Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 19


__ADS_3

Di kantor.


Abela menemui Nando untuk mengembalikan kartu member vip golf milik Nando.


“Ada apa?” Tanya Nando.


“Ini milik bapak, aku akan mengembalikannya kembali.” Kata Abela.


“Loh memangnya kenapa? Pakai saja, banyak fasilitas yang tersedia untuk member vip.” Kata Nando.


“Tidak perlu pak, aku bisa mendaftar member vip sendiri kok. Terima kasih banyak.” Kata Abela.


“Suamimu melarangnya ya?” Tanya Nando.


“Maaf, itu bukan urusan bapak.” Kata Abela.


“Jelaskan apa alasannya agar aku bisa mengerti alasanmu mengembalikannya.” Kata Nando.


“Benar, memang suamiku melarangku.” Kata Abela.


“Karena kamu telah menolak pemberianku, ijinkan aku mengajakmu bermain golf bersmaamu hari ini. Hari ini kamu tidak ada siaran kan, aku akan mengganti dengan DJ yang lain.” Kata Nando.


“What? Tidak, aku tidak mau. Aku tidak ingin ada salah paham diantara kita.” Kata Abela.


“Aku hanya mengajakmu karena kamu rekan kerjaku lagipula aku sering menghabiskan waktu bersama staff yang lain bahkan dengan DJ yang lainnya jadi jangan berharap yang berlebihan apalagi mengartikan yang tidak seharusnya.” Kata Nando.

__ADS_1


“Dasar laki-laki menyebalkan.” Gerutu Abela.


Akhirnya Nando mengajak Abela ke suatu tempat. Nando mengajak Abela ke tempat pacuan kuda. Setibanya disana.


“Loh kenapa kita ke pacuan kuda? Bukannya tadi bapak bilang akan pergi ke tempat golf?” Tanya Abela.


“Sepertinya aku ingin berkuda, sudah lama aku tidak berkuda. Ayo masuk dan gantilah pakaianmu.” Kata Nando.


“Dasar laki-laki aneh, seenaknya mengajakku.” Kata Abela.


“Biasanya suami dan anakmu berkuda dimana?” Tanya Nando.


“Di X horse, dulu pernah disini tapi sekarang sudah pindah di tempat lain.” Kata Abela.


“Berbahaya kenapa memangnya?” Tanya Abela.


“Biasanya banyak sekali pasangan muda yang melakukan kencan di tempat berkuda ini, bahkan seringkali banyak yang cinta lokasi juga disini.” Kata Nando.


“Jadi maksud bapak, suami saya berkencan dengan wanita lain disini begitu? Itu tidak mungkin, karena suami saya sangat setia kepadaku.” Kata Abela.


“Benarkah? Ya semoga saja begitu.” Kata Nando.


“Sebenarnya bapak mengajakku kesini tujuannya untuk apa sih? Bapak sangat aneh karena tiba-tiba mengajakku ke tempat ini.” Kata Abela.


“Aku ingin berlatih kemampuan berkudaku, sebelumnya kamu pernah berkuda tidak? Atau haruskah aku memanggilkan pelatih untuk pemula sepertimu?” Tanya Nando.

__ADS_1


“Tidak perlu, terima kasih. Aku akan berkeliling di sekitar sini atau aku bisa pergi ke kafe di sebelah sana.” Kata Abela lalu pergi meninggalkan Nando.


Nando pun berlatih berkuda sedangkan Abela berkeliling ke tempat tersebut.


“Wah tempat ini bagus sekali, sangat estetik bahkan banyak sekali foto-foto yang sangat bagus. LOh bukannya ini foto mas Adriano? Bukankah dia bilang kalau dia sudah pindah ke tempat lain? Kenapa foto dia ada disini, berarti dia pelanggan tetap disini juga.” Kata Abela dalam hati. Karena penasaran akhirnya dia bertanya kepada salah satu pegawai disana.


“Permisi pak, saya mau bertanya foto-foto itu siapa ya?” Tanya Abela.


“Oh mereka pelanggan setia kami, mereka juga memiliki kuda pribadi yang di titipkan kepada kami. Mereka juga sangat jago dalam berkuda.” Kata salah satu penjaga.


“Apakah bapak mengenal laki-laki ini?” Tanya Abela sambil menunjuk ke foto suaminya.


“Tentu saja, dia pak Adriano. Dia sudah lama menjadi pelanggan kami dan dia memiliki kuda pribadi juga yang di titipkan di tempat ini.” Kata penjaga tersebut.


“Jadi mas Adriani berbohong padaku, aku ingat sekali dia bilang padaku bahwa sudah pindah ke tempat lain.” Kata Abela dalam hati.


“Biasanya dia datang kesini bersama siapa ya pak?” Tanya Abela.


“Sendiri bu.” Kata penjaga tersebut.


“Bukan dengan seorang anak laki-laki?” Tanya Abela.


“Maaf, anda dengan siapa? Dan ada hubungan apa dengan pak Adriano?” Tanya penjaga tersebut.


“Lupakan, kalau begitu saya permisi dulu pak.” Kata Abela.

__ADS_1


__ADS_2