Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 118


__ADS_3

Adriano sedang makan siang di


salah satu restoran di dekat tempat kerjanya, tiba-tiba ada seseorang yang


menghampirinya.


“Adriano.”


“Marcelo, sedang apa kamu disini?


Bukankah kamu sedang diluar negeri?” Tanya Adriano.


“Memangnya tidak boleh jika aku


mampir untuk melihat saudaraku? Meskipun kita lahir berbeda ibu tapi aku adalah


saudaramu dan aku sangat bangga karena kamu terlahir dengan wajah yang sangat


mirip denganku, dengan begitu kita bisa saling menggantikan. Kamu sekarang


benar-benar sukses ya, pekerjaanmu juga sangat ok bahkan istrimu sangat cantik,


aku dengar kamu baru saja memiliki seorang anak. Apakah dia mengetahui


keberadaanku?” Tanya Marcelo.


“Tutup mulutmu dan pergi dari


hadapanku.” Kata Adriano.


“Jangan bicara seperti itu, kamu


seperti ini juga berkat bantuanku. Setelah papa pergi meninggalkanku dan ibuku


demi kamu dan ibumu, aku benar-benar sangat kecewa. Memang kita hanya berbeda


satu tahun.” Kata Marcelo.


“Itu pilihan papa, lagipula papa


juga tidak pernah menelantarkanmu kan. Papa selalu mengirimkan sejumlah uang


untukmu dan ibumu.” Kata Adriano.


“Memang benar bahwa ibumu adalah

__ADS_1


seorang perebut laki orang atau pelakor.” Kata Marcelo.


“Jangan bicara sembarangan, papa


bahkan tidak menikahi ibumu dan memilih untuk menikah dengan ibuku. Setelah


pernikahan itu lahirlah aku.” Kata Adriano.


“Apakah kamu tau apa yang ibumu


lakukan padaku dan kepada ibuku? Saat kamu berumur 15 tahun, kamu mengalami


sakit parah dan ibumu datang memintaku untuk mendonorkan sumsum tulang


belakangku untukmu dengan mengancam ibuku. Ibumu membayarku sejumlah uang yang


banyak lalu mengirimku pergi ke luar negeri.” Kata Marcelo.


“Jangan bicara sembarangan, ibuku


yang mendonorkannya kepadaku dan itu bukan kamu. Kamu pergi ke luar negeri


karena keinginanmu dan ibumu jadi jangan pernah menyalahkanku apalagi ibuku.”


Kata Adriano.


oleh ibumu? Apakah papa mengetahui ini semua? Tentu saja papa tidak


mengetahuinya karena ibumu merahasiakan hal ini.” Kata Marcelo.


“Lalu sekarang apa yang kamu


inginkan dariku?” Tanya Adriano.


“Aku hanya ingin merasakan hidup


enak dan layak sepertimu. Selama diluar negeri aku berjuang sendiri demi aku


dan ibuku.” Kata Marcelo.


“Bukankah papa selalu mengirimkan


uang untukmu dan ibumu?” Tanya Adriano.


“Tanyakan sendiri pada ibumu,

__ADS_1


karena aku tidak pernah menerima uang dari papa.” Kata Marcelo.


“Apa yang telah dilakukan oleh


mama? Uang itu digunakan untuk apa oleh mama?” Tanya Adriano dalam hati.


“Jangan bicara sembarangan, aku


sama sekali tidak percaya dengan semua ucapanmu.” Kata Adriano.


“Tanyakan pada ibumu seperti apa


kebenarannya. Setelah kepergian ibuku, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi,


jadi aku akan hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan termasuk ingin hidup


sebagai Adriano yang memiliki istri cantik dan pekerjaan yang sangat ok. Aku


bahkan sekolah di sekolah penerbangan jadi aku bisa menggantikanmu sebagai


pilot dengan baik hahaha.” Kata Marcelo.


Karena kesal, Adriano pun


menghajar Marcelo.


“Jangan berani-berani


menghancurkan hidup dan keluargaku termasuk menjadi diriku.” Kata Adriano.


“Hahahaha, jangan buang energimu


terlalu banyak untuk melawanku. Lihat baik-baik foto ini, aku telah bertemu


dengan istrimu dan dia bahkan tidak mengenaliku, dia menganggap bahwa aku


adalah dirimu hahaha.” Kata Marcelo.


“Kurang ajar, sekali lagi kamu


berani menemui istri dan keluargaku aku akan bikin perhitungan denganmu. Pergi dari


sini sebelum aku membunuhmu.” Kata Adriano.


“Hahahahaha istrimu sangat

__ADS_1


cantik, aku jatuh cainta dengannya hahaha.” Kata Marcelo.


__ADS_2