
Setibanya mereka dirumah.
“Nanti malam aku mau keluar.”
Kata Adriano.
“Mau pergi kemana memangnya?”
Tanya Abella.
“Ada makan malam bersama
teman-teman maskapai.” Kata Adriano.
“Makan malam dimana? Berapa orang
yang ikut?” Tanya Abella.
“Di café XZ, hanya beberapa teman
saja kok. Jangan menungguku, tidurlah terlebih dahulu.” Kata Adriano.
“Jangan pulang larut malam.” Kata
Abella.
“Memangnya kenapa? Kamu
merindukanku ya? Ingin tidur bersama lagi ya?” Goda Adriano.
“Tidak kok, aku terganggu saja
jika tengah malam kamu baru pulang lalu aku terbangun.” Kata Abella.
“Hmmmm bilang saja ingin tidur
bersamaku lagi, dasar gengsi. Kita lihat saja dia mengijinkanku keluar atau
tidak haha, emang enak aku kerjain.” Kata Adriano dalam hati.
“Dasar tidak peka, bukannya malah
menemani istrinya eh malah kluyuran.” Kata Abella dalam hati.
“Aku berangkat sekarang ya, aku
pergi dulu.” Kata Adriano.
“Jangan pergi lama-lama, aku
takut dirumah sendiri.” Kata Abella.
“Haruskah aku pergi atau tidak
menurutmu?” Tanya Adriano.
“Tidak usah, dirumah saja
lagipula setiap kerja juga kamu bertemu dengan teman-temanmu.” Kata Abella.
“Kalau aku tidak pergi, kamu mau
apa?” Tanya Adriano.
“Kamu maunya apa?” Tanya balik
Abella.
“Bermesraan denganmu.” Kata Adriano
lirih. Kemudian dengan berani Abella pun memeluk suaminya dan mencium bibirnya,
__ADS_1
kali ini Abella sangat liar dan nafsu dengan suaminya. Adriano tentu saja
sangat girang dengan perlakuan istrinya tersebut. Kemudian Adriano menggendong
istrinya kedalam kamarnya sambil berciuman mesra.
Setibanya dikamar, Adriano
merebahkan istrinya di atas ranjang.
“Aku sudah selesai datang bulan.”
Bisik Abella.
“Kita enak enak sekarang yuk, pas
banget diluar sedang hujan. Hawanya cocok buat bikin anak.” Bisik Adriano
nakal.
“Aku tidak mau punya anak
sekarang mas, aku harus kuliah.” Kata Abella.
“Tidak apa-apa, kamu bisa cuti
kok.” Kata Adriano.
“Tidak mas, bukankah kamu siap
menungguku hingga aku siap?” Tanya Abella.
“Baiklah kalau begitu, jadi
gimana aku masuk sekarang tidak?” Tanya Adriano.
“Masuklah mas.” Kata Abella.
apakah kamu tidak ingin mencobanya?” Tanya Adriano.
“Tapi aku tidak tau harus
melakukan apa mas?” Tanya Abella.
“Aku akan membingbingmu, naiklah
ke atasku.” Kata Adriano.
“Buka pakaianku semuanya, setelah
itu lakukan seperti yang kamu lakukan saat itu. Kamu menyukainya kan saat itu?”
Tanya Adriano.
“Baik mas, tentu saja aku sangat
menyukainya sampai aku ketagihan melakukannya haha.” Kata Abella malu-malu.
“Cepat lakukan dan jangan banyak
omong.” Kata Adriano.
Kemudian Abella melakukan apa yang
diperintahkan oleh suaminya.
“Bagaimana? Kamu sudah puas
belum?” Tanya Adriano.
“Ah sangat puas mas, aku suka sekali
__ADS_1
dengan gayamu kali ini. Tapi aku sangat kelelahan setelah mencoba berbagai gaya
yang kamu inginkan.” Kata Abella.
“Hahaha istirahatlah dulu,
kemarilah dan tidurlah dipelukanku.” Kata Adriano.
“Aku tidak ingin kamu pergi mas
apalagi pergi dengan teman-temanmu.” Kata Abella.
“Iya, aku selalu ada untukmu. Besok
pagi aku harus berangkat kerja karena ada penerbangan ke Bali, kamu baik-baik
ya dirumah.” Kata Adriano.
“Pulang kapan?” Tanya Abella.
“Besok lusa aku baru kembali
pulang, besoknya lagi kita berangkat ke Korea.” Kata Adriano.
“What? Benarkah mas? Terima kasih
banyak mas.” Kata Abella sambil memeluk dan mencium suaminya.
“Yang penting kita sama-sama
bahagia ya dan akur terus.” Kata Adriano.
“Terus kapan kamu akan
membelikanku mobil baru mas?” Tanya Abella.
“Astaga, sabar dong. Satu persatu
dulu, bulan depan aku akan membelikanmu mobil. Jadi sementara pakai dulu mobil
milikku, mengerti?” Kata Adriano.
“Iya mas.” Kata Abella. Mereka pun
kembali melakukan itu dengan berbagai macam gaya.
“Kali ini gaya apalagi mas?”
Tanya Abella.
“Kamu yakin sudah puas dengan
permainanku tadi?” Tanya Adriano.
“Tentu saja, rasanya sangat enak
mas.” Bisik Abella.
“Hahaha tentu saja, sekarang kita
coba gaya lain yuk.” Kata Adriano.
“Gaya apa mas?” Tanya Abella.
“Sendok, kamu tau tidak?” Tanya
Adriano.
“Oh tentu saja aku mengerti.” Kata
Abella sambil tersenyum menggoda suaminya.
__ADS_1