Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 92


__ADS_3

Setibanya mereka dirumah.


“Nanti malam aku mau keluar.”


Kata Adriano.


“Mau pergi kemana memangnya?”


Tanya Abella.


“Ada makan malam bersama


teman-teman maskapai.” Kata Adriano.


“Makan malam dimana? Berapa orang


yang ikut?” Tanya Abella.


“Di café XZ, hanya beberapa teman


saja kok. Jangan menungguku, tidurlah terlebih dahulu.” Kata Adriano.


“Jangan pulang larut malam.” Kata


Abella.


“Memangnya kenapa? Kamu


merindukanku ya? Ingin tidur bersama lagi ya?” Goda Adriano.


“Tidak kok, aku terganggu saja


jika tengah malam kamu baru pulang lalu aku terbangun.” Kata Abella.


“Hmmmm bilang saja ingin tidur


bersamaku lagi, dasar gengsi. Kita lihat saja dia mengijinkanku keluar atau


tidak haha, emang enak aku kerjain.” Kata Adriano dalam hati.


“Dasar tidak peka, bukannya malah


menemani istrinya eh malah kluyuran.” Kata Abella dalam hati.


“Aku berangkat sekarang ya, aku


pergi dulu.” Kata Adriano.


“Jangan pergi lama-lama, aku


takut dirumah sendiri.” Kata Abella.


“Haruskah aku pergi atau tidak


menurutmu?” Tanya Adriano.


“Tidak usah, dirumah saja


lagipula setiap kerja juga kamu bertemu dengan teman-temanmu.” Kata Abella.


“Kalau aku tidak pergi, kamu mau


apa?” Tanya Adriano.


“Kamu maunya apa?” Tanya balik


Abella.


“Bermesraan denganmu.” Kata Adriano


lirih. Kemudian dengan berani Abella pun memeluk suaminya dan mencium bibirnya,

__ADS_1


kali ini Abella sangat liar dan nafsu dengan suaminya. Adriano tentu saja


sangat girang dengan perlakuan istrinya tersebut. Kemudian Adriano menggendong


istrinya kedalam kamarnya sambil berciuman mesra.


Setibanya dikamar, Adriano


merebahkan istrinya di atas ranjang.


“Aku sudah selesai datang bulan.”


Bisik Abella.


“Kita enak enak sekarang yuk, pas


banget diluar sedang hujan. Hawanya cocok buat bikin anak.” Bisik Adriano


nakal.


“Aku tidak mau punya anak


sekarang mas, aku harus kuliah.” Kata Abella.


“Tidak apa-apa, kamu bisa cuti


kok.” Kata Adriano.


“Tidak mas, bukankah kamu siap


menungguku hingga aku siap?” Tanya Abella.


“Baiklah kalau begitu, jadi


gimana aku masuk sekarang tidak?” Tanya Adriano.


“Masuklah mas.” Kata Abella.


apakah kamu tidak ingin mencobanya?” Tanya Adriano.


“Tapi aku tidak tau harus


melakukan apa mas?” Tanya Abella.


“Aku akan membingbingmu, naiklah


ke atasku.” Kata Adriano.


“Buka pakaianku semuanya, setelah


itu lakukan seperti yang kamu lakukan saat itu. Kamu menyukainya kan saat itu?”


Tanya Adriano.


“Baik mas, tentu saja aku sangat


menyukainya sampai aku ketagihan melakukannya haha.” Kata Abella malu-malu.


“Cepat lakukan dan jangan banyak


omong.” Kata Adriano.


Kemudian Abella melakukan apa yang


diperintahkan oleh suaminya.


“Bagaimana? Kamu sudah puas


belum?” Tanya Adriano.


“Ah sangat puas mas, aku suka sekali

__ADS_1


dengan gayamu kali ini. Tapi aku sangat kelelahan setelah mencoba berbagai gaya


yang kamu inginkan.” Kata Abella.


“Hahaha istirahatlah dulu,


kemarilah dan tidurlah dipelukanku.” Kata Adriano.


“Aku tidak ingin kamu pergi mas


apalagi pergi dengan teman-temanmu.” Kata Abella.


“Iya, aku selalu ada untukmu. Besok


pagi aku harus berangkat kerja karena ada penerbangan ke Bali, kamu baik-baik


ya dirumah.” Kata Adriano.


“Pulang kapan?” Tanya Abella.


“Besok lusa aku baru kembali


pulang, besoknya lagi kita berangkat ke Korea.” Kata Adriano.


“What? Benarkah mas? Terima kasih


banyak mas.” Kata Abella sambil memeluk dan mencium suaminya.


“Yang penting kita sama-sama


bahagia ya dan akur terus.” Kata Adriano.


“Terus kapan kamu akan


membelikanku mobil baru mas?” Tanya Abella.


“Astaga, sabar dong. Satu persatu


dulu, bulan depan aku akan membelikanmu mobil. Jadi sementara pakai dulu mobil


milikku, mengerti?” Kata Adriano.


“Iya mas.” Kata Abella. Mereka pun


kembali melakukan itu dengan berbagai macam gaya.


“Kali ini gaya apalagi mas?”


Tanya Abella.


“Kamu yakin sudah puas dengan


permainanku tadi?” Tanya Adriano.


“Tentu saja, rasanya sangat enak


mas.” Bisik Abella.


“Hahaha tentu saja, sekarang kita


coba gaya lain yuk.” Kata Adriano.


“Gaya apa mas?” Tanya Abella.


“Sendok, kamu tau tidak?” Tanya


Adriano.


“Oh tentu saja aku mengerti.” Kata


Abella sambil tersenyum menggoda suaminya.

__ADS_1


__ADS_2