleh mama?” Tanya Adriano dalam hati.
“Jangan bicara sembarangan, aku
sama sekali tidak percaya dengan semua ucapanmu.” Kata Adriano.
“Tanyakan pada ibumu seperti apa
kebenarannya. Setelah kepergian ibuku, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi,
jadi aku akan hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan termasuk ingin hidup
sebagai Adriano yang memiliki istri cantik dan pekerjaan yang sangat ok. Aku
bahkan sekolah di sekolah penerbangan jadi aku bisa menggantikanmu sebagai
pilot dengan baik hahaha.” Kata Marcelo.
Karena kesal, Adriano pun
menghajar Marcelo.
“Jangan berani-berani
menghancurkan hidup dan keluargaku termasuk menjadi diriku.” Kata Adriano.
“Hahahaha, jangan buang energimu
terlalu banyak untuk melawanku. Lihat baik-baik foto ini, aku telah bertemu
dengan istrimu dan dia bahkan tidak mengenaliku, dia menganggap bahwa aku
adalah dirimu hahaha.” Kata Marcelo.
“Kurang ajar, sekali lagi kamu
berani menemui istri dan keluargaku aku akan bikin perhitungan denganmu. Pergi dari
sini sebelum aku membunuhmu.” Kata Adriano.
“Hahahahaha istrimu sangat
__ADS_1
cantik, aku jatuh cainta dengannya hahaha.” Kata Marcelo.