
Keesokan harinya.
Abela membangunkan anaknya.
“Darel sayang ayo bangun nak.” Kata Abela.
“Darel masih ngantuk ma.” Kata Darel.
“Kita harus pergi ke bandara sekarang sayang, mama sudah dapat tiket ke Bali sayang.” Kata Abela.
Akhirnya Darel pun bangun dan langsung memeluk ibunya.
“Mama.” Kata Darel.
“Iya nak, kenapa sayang? Darel masih ngantuk ya? Nanti tidur lagi didalam pesawat.” Kata Abela.
“Ma Darel tidak mau pindah ke Bali ma, Darel ingin tinggal disini saja ma.” Kata Darel.
“Tapi mama tidak bisa sayang, kemarin papa kamu datang ke rumah dan dia memarahi mama, mama merasa tidak aman lagi nak. Sama seperti yang Darel rasakan ketika papa kamu mengajak Darel ke rumahnya, mama ketakutan nak.” Kata Abela.
“Kita bisa meminta bantuan kepada om Nando kan ma? Ma kita tinggal disini saja ya ma.” Kata Darel.
__ADS_1
“Apa yang membuat Darel sangat ingin tinggal di Jakarta daripada pindah ke Bali?” Tanya Abela.
“Kalau kita tinggal di Bali, mama pasti akan jauh sama keluarga mama, pekerjaan mama dan juga om Nando.” Kata Darel.
“Mama hanya punya kamu sayang, mama bisa mengurus kalau masalah pekerjaan. Darel jangan bergantung kepada om Nando ya, mama dan om Nando tidak ada hubungan apapun, om Nando hanyalah atasan mama di kantor sayang. Mama mohon tolong mengerti keadaan mama ya nak. Mama sangat ketakutan nak.” Kata Abela.
“Baiklah ma, Darel mau tinggal di Bali asalkan selalu bersama mama. Tapi aku boleh menelfon om Nando kan untuk yang terakhir kali sebelum kita ke Bali, boleh ya ma?” Tanya Darel.
“Baiklah, setelah itu mama akan mengganti nomor ponsel Darel.” Kata Abela.
Satu tahun telah berlalu, Abela kini menjalani hidupnya berdua bersama putranya di Bali, Abela bahkan tidak lagi berhubungan dengan Nando, rekan kerjanya dan siapapun yang ada di Jakarta terutama mantan suaminya, Abela kini memulai bisnis yaitu membuka studio foto, meskipun dia pemiliknya namun dia selalu aktif untuk memantaunya. Ibunya yang membantu Abela untuk membuka usaha tersebut, kini ibunya juga tinggal bersama Abela dan Darel. Mereka bertiga benar-benar menikmati hidup bahagia di Bali. Studio foto milik Abela bernama ADA Studio Foto, ADA kepanjangan dari nama mereka yaitu Abela, Darel dan Antika. Hari itu Abela bersiap-siap untuk pergi ke studio fotonya, sedangkan Darel sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah diantar Antika.
“Ma hari ini aku akan pergi ke daerah Karangasem untuk survey tempat, sepertinya akan pulang larut malam.” Kata Abela.
“Kenapa jauh sekali di daerah Karangasem? Lebih baik mama ikut denganmu saja atau minta antar supir saja nak.” Kata Antika.
“Aku sama supirku kok ma, aku juga mengajak asistenku jadi aku tidak pergi sendiri.” Kata Abela.
__ADS_1
“Hmmmm syukurlah kalau begitu, oh iya minggu depan mama ada undangan dari salah satu sahabat mama di Jakarta, mama boleh datang tidak ke Jakarta?” Tanya Antika.
“Apa? Ke Jakarta? Memangnya harus datang ya ma?” Tanya Abela.
“Dia banyak membantu mama sayang jadi mama merasa harus datang kesana, mama hanya sebentar kok. Setelah acaranya selesai, mama akan kembali pulang.” Kata Antika.
“Darel ikut oma ya.” Kata Darel.
“Aku takut dan khawatir ma nanti kalau bertemu dengan Nando atau Adriano bagaimana?” Kata Abela.
“Jangan khawatir, hal itu tidak akan terjadi. Lagipula acaranya mama itu di daerah Bekasi kok jadi jauh dengan tempat mereka berdua. Mama akan mengajak Darel juga nanti.” Kata Antika.
“Yeeeee terima kasih oma.” Kata Darel langsung memeluk Antika.
“Baiklah kalau begitu, berapa hari mama pergi kesana?” Tanya Abela.
“Hanya tiga hari saja kok sayang, nanti selama mama dan Darel pergi kan ada Rina juga.” Kata Antika. Rina pembantu rumah tangga di rumah Abela saat di Jakarta kini pindah juga ke Bali.
“Baiklah kalau begitu, ingat jangan pergi kemana-mana selama di Jakarta.” Kata Abela.
“Iya putri cantiknya mama.” Kata Antika.
__ADS_1