Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 98


__ADS_3

Hari itu Adriano dan Ariana serta anaknya sedang pergi makan bersama di sebuah restoran.


“Akhirnya kita makan disini juga ya mas.” Kata Ariana sangat bahagia.


“Kamu tau kan kondisi keuanganku saat ini tidak seperti dulu, harusnya kamu bisa mengerti dong bukannya malah makan di restoran mahal seperti ini.” Kata Adriano.


“Lagipula kenapa sih mas kamu pelit sekali sama istri sendiri. Sesekali menyenangkan hati istri mas.” Kata Ariana.


“Kamu malah menyalahkanku ya, kenapa ya sejak aku denganmu aku selalu terbawa emosi terus, beda saat aku masih bersama Abela dulu, bawaannya tenang dan senang setiap harinya. Dasar pembawa sial.” Kata Adriano sangat kesal.


Tiba-tiba di belakang mereka ada Abela, dan dia tidak sengaja mendengar ucapan Adriano. Abela datang untuk menghadiri makan bersama teman-temannya.


“Hai, lama tidak bertemu dengan kalian.” Kata Abela.


“Abela, kamu kesini juga? Bagaimana kabarmu?” Tanya Adriano.


“Mas kamu apa-apaan sih pakai tanya-tanya segala ke mantan istrimu.” Kata Ariana.


“Aku ingin tertawa mendengar pertengkaran kalian berdua, permisi aku duluan ya.” Kata Abela lalu segera masuk kedalam restoran tersebut.

__ADS_1


“Kamu boleh tertawa, tapi aku yakin setelah ini penderitaan akan menghampirimu.” Kata Ariana sambil melempar tasnya ke arah Abela dan mengenai punggung Abela. Abela sangat kesal dan ingin marah namun dia menahan amarahnya dan dengan tenangnya dia menoleh ke arah mereka lalu membisikkan sesuatu ke Ariana.


“Aku tidak yakin suamimu bahagia setelah menikahimu, kalau kamu tidak percaya dengan ucapanku coba baca pesan dan riwayat panggilan ponsel suamimu.” Bisik Abela sambil tersenyum, lalu dia masuk kedalam restoran.


“Kurang ajar, lihat saja pembalasanku. Adriano adalah milikku sampai kapanpun dan hatinya hanya untukku.” Kata Ariana dalam hati.


“Apa yang dia katakan kepadamu?” Tanya Adriano.


“Bukan hal penting.” Kata Ariana.


“Kalau tidak penting kenapa ekspresimu seperti ini? Seperti orang yang sangat marah.” Kata Adriano.


“Pulang saja sendiri, aku mau makan disini.” Kata Adriano kesal.


“Pasti kamu ingin menghampirinya kan?” Tanya Ariana.


“Kalau iya, kamu mau apa?” Tanya Adriano.


“Ayo kita pulang saja, aku sangat marah denganmu mas.” Kata Ariana kesal.

__ADS_1


“Terserah, pulang saja sendiri. Biar Diara ikut aku saja.” Kata Adriano.


“Kamu menyuruhku untuk pulang sendiri mas? Kamu benar-benat tega ya mas, kamu jahat mas.” Kata Ariana.


“Berikan Diara padaku, bawa saja mobilnya. Aku bisa pulang naik taksi online.” Kata Adriano lalu mengambil Diara dari gendongan Ariana. Kemudian Ariana pulang sendiri dengan penuh rasa kesal dan emosi.


 


 


**


Di restoran, Adriano yang sambil menggendong Diara menidurkan Diara, barulah dia makan sambil sesekali menengok ke arah meja Abela. Namun Abela tidak peduli dan tetap melanjutkan makannya bersama teman-temannya.


Tak lama kemudian, Abela dan teman-temannya kembali pulang masing-masing begitu juga dengan Abela. Saat Abela melewati meja Adriano, Adriano memanggil Abela.


“Abela.” Panggil Adriano.


“Kamu? Sedang apa kamu disini? Jangan memanggilku seakan kita saling kenal, aku berusaha agar tidak bertemu denganmu.” Kata Abela.

__ADS_1


“Lagipula teman-temanmu sudah pulang, duduklah sebentar. Banyak yang ingin aku katakan kepadamu.” Kata Adriano sambil menggendong Diara. Akhirnya Abela pun menuruti keinginan Adriano. Kemudian Adriano segera memesankan makanan dan minuman untuk Abela dengan penuh semangat.


__ADS_2